010. Save Water For Future

Penulis : RACHMAT RAMADHAN ABDULLAH
Tema : Water

==========================================================================================================================================================

Setiap makhluk hidup memerlukan air, air memang bukan segalanya, tetapi segalanya tanpa air tidak berarti. Air adalah anugrah dari Tuhan. Jumlahnya sangat banyak, jauh melebihi semua keperluan.
Alam merupakan anugrah yang telah tuhan berikan pada kita, alam merupakan bagian dari lingkungan yang tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan setiap makhluk hidup, namun pertanyaan saat ini mengapa alam begitu penting bagi makhluk hidup, terlebih bagi manusia? Dan mengapa kita harus peduli terhadap alam atau lingkungan sekitar? Ada apa dengan alam dan segala isinya? Pernakah terpikir dibenak kita bahwa alam mengandung begitu banyak manfaat bagi makhluk hidup terutama bagi kita sebagai manusia.

Air merupakan salah satu komponen yang dibutuhkan kehidupan manusia. Air merupakan sumber kehidupan. Semua makhluk membutuhkan air. Ketersediaan air dari segi kualitas maupun kuantitas mutlak diperlukan”. Indonesia merupakan Negara kepulauan, sehingga sebagian besar wilayahnya merupakan lautan. Meskipun terdiri atas perairan, kondisi ini masih belum dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Sebaliknya, mayoritas masyarakat Indonesia menyalahgunakan perairan dengan mencemarinya.

Air merupakan bagian dari alam yang harus kita jaga dan manfaatkan dengan semestinya, apabila air tersebut tercemar akan mengakibatkan berbagai macam penyakit dan bencana. Di Indonesia kita sudah sering mendengar kata BANJIR, setiap kali musim penghujan datang. Karena air yang diberikan oleh tuhan tidak di kelola dengan baik akhirnya banyak terjadi bencana alam seperti tanah longsor, banjir, dan erosi. Nilai korban, kerusakan dan kehilangan harta benda cenderung lebih besar. Mengakibatkan warga yang miskin semakin miskin, sulit menilai harga nyawa yang diakibatkan oleh korban banjir dan tanah longsor.

Akibatnya, dimusim hujan kita menderita kebanjiran dan dimusim panas kekurangan air, pada dasarnya kitalah sebagai manusia yang bertanggung jawab atas apa yang kita perbuat sebagaimana firman Allah SWT “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Q.S. Ar-Ruum [30] : 41)”

Dalam islam perbuatan buruk yang dilakukan oleh manusia akan kembali menimpa manusia tersebut entah cobaan apa saja itu, sebagai contoh jika manusia tersebut membuang sampah sembarangan kesungai atau kali maka sungai tersebut akan tersumbat dan ketika musim hujan datang air tersebut tidak tidak dapat mengalir dan pada akhirnya meluap, meskipun sungai yang meluap tersebut diakibatkan oleh hukum alam dalam siklus hidrologi tetapi manusia merupakan pemegang kendali untuk mencegah terjadinya suatu bencana dan menggelola sumber daya alam yang tersedia dengan sebaik-baiknya karena pada hakikatnya manusia merupakan khalifah dimuka bumi ini untuk menggelola, melestarikan dan membangun apa yang telah tuhan berikan kepada kita namun sebaliknya, jika manusia memperlakukan alam dengan semena-mena maka alam dan sekitarnya akan rusak dan sekali lagi kitalah sebagai manusia yang akan terkena imbas atau akibat yang telah kita perbuat.

Ada sebuah pepatah mengatakan” Apakah Jika Pohon terakhir akan ditebang, dan mata air terakhir berhenti mengalir, baru saat itulah manusia sadar bahwa uang tidak dapat dimakan dan diminum” dan “Dengan merusak alam sekitar berarti kita juga merusak diri sendiri, karena manusia adalah bagian dari alam”.

Kita manusia yang hidup saat bukanlah makhluk yang akan terus hidup di muka bumi ini, akan tetapi roda kehidupan akan terus berjalan namun akankah kita meninggalkan bumi ini dengan keadaan tercemar dan tercerai-berai renungkanlah, kita sebagai manusia tidak mewarisi bumi ini oleh nenek moyang kita melainkan kita meminjamnya dari anak cucu kita maka kembalikanlah secara utuh agar mereka dapat menikmati indahnya bumi ini dan tidak mengeluarkan suara-suara minor yang memilukan dari setiap pelosok bumi akibat bencana yang kita perbuat.

Referensi:

• https://seteteshidayah.wordpress.com/2012/09/11/adakah-hukum-karma-dalam-islam
• http://www.artikellingkunganhidup.com/mencintai-lingkungan-hidup-sekitar.html
• http://pplingkungan.blogspot.com/2013/04/kata-kata-bijak-tentang-lingkungan.html
• http://3.bp.blogspot.com/-didRvV_h68U/UW-in0BW_I/AAAAAAAAADA/5PrgIjK-LBw/s1600/Bumi.jpg