011. Kedashyatan Sang Api di Belanda

Penulis : Hanna Christina Uranus
Tema : Fire

==========================================================================================================================================================

Kesalahan setitik memang merusak keseluruhan citra, sebaik apapun image itu. Api yang merah menyala, mulai dari sebuah lilin mungil hingga kembang api raksasa, ditakuti karena bencana-bencana yang terjadi.

Malam itu tanggal 12 Mei 1999; langit dipenuhi gema sukacita warga Belanda yang akan menyambut sebuah abad baru. Harapan dan doa terlontar di seluruh pelosok, dan kota Enschede yang kecil itu tentunya tidak mau pasif. Kebaruan yang telah dinantikan tersebut tentunya harus dirayakan secara besar dan meriah sebagai sebuah keberhasilan dan pencapaian.

image002

Malangnya, tidak semua rencana diizinkan Tuhan.

Kepanikan dan jeritan-jeritan histeris mengilukan telinga; saya dapat membayangkan kepanikan yang terjadi. Selain 947 raga yang terluka, kebuasan berton-ton bunga api yang meledak tanpa ampun juga merenggut nyawa 23 orang tanpa pandang bulu.

Takut akan sang biang kerok, masyakat lebih was-was dalam penggunaan api ini.

Pada akhirnya, masyarakat menyadari kesalahan standar pengamanan dan tidak ‘nakal’ lagi menyusupkan benda-benda beresiko tersebut secara illegal. Polisi pun lebih sigap dalam bertindak; tanpa segan penegak hukum ini menggunakan bantuan anjing pelacak menghindari terjadinya penyelundupan gelap. Standar keamanan harus diprioritaskan.

Dibalik musibah yang terjadi, bara api juga berperan sebagai bala bantuan.

Makanan yang dingin akan mengurangi hasrat untuk makan, terutama saat cuaca sedang dingin tidak bersahabat. Masyarakat Belanda menciptakan sebuah alat untuk menggoreng, dan mereka menyebutnya dengan istilah braadpan. Perabotan dapur yang bahasa inggrisnya Dutch Oven ini diciptakan tahun 1891 oleh seorang warga kota bunga tulip tersebut; diinisialkan dengan BK.

image003

Peran api dalam teknologi ini tidaklah kecil. Cara penggunaannya, braadpan ini akan diletakkan diatas api dan panas yang disalurkan hingga kelapisan teratas akan mematangkan atau menghangatkan hidangan yang dinanti-nantikan. Tentu saja inovasi ini masih beredar sebagai perabotan dapur yang popular bagi warga Belanda.

Selain itu, di Belanda juga beredar sebuah alat bernama Stoof atau Foot Stove. Alat ini berupa sebuah kotak kayu dengan lubang-lubang berukuran kecil diatasnya; bertujuan menghangatkan kaki di saat winter; musim turunnya salju. Faktor utama yang menyebarkan rasa hangat tersebut adalah arang yang dibakar. Lagi-lagi, api berperan besar dalam penemuan-penemuan penting.

image006

Kehebatan sebuah teknologi sudah semestinya disertai dengan kewaspadaan. Kejadian-kejadian yang telah terjadi silam ada baiknya dijadikan pelajaran, karena pengalamanlah yang menjadi guru terbaik. Negeri kincir angin, dengan kewaspadaan dan kekritisannya, berhasil menginovasikan api tersebut menjadi sesuatu yang ikonik. Sang api; simbol kebrutalan dan juga keberanian; berlaku kepada manusia sesuai dengan apa yang dilakukan kepada mereka.

Apakah kita sudah memperlakukan api dengan kewaspadaan?

Referensi :

http://en.wikipedia.org/wiki/Enschede_fireworks_disaster

http://blogs.transparent.com/dutch/vuurwerk-dutch-fireworks/

http://en.wikipedia.org/wiki/Gouda#Economy

http://en.wikipedia.org/wiki/Foot_stove

http://nl.wikipedia.org/wiki/Braadpan

http://nl.wikipedia.org/wiki/Stoof_(voorwerp)