015. “Emas” dalam Biji Tomat

Penulis : I Nyoman Payuyasa
Tema : Earth

==========================================================================================================================================================

image001

Apa yang tidak bisa tumbuh di tanah Belanda? Padi, gandum, kopi, bahkan bunga tulip sendiri mekar tanpa rasa malu-malu di atas tanah subur negeri kincir angin tersebut.

“Tanah selalu mendoakan keselamatan bagi manusia yang tangannya ringan untuk merawatnya”

Narasi di atas tampaknya sangat sempurna menggambarkan bagaimana petani dan pertanian di Belanda. Pertanian sangat detail dijalankan oleh petani dan masyarakat di negeri Belanda. Di tengah euforia gempuran teknologi, negeri satu ini tidak pernah lupa merawat tanahnya. Merawat tanah yang memberinya pijakan, kehidupan, juga sekaligus merawat tradisi untuk dipupuk oleh generasi berikutnya. Menjadi petani rasanya bukan pilihan yang sulit bagi pemuda Belanda. Tidak ada yang patut memandang rendah petani di negeri ini. Sebab kesejahteraan petani menjadi prioritas negeri tulip, Belanda.

Menjadi inspirasi pangan dunia
Dengan luas wilayah hanya 41.526 km2, Belanda mempunyai potensi alam yang cukup baik untuk pertanian. Belanda mampu mengeksplorasi potensi tersebut dengan baik. Walaupun lahannya tidak luas, Belanda mampu menjadi negara yang dapat mencukupi kebutuhan pangan di negaranya tanpa mengimpor dari negara lai n. Bahkan di musim krisis pangan yang pernah terjadi tahun 2011 yang melanda beberapa negara di dunia, Belanda tampil menjadi inspirasi bagi ketahanan pangan dunia.

image003

Apa yang membuat pertanian di Belanda begitu dahsyat?
Pertanian di Belanda sangat terintegrasi dan penuh dengan teknologi modern. Penggunaan teknik rumah kaca, memanipulasi iklim dalam ruangan serta teknologi robotik dan komputerisasi sudah menjadi hal yang lazim. Ketika musim panas, Belanda menerapkan mekanisme solar cell dirumah kaca yang berfungsi memanen energi panas dan disimpan di tandon dan sungai – sungai bawah tanah sehingga dapat menaikkan suhu air. Maka ketika musim dingin tiba, tidak perlu khawatir, karena mesin – mesin blower memanen simpanan energi bawah tanah dan mensirkulasi udara untuk memanipulasi iklim dalam ruangan, sehingga pertanian tetap berjalan. Untuk pertanian, Belnda selalu berpikir tidak saja untuk 2 atau 3 hari ke depan, namun hingga hari-hari tersulit, seperti musim kering dan musim-musim yang tak dapat ditebak kehadirannya. Selain itu pemerintah kotapraja di Westland memang telah mendedikasikan diri sebagai kota pertanian dan tidak melirik sektor lain sebagai penopang ekonomi kota tersebut.

Wah cara yang satu ini bisa menginspirasi Indonesia untuk menjadikan beberapa wilayah sebagai pusat pertanian. Misal saja di Bali. Ada sisi lain dari pertanian Bali yang bisa dikembangkan untuk menciptakan bibit unggul. Salah satunya yaitu sistem irigasi pertanian Bali yang dikenal dengan subak. Subak ini dikembangkan oleh petani Bali dan diakui dunia sebagai warisan kebudayaan. Namun, kini atau 10 tahun kemudian, saya sendiri khawatir bahwa petani dan generasi di Bali mengenal subak hanya sebagai sejarah.

Alasan lain mengapa selama beberapa dekade, pertanian Belanda selalu gemilang. Keberadaan Wageningen University and Research Centre, TNO, NIZO Food Research, Utrecht University dan Technische Universiteit Eindhoven didirikan khusus untuk menopang sektor pertanian secara berkelanjutan. Sebutlah Institusi-institusi ini memiliki fokus riset masing-masing yang langsung dapat diaplikasikan ke lapangan untuk menunjang ekonomi mereka. Investasi penelitian untuk bidang ini mencapai 0,06% dari total GDP, tertinggi kedua setelah Denmark. Bahkan, Wageningen University and Research Centre dan Utrecht University memiliki masing-masing 1500 dan 500 publikasi ilmiah dalam bidang ini. bisa dibayangkan bagaimana petani di Belnda haus terhadap bacaan setiap harinya dan berinovasi sehingga membuat profesi yang satu ini tetap bergengsi. Indonesia pun sebenarnya sangat bisa mengadaptasi aset Belanda. Sebab di Indonesia sendiri telah memiliki beberapa perguruan tinggi yang bisa mendedikasikan hasil risetnya untuk pertanian Indonesia, seperti Institut Pertanian Bogor, misalnya. Nah, saat ini yang mesti dilakukan pemerintah Indonesia adalah mengadopsi semangat anak muda Belanda dalam mencintai pertanian untuk pemuda kita. Pemuda Indonesia masih takut akan pertanyaan masa depan jika bergelut dalam pertanian sebab pertanian di Indonesia belum menjadi skala prioritas. Ini PR yang paling penting untuk pemerintah.

image005

Belanda juga terkenal dengan sektor pertanian non-pangan dan merupakan salah satu komponen penyumbang devisa, yaitu bunga Tulip. Peneliti dan ahli mampu membiakkan berbagai jenis bunga tulip, sangat kreatif dan inovatif. Seperti halnya di kebun tulip terbesar di Belanda, yakni Keukenhof (The Garden of Europe). Setiap musim semi, terdapat 7 juta bunga tulip dibiakkan disana. Terinspirasi dengan inovasi ini? Indonesia sangat bisa mengembangkan bunga-bunga cantik yang menjadi kekayaan alam Indonesia. Seperti melati, gemitir, anggrek khas Indonesia yang bisa menambah kunjungan wisatawan sebagai objek wisata taman bunga layaknya tulip Belanda. (foto: www.google.co.id)

image007

Kado tomat, boleh juga tuh!
Nah, tomat Belanda. Ini yang paling menarik menurut saya. Pertanian tomat di Belanda tidak boleh dipandang sebelah mata. Ada semacam pola green house yang dikembangkan Belanda yang berisikan aneka sayuran, salah satunya tomat. Honing tomaten, merupakan tomat komoditas unggul Belanda yang serupa tomat ceri dengan warna merah cerah, memiliki tekstur daging buah renyah dan rasa manis bagai madu. Yang uniknya lagi, tomat ini menggunakan lebah madu sebagai predator alami yang membantu penyerbukannya. Inovatif bukan? Jika melihat tomat hasil Belanda dipasaran, kita pasti bisa langsung menebaknya. Sebab, tomat Belanda ini dikemas dalam kreativitas yang unik pula. Apabila mencontoh pengemasan tomat Belanda ini, saya yakin di Indonesia akan ada kemungkinan tomat dijadikan kado ulang tahun atau natal dan hari spesial lainnya. Menarik, bukan? (foto: www.google.co.id)
Martin J Kropff, Rektor Universitas dan Research Wageningen, Den Haag, Belanda menyatakan dengan ilustrasi bahwa sekilogram benih tomat di Belanda saat ini, bernilai lebih mahal daripada sekilogram emas. Bagaimana jika itu juga berlaku di Indonesia? saya yakin banyak orang yang akan memelihara biji tomat terbaik mereka untuk pertanian Indonesia. Indonesia bisa mendunia lewat pertanian dan juga menyehatkan setiap individu di dalamnya dengan kualitas hasil pertanian yang terbaik.

REFRENSI :

http://poshariini.blogspot.com/2012/07/tulip.html

http://pameranpertanian.blogspot.com/p/negara-dengan-pertanian-terbaik.html

http://news.detik.com/read/2013/11/17/173444/2415273/103/pada-belanda-kita-belajar-tani-dan-pangan