020. Nikmati Suasana Hijau dari Hutan Mengambang di Rijnhaven

Penulis : Mustia Dewi Irfianti
Tema : Water

==========================================================================================================================================================

Ke mana kalian akan pergi menghabiskan liburan dari kepenatan akibat bekerja?

Saya tidak yakin jika kalian hanya berlibur menghabiskan uang di mall. Kebanyakan teman saya memutuskan untuk menghabiskan waktu liburan dengan pergi ke pantai, taman, bahkan sampai muncak ke gunung hanya untuk menikmati pemandangan. Untungnya, Indonesia punya banyak tempat alami yang bisa kita singgahi untuk menikmati pemandangan. Mulai dari suasana pantai, suasana gunung, kebun, sampai yang mirip seperti gurun.

Namun apa jadinya jika kalian tinggal di kota yang dipadati gedung-gedung tinggi tanpa adanya ruang hijau untuk bersantai?

Rotterdam, dulunya terkenal sebagai kota pelabuhan terbesar di Eropa. Gedung-gedung di bangun dengan arsitektur modern. Kebanyakan penduduk di sana adalah pendatang. Saat ini di Rotterdam banyak terdapat cekungan sungai yang tidak digunakan lagi. Orang-orang telah sibuk bekerja dan tak sempat berlibur. Kemungkinan mereka bosan hanya memandang gedung dan air laut.

1

Sumber: http://stadshavensrotterdam.nl

Jorge Bakker, seniman asal Colombia yang saat ini tinggal di Amsterdam, memiliki cara pandang berbeda tentang orang-orang yang tak menghabiskan waktu libur dengan baik. Seseorang memang membutuhkan nuansa yang baru untuk dapat bersantai. Alih-alih menghidupkan suasana di kota pelabuhan Rotterdam, Jorge Bakker justru mendapat inspirasi dengan minat baru. Yakni membuat pohon mengambang.

Siapa yang tidak tertarik untuk menikmati pemandangan pohon mengambang?

Saya pikir ini cara terbaik dalam mengistirahatkan tubuh. Seperti melihat ikan bergerak-gerak dalam akuarium yang dapat mengurangi stress, menikmati pohon mengambang yang bakal bergoyang-goyang diterpa angin dan gelombang air pastinya juga memiliki manfaat tersendiri bagi kesehatan.

Jorge Bakker bersama lembaga seni Mothership merancang sebuah proyek yang akan melibatkan pebisnis, peneliti, dan institusi. Dengan memanfaatkan elemen air, mereka melihat peluang menciptakan lingkungan yang lebih hijau untuk menarik minat banyak orang yang ingin bersantai.

2

Sumber: www.holland.com

Proyek pohon mengambang ini bernama bobbing forest. Sebuah konsep seni yang menyatu dengan lingkungan. Rencananya bobbing forest akan menempatkan 20 pohon mengambang di Rijnhaven. Jorge Bakker berinisiatif untuk menciptakan hutan pertama di dunia dari pohon yang terombang-ambing dalam pelampung.

3

Sumber: www.dobberendbos.nl

Sebelum proyeknya diterapkan, pada tanggal 12 maret 2014 lalu, pohon pelampung pertama diuji coba di laboratorium selama enam bulan. Bomendepot dari kota Rotterdam telah bersedia menyumbangkan pohon-pohon untuk proyek ini. Tidak semua jenis pohon dapat tumbuh di dalam pelampung. Hanya pohon Elm yang dapat bertahan hidup dengan banyak resiko, karena menanam dalam bobbing forest ini tidaklah mudah. Semakin pohon tumbuh tinggi maka akan semakin sulit menemukan daya apung pelampung. Faktor lingkungan juga sangat mempengaruhi seperti angin, gelombang air, dan hujan.

Perusahaan internasional konstruksi baja Mercon yang menjalin kerjasama dengan Jorge Bakker, telah memodifikasi pelampung laut standar sehingga dapat menahan kekuatan yang disebabkan oleh pohon itu sendiri, angin, efek gelombang, dan air hujan. Meski sebelumnya masih dalam tahap uji coba, ide bobbing forest ini sudah termuat dalam artikel Vogue Italia edisi April 2014.

Dalam situs https://www.youtube.com/watch?v=XHXRWPopRys, Siobhan Burger, perwakilan lembaga Mothership bahkan telah menyatakan keberhasilan prototipe dari bobbing forest ini. Sehingga proyek penanaman 20 pohon mengambang siap dilaksanakan.

Kemudian pada tanggal 30 januari 2015 lalu, Jorge Bakker dalam situs www.onderwerper.nl dikabarkan telah meluncurkan 2 pohon pelampungnya untuk mewujudkan bobbing forest.

4

Sumber: www.dobberendbos.nl

Semoga proyek bobbing forest dapat segera terwujud, sehingga ketika mengunjungi Rotterdam nanti kita bisa menikmati keindahan pohon mengambang ini.

 

REFERENSI:

Anonim.  2014. Bobbing Forest: A Floating Forest in Rotterdam. http://www.dailydutchinnovation.com/browse/bobbing-forest/   diakses  tanggal  4 April 2015.

Anonim. 2013. Bobbing Forest in Vogue Italia.  http://www.dobberendbos.nl/en/bobbing-forest-vogue-italia/  diakses tanggal 4 April 2015.

Anonim. 2014. Aqua Dock launches test facility for floating structures in harbour of Rotterdam, the Netherlands. http://www.dutchwatersector.com/news-events/news/9792-aqua-dock-launches-test-facility-for-floating-structures-in-harbour-of-rotterdam-the-netherlands.html diakses tanggal 5 April 2015.

Anonim. 2014. Bobbing Forest in Rotterdam. http://www.holland.com/uk/press/holland-news/events/bobbing-forest-in-rotterdam.htm diakses tanggal 4 April 2015.

Bakker, Jorge. 2015. NEWS. http://www.onderwerper.nl/ diakses  tanggal  4 April 2015.

Fardah. 2011. Indonesia optimistic to Surpass One Billion Tree Target. http://www.antaranews.com/en/news/78016/indonesia-optimistic-to-surpass-one-billion-tree-target  diakses tanggal 4 April 2015.

Karakus, Hamit. 2013. RIJNHAVEN: Metropolitan Delta Innovation.  http://stadshavensrotterdam.nl/wp-content/uploads/2013/06/BIDBOEK_DIGITAAL.pdf  diakses tanggal 21 April 2015.

Navarro, Chadner. 2013. Future Perfect. http://global.ralphlauren.com/en-us/rlmagazine/editorial/spring13/Pages/GreenArchitecture.aspx diakses tanggal 21 April 2015.

Sch, Friederike. 2014. Bobbing Forest Art Project. https://www.youtube.com/watch?v=XHXRWPopRys  diakses tanggal 21 April 2015.