022. Rumah Apung Solusi Belanda Menghadapi Banjir

Penulis : Darrel Muhamad Rosyid
Tema : Water

==========================================================================================================================================================

Naiknya‎ permukaan laut akibat perubahan iklim mengancam wilayah pesisir Belanda. Warga Belanda yang tinggal di daerah pesisir atau daerah rawan banjir, mereka sudah siap menghadapi banjir atau kenaikan permukaan laut dengan membangun rumah apung dan membelokkan sungai.

image002

Penemuan pertama ini ditemukan oleh Dura Vermeer yang merupakan salah perusahaan konstruksi di Belanda, yaitu rumah terapung yang ramah lingkungan. Rumah terapung memiliki cara kerja yang unik, pada dasar masing-masing rumah terdapat fondasi beton berbentuk kubus yang memiliki rongga didalamnya sehingga dapat memberikan daya apung pada saat banjir. Setelah permukaan air turun, maka rumah akan segera kembali pada posisi semula dimana fondasi beton berongga akan ditopang oleh pilar-pilar kayu yang terletak di dalam air. Kebutuhan utama berupa listrik dan air bersih disalurkan lewat pipa yang bisa bergerak secara fleksibel sehingga pipa mengikuti gerak rumah pada saat rumah mengapung. Rumah apung ini mampu menahan kenaikan air hingga 4 meter. Pada saat permukaan air naik tidak perlu kuatir bahwa rumah akan terbawa arus air, karena pada sisi kanan dan kiri rumah ada kayu yang berfungsi sebagai pengikat.

image003

Projek yang cukup spektakuler ini kemudian menyebar di beberapa tempat di Belanda, salah satu arsitek Belanda bernama Alexander Henny mulai membangun rumah apung di kanal Amsterdam. Di pelabuhan Rotterdam, Dura Veermer bersama FlexBase yang merupakan salah satu perusahaan di Belanda melanjutkan projek mereka untuk membangun Floating Pavilion atau Paviliun terapung. Menurut Bart Roeffen, direktur kreatif DeltaSync yang merupakan desainer untuk project tersebut mengatakan bahwa Paviliun terapung merupakan awal dari perkembangan kota dimasa depan yang tahan terhadap banjir. Tidak hanya berhenti pada kanal, pelabuhan dan sungai, para arsitek Belanda tersebut juga mulai memikirkan bagaimana membangun sebuah kota terapung di laut. Mereka berpikir bahwa kota terapung merupakan jawaban untuk memberikan ruang-ruang lebih pada di Belanda yang mulai mengalami kepadatan dengan cara yang aman dan ramah lingkungan.

image004

Ada pepatah mengatakan “You cannot fight water, you have to learn how to live with it” dan Belanda telah membuktikan pepatah tersebut. Berhadapan dengan air adalah hal yang biasa untuk Belanda, namun Negara tersebut tidak hanya berhenti dengan tanggul dan sistem drainase yang baik, tetapi membuat solusi yang berkelanjutan dengan menciptakan rumah terapung beserta konsepnya. Dimana hal tersebut sangat disambut baik bagi masyarakat Belanda untuk dapat hidup lebih baik lagi tanpa harus merasakan efek dari banjir akibat perubahan iklim dan juga masyarakat dunia yang ingin mencari solusi untuk hal serupa. Tetapi rumah terapung di Belanda ditata sangat teratur agar indah dilihat dan juga sebagai obyek wisata.

Sumber

http://regina-tiatira.blogspot.com/2013/04/ketika-rumah-terapung-di-belanda.html

http://www.dw.de/rumah-apung-cara-belanda-atasi-perubahan-iklim/a-17533962

https://kompetiblog2013.files.wordpress.com/2013/04/dutchfloatinghomes.jpg?w=420&h=253

http://www.dw.de/image/0,,17529134_303,00.jpg