024. Polder : Bubuk Cinta Tanah Belanda dari Taman Andersen

Penulis : Hani Hidayah
Tema : Earth

==========================================================================================================================================================

Belanda. Negara yang memiliki luas tanah yang tidak lebih besar dari D.I. Yogyakarta kini menjadi negara yang begitu hebat. Negara yang memiliki luas tanah sebesar 41,526 km2 ini dapat menjaga jati dirinya sebagai negara yang memiliki inovasi. Inovasi yang sangat ikonik darinya yaitu kincir angin. Lama sudah saya mengimpikan untuk melihat langsung kincir angin ke negara ini. Tapi tidak mudah bagi masyarakat tropis yang tinggal di negara berkembang seperti saya melakukan perjalanan ke negeri kincir angin ini. Banyak hal yang harus dipikirkan ketika ingin melakukan perjalanan jauh ke negeri ini. Tapi apa boleh buat, inilah hidup. Life is a choice guys, isn’t it?! Yup, Pilihan yang harus kita tentukan.

Berbicara mengenai pilihan, tepat pada awal tahun 2015 ini Alhamdulillah saya diberikan hadiah oleh-Nya dua buah pilihan. Pertama saya mendapatkan hadiah giliran untuk diberangkatkan ke tanah suci. Dan hadiah kedua yang diberikan-Nya berupa beasiswa exchange student ke Negeri Sakura selama tiga minggu. Keduanya merupakan hadiah perjalan lintas negara pertama kalinya bagi saya. Jika anda berada di posisi saya saat itu anda mungkin bingung dan ingin memiliki kedua hadiah tersebut. Namun sayang, saya harus memilih salah satu diantara keduanya. Orang yang memiliki kecerdasan spiritual yang baik pasti tanpa pikir panjang akan mendahulukan ibadahnya. Bahkan orang yang awam pun akan memilih hal yang sama untuk mendahulukan ibadah. Hidup kita hanya satu kali Men! Jangan sia-siakan waktu hanya untuk kesenangan dan nafsu belaka! Tapi sayangnya saya manusia biasa yang hanya ingin mewujudkan mimpi akhirnya memilih untuk melaksanakan exchange student di Negeri Sakura. Alhasil, dalam pertengahan Januari 2015 saya pun berangkat ke negeri sakura untuk melakukan studi singkat di Chiba University.

Studi singkat yang saya jalani terasa sedang berbulan madu. Semua kegiatan berjalan manis. Tidak ada rasa keluh dan capai yang saya rasakan pada minggu pertama yang saya jalani. Hari demi hari saya jalani dengan bahagia. Sampai pada ahirnya minggu kedua yang saya jalani terasa bosan dan terasa pula home sick. Untuk menghilangkan rasa itu saya memutuskan untuk pergi jalan-jalan melihat suasana pedesaan yang ada di Chiba ini. Di tengah perjalanan pun saya menemukan sebuah taman yang cukup besar. Namanya Taman H.C. Andersen, salah satu penulis dongeng sekaligus penyair asal Denmark. Sesuai namanya, taman ini pasti indah seperti dalam kisah dongeng. Taman ini dipenuhi bunga tulip bermekaran dikala musim dingin. Hal inilah yang menarik hati saya untuk memasuki taman ini. Indah memang, tapi saya tidak memiliki banyak bekal yang dapat saya nikmati dalam perjalanan ini. Tapi itu tidak mengurungkan niat saya untuk mengeksplor lebih jauh tempat ini.

image001
H.C. Andersen Park

image002
Kincir angin Belanda di Negeri Sakura

Hari pun mulai terik dan udara semakin hangat. Saya tetap menjajakkan kaki saya menulusuri taman ini. Dari kejauhan saya melihat sesuatu yang tidak terkira dalam benak saya. Kincir angin besar berdiri gagah di taman ini. Seketika itu saya bingung, apakah saya sudah sampai di negeri kincir angin? Negara yang terkenal dengan DAM-nya ini menjadi impian saya. Dan pada saat itu juga saya berlari sambil teriak berapi-api “Belanda! Belanda! Horeee!” tanpa menghiraukan pandangan orang sekitar kepada saya. Kincir angin ini memang sudah menjadi ikon negeri Belanda. Setiap melihat kincir angin pasti yang ada di benak saya adalah Belanda. Kincir angin menjadi salah satu ikon negara Belanda yang paling terlintas di benak masyarakat dunia. Bahkan orang-orang Belanda juga merayakan Hari Nasional Kincir Angin atau yang biasa dikenal masyarakat Belanda dengan National Windmill Day setiap hari Sabtu dan Minggu di pertengahan bulan Mei.

image003
Kincir angin di negeri Belanda

Sesuai yang dilangsir oleh website resmi Negeri van Oranje ini, kincir angin memiliki banyak fungsi. Fungsi yang paling penting digunakan untuk memompa air yang masuk ke tanah pertanian keluar menuju sungai, sehingga tanah tersebut dapat digunakan untuk bertani. Pada abad 14, kincir angin ini juga digunakan untuk mengeringkan lahan basah. Fungsi lain dari kincir angin ini juga sebagai drainase dan untuk menggiling hasil panen tanaman biji-bijian. Hingga saat ini, terdapat lebih dari 10,000 kincir angin yang ada di Belanda. Dan tahukah anda? Ternyata kompleks kincir angin di Polder Kinderdijk tercatat sebagai warisan dunia oleh UNESCO sejak tahun 1997. UNESCO menobatkat kompleks kincir angin yang ada di Polder Kinderdijk ini karena inovasinya yang begitu menakjubkan dalam mencegah banjir.

image004
Gambar Satelit Polder bagian utara Belanda

Polder ini merupakan sebuah dataran rendah yang tertutup oleh tanggul yang di dalamnya membentuk entitas hidrologi buatan. Daerah ini terbentuk karena air dipompa keluar atau dikeringkan dengan membuka pintu air pada saat air surut. Tanah Polder ini telah dibangun pada awal tahun 1607. Hingga ahirnya pada tahun 1612 terdapat 42 pabrik yang telah berhasil melakukan reklamasi lahan ini. Terdapat tiga jenis polder yaitu polder dalam bentuk reklamasi tanah dari badan air, dataran banjir yang dipisahkan dari laut atau sungai oleh sebuah tanggul, dan rawa-rawa yang dipisahkan dengan tanggul dan kemudian dikeringkan sehingga terbentuklah dataran rendah. Tanah polder ini terdiri dari gambut yang membusuk dari bekas rawa-rawa yang kering. Tanah polder ini sangat beresiko banjir. Untuk itu diperlukan perawatan khusus untuk melindungi tanggul di sekitarnya. Tanah polder tersebut dibagi ke dalam petak-petak dan kemudian disewakan kepada petani dan juga sebagai stok lahan kosong di negeri ini. Selain sebagai tanah pertanian, penggunaan polder ini juga digunakan untuk obyek wisata dan lingkungan industri serta kawasan perkantoran.

image005
Skema teknis teknologi polder dan kincir angin

image006
Tanah Polder yang digunakan untuk lahan pertanian

image007
Tanah Polder yang digunakan untuk lahan perkotaan

Begitulah usaha yang dilakukan masyarakat Belanda untuk memperluas tanah mereka. Tanah memang menjadi salah satu harta paling berharga bagi suatu bangsa. Terkait hasil sumber daya alam yang berlimpah, sebagai negara tropis yang memiliki luas tanah seluas hampir 2 juta km2 tentu kita harus menjaga kelestarian sumberdaya alam yang ada di negeri kita. Oleh karena itu that’s true that “God made the earth, but the Dutch made Holland!” and also that’s true that “I made one of my dreams comes true, and did you?”

http://www.holland.com/global/tourism/article/functions-of-windmills-in-holland.htm

http://en.wikipedia.org/wiki/Polder

http://www.iamsterdam.com/en/visiting/what-to-do/architecture/windmills

http://life.viva.co.id/news/read/557113-kincir-angin-kinderdijk–situs-warisan-dunia-unesco

http://www.holland.com/global/tourism/article/the-beemster-polder.htm