027. The Netherlands : Hidup di Udara Bebas? Siapa Tak Mau.

Penulis : LINGGAR RATIH AYU
Tema : Air

==========================================================================================================================================================

Belanda atau Netherland merupakan sebuah negeri yang ramah akan kehidupan. Dengan bercermin pada negara kincir angin dan bunga tulip tersebut, Indonesia menyusun berbagai sistem peradaban terkini. Tak disangkal, Belanda memiliki peran tersebut karena dahulu leluhur mereka telah memangsa bangsa Indonesia dalam penjajahan selama berabad-abad. Namun, salahkah mereka bila saat ini kita telah banyak mencabik ilmu perkembangan infrastruktur dari mereka?

Belanda terus berkembang dalam puluhan dekade terakhir. Luas negara sekitar 41,526 km2 seakan memaksa periode baru dalam perkembangan infrastruktur dalam berbagai elemen yaitu tanah, air, udara, dan api secara holistik dan komprehensif. Inovasi dan pembaharuan terus dirancang dalam mencapai negara yang disorot banyak kalangan.

Elemen air begitu sering terangkat dalam bincangan publik namun bagaimana dengan udara? Tak tertampik, negeri beribukota Amsterdam ini memiliki kemajuan tersendiri untuk udara yang bangsanya nikmati. Komponen ini diangkat salah satunya dilihat di sebuah desa Giethoorn, dikenal sebagai “Venesia dari Utara” atau “Venesia dari Belanda”,provinsi Overijssel Belanda. Tampak begitu apiknya desa ini bisa jadi manajemen upaya menjernihkan udara dari polusi. Komponen penting seperti tumbuhan ikut menyaring udara tampak seirama dengan air yang menyejukkan. Transportasi yang menggunakan perahu dengan media air ini memberi andil dalam pengurangan polusi udara.

image001

Inovasi lain di sorot pada berbagai penelitian dan kebijakan baru mengenai kebersihan udara. Para ilmuwan Belanda menemukan suatu program media khususl dalam campuran pemurni udara di trotoar pada jalan kota dengan tujuan pengurangan polusi udara sebesar 50%. Pemerintah menggandeng peneliti – peneliti dari Eindhoven University of Technology dengan target sampel yaitu satu blok di kota Hengelo, Belanda, melengkapi dengan paving blok dicampur dengan titanium oksida, yang memiliki kemampuan untuk menghilangkan polutan dari udara dan mengubahnya menjadi bahan kimia yang kurang berbahaya. Penelitan ini menggunakan trotoar yang normal pada jalan yang berdekatan sebagai kontrol. Hasil cohort dalam setahun menunjukkan hasil bahwa jalan dilengkapi dengan campuran tersebut, juga disebut trotoar fotokatalitik, mengurangi polusi udara nitrogen oksida hingga 45% dalam kondisi cuaca yang ideal dan 19% selama satu hari. Penelitian ini dipublikasi pada jurnal the Journal of Hazardous Materials sebagai awal perancangan masa depan dalam menghadapi polusi di Belanda dan bahkan dunia.

image003

Sebagai pendukung, pemerintah Belanda ikut sebagai rekan dalam program Climate & Clean Air Coalition – To Reduce Short Lived Climate Pollutant dari The United Nations Environment Program (UNEP) mengadakan penelitian yang didukung oleh lembaga nasional seperti RIVM (National Institute for Public Health and the Environment), PBL (Netherlands Environmental Assessment Agency) dan KNMI (Royal Netherlands Meteorological Institute) yang melakukan pemantauan, analisis, dan pembuatan kebijakan pemodelan terkini. Pengukuran berkelanjutan dari komposisi udara di permukaan tanah melalui satelit, serta pemodelan iklim, memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas udara dan iklim. Selain itu, Belanda juga bekerja sama dalam program kualitas udara dimana kementerian Infrastruktur dan Lingkungan Hidup dan pemerintah daerah bekerja sama di bawah the National Air Quality Cooperation Programme dalam peningkatan kualitas udara serta menjaga tingkat karbon dan nitrogen oksida (NO) di bawah ambang batas yang telah disepakati.

Program lain yaitu Rumah Kaca – Non CO2 sebagai bagian dari The Emissions Reduction Programme for non-CO2 greenhouse gases bertujuan untuk mengurangi emisi metana dari pertanian dan sumber-sumber lain seperti tempat pembuangan sampah. Ini terdiri dari penelitian, proyek percontohan dan program kesadaran. Program ini telah diperkenalkan pada tahun 1999.

Ketimpangan pada suatu program akan terjadi bila hanya peran pemerintah atau pihak peneliti saja yang bermain, masyarakat pun wajib bersikap kooperatif untuk mengikuti berbagai program pemerintah ataupun meningkatkan kesadaran pribadi untuk mengurangi polusi udara di sekitarnya. Ada usaha, ada kenyamanan. Begitulah politiknya, bukan?

Selain program yang menyeret keilmiahan, pemerintah juga membuat program yang begitu erat dengan kebiasaan manusia yaitu memproduksi asap rokok. Masyarakat disana dengan fasilitas lengkap tetap saja harus dibatasi kewenangan dalam merokok. Menurut sejarah, pada tahun 2004, Pemerintah Belanda telah memberlakukan undang-undang bebas asap yang meliputi transportasi dan non-perhotelan kerja publik, kecuali dalam kamar berventilasi secara terpisah. Berlanjut pada bulan Juli 2008, undang-udang memaksa pusat perbelanjaan, toko-toko tembakau, perusahaan game restoran, kafe, bar, tenda festival, dan klub malam, dan pusat konvensi bebas asap rokok. Pengecualian pada daerah berventilasi secara terpisah tidak dilayani oleh karyawan. Merokok ganja di warung kopi masih diperbolehkan. Besar pengaruh kebijakan ini sehingga tampak pada bulan Januari 2008, Schiphol Airport menjadi 100% bebas asap, termasuk bar dan kafe.

Berkembang, April 2009, terjadi polemik antara pemilik bar dan kafe dalam hal pendapatan bila diberlakukan bebas asap rokok dengan adanya ruangan bebas rokok. Sehingga pada bulan Mei 2009, sebuah pengadilan banding memutuskan bahwa Belanda bar kecil dan kafe tanpa karyawan, selain pemilik, dibebaskan. Namun proses banding ini tidak berhasil dengan hasil pada Februari 2010, Mahkamah Agung memutuskan bahwa hukum harus berlaku untuk pemilik pub dan kafe tanpa karyawan. Pada bulan November 2010, pemerintah Belanda yang baru mencabut keputusan sehingga pada bulan Maret 2013, Pengadilan banding di Den Haag memutuskan bahwa semua kafe harus bebas asap, tanpa terkecuali untuk kafe kecil yang dijalankan oleh pemilik. Pada Mei 2013, pemerintah mengumumkan rencana untuk hokum memperbaiki bebas asap di bar dan kafe pada bulan Juli 2014, kecuali untuk area tertutup tanpa layanan.

Keputusan kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi polusi udara dengan asap rokok. Masyarakat yang mendukung memberikan penghargaan khusus untuk negaranya. Kesadaran masyarakat menjadi inovasi tersendiri dalam membuat udara yang bersih dan sehat di lingkungan mereka. Ya, bagaimana kita menghargai udara, disitulah kita menghargai kehidupan. Hidup di udara bebas? Siapa yang tak mau!

Sumber :

http://www.apakabardunia.com/2010/04/giethoorn-sebuah-desa-unik-dan-bebas.html

http://articles.latimes.com/2013/jul/05/science/la-sci-sn-smog-eating-street-20130705

http://www.unep.org/ccac/Partners/CountryPartners/Netherlands.aspx

http://www.no-smoke.org/goingsmokefree.php?id=629

http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda