028. Inovasi Negeri Van Orange: S-Bike, Sepeda Listrik Tanpa Colokan Listrik!

Penulis : Ida Ayu Indah Yustikarini, SS., M.Hum.
Tema : Fire

==========================================================================================================================================================

Aduh! Harga bensin naik, teman-teman. Tapi uang saku atau gaji perbulan tetap di angka yang sama. Hati jadi kebat-kebit tiap melihat jarum indikator bensin merosot ke kanan mendekati huruf E di saat nggak jelas. Saat tanggal tua atau uang kiriman ortu belum datang (ini sih khusus untuk anak kos). Ingin pakai sepeda listrik yang mulai banyak digunakan orang untuk transportasi, tapi mikirin beli pulsa listriknya itu. Keluar dari mulut singa masuk ke mulut buaya dong jadinya. Galau nggak sih, teman-teman?
Tenaaang. Saat-saat seperti itu akan berakhir. Berkat kerja keras dan kegigihan duo kreatif, Marc Peters dan Gus Faes dari negara Belanda. Saat ini sudah ada sepeda listrik energi surya yang disebut Dutch Solar Cycle atau S-Bike (Solar Bike).

image001
Sumber: http://electricbikereport.com/tag/solar-application-lab/

Sepeda listrik S-Bike memiliki panel-panel pada kedua rodanya untuk menyerap tenaga matahari dan berfungsi sebagai sumber tenaga baterai sepeda listrik ini. Berarti untuk mengisi baterai kita tidak usah mencolok kabel seperti sepeda listrik konvensional yang masih menggunakan dinamo atau akumulator biasa. Sepeda listrik tenaga matahari diklaim lebih ramah lingkungan daripada sepeda listrik konvensional. Mengapa demikian? Karena mungkin saja sepeda listrik konvensional mendapat tenaga listrik yang berasal dari batu bara atau BBM (Bahan Bakar Minyak) tidak dapat diperbaharui.

S-Bike dirancang dengan bodi ringan yang tidak membutuhkan banyak tenaga untuk memutar pedal. Saat kita mengayuh pedal sepeda, terbentuk tenaga yang membantu untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan selain energi yang diserap dari matahari. Bukan sulap, bukan sihir. Tapi, kreativitas nyata dan inovasi yang terjadi di dunia sepeda listrik karena semangat pantang menyerah orang Belanda dalam berkarya. Hebat kan, teman-teman?

image003
Sumber: https://www.facebook.com/dutchsolarcycle

Produk terobosan baru yang memanfaatkan energi terbarukan ini dibuat oleh perusahaan Solar Application Lab di ‘s Hertogenbosch, Belanda. Mereka telah mengembangkan cara untuk menyerap tenaga matahari dengan bantuan teknologi nano inverter yang telah dipatenkan. Dalam website Solar Lab Application, dikatakan bahwa rahasia teknologi baru ini terletak pada solar cell yang didesain sedemikian rupa hingga tiap solar cell mampu menyerap tenaga matahari dengan maksimal. S-Bike adalah produk unggulan sebagai bukti efektifitas sistem panel tenaga matahari untuk menghasilkan energi listrik. Teknologi ini bahkan memungkinkan solar cell tetap bekerja walaupun cuaca kurang baik, seperti berawan atau pada saat panel dalam keadaan kotor.

S-Bike dapat digunakan hanya mengandalkan tenaga manusia dan tenaga matahari dengan jarak tempuh yang tidak main-main. Mencapai 7000 km. Mau bukti? Guus Faes yang bertanggung jawab sebagai co-founder Solar Application Lab akan berkompetisi dalam The Sun Trip (tour sepeda tenaga matahari) yang mengusung tema The Future Energy (Energi Masa Depan) pada bulan Juni 2015. Perjalanan yang diikuti 30 peserta terpilih dari berbagai belahan dunia ini dimulai dari Milan (Italia) dan berakhir di Turki.

Saat ini Solar Application Lab menggunakan sepeda listrik merk Bosch dengan motor bertenaga 250 watt dan 36V 11ah baterai lithium sebagai sepeda percobaan. Mereka sedang mengerjakan desain S-Bike, agar akhir tahun 2015 dan awal tahun 2016, diharapkan 250 sepeda sebagai percobaan kedua rampung. S-Bike akan diproduksi secara massal dan dijual kepada publik tahun 2017. Dua tahun dari sekarang. Sabar, ya. Sesuatu yang (ter)baik memang harus dilakukan dengan tekun dan kerja keras.

Mudah-mudahan sepeda listrik tanpa colokan listrik ini, dijual di Indonesia. Selain bahan bakarnya melimpah tersedia di negara tercinta kita. Energi yang dihasilkan tenaga matahari adalah energi yang bersih, berkesinambungan, ramah lingkungan karena emisi gas karbon 0 (nol) dan berasal dari sumber yang tidak ada habisnya. Plus satu keunggulan lagi. Sinar matahari tersedia dengan cuma-cuma alias gratis. Selain berbagai keuntungan yang disebutkan tadi. Menggunakan S-Bike, memberikan kesempatan untuk berolahraga (bersepeda) yang membuat kita lebih sehat. Baterai sepeda listrik bisa diisi ulang tanpa bersusah-payah. Saat sedang kuliah atau di kantor, si Sepeda Matahari berjemur-ria di tempat parkir, mengisi baterai dengan sinar matahari selama kira-kira 4-6 jam pada hari yang cerah dan dua kali lipatnya saat berawan.

image004
Sumber: http://skyway-es.com/going-green-harnessing-power-solar-energy/

Beralih kepada tenaga matahari dari bahan bakar tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam, berarti mengurangi gas buang atau emisi CO (karbon) yang merupakan salah satu zat penyebab polusi udara. Sederet akibat buruk polusi udara antara lain: merusak sistem pernapasan, tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik, menimbulkan hujan asam, efek rumah kaca dan kerusakan lapisan ozon. Seram kan, teman-teman? Kalau kita tidak ingin tinggal di lingkungan yang menjanjikan akibat buruk kerusakan alam karena ulah manusia, mari melakukan perubahan mulai dari diri kita sendiri. Percayalah walau perubahan kecil, jika dilakukan dengan penuh kesungguhan akan membuat perubahan besar. Menciptakan bumi sebagai tempat tinggal yang nyaman dan sehat untuk manusia dan seluruh makhluk hidup.

Kita patut mencontoh budaya orang Belanda yang selalu berpikir kreatif dan berbuat inovatif. Perhatikan kata yang dicetak tebal, teman-teman. Dua hal itu seperti langit dan bintang. Seperti internet dan wi-fi. Tidak bisa dipisahkan. Bahkan jika sesuatu itu sudah baik, orang Belanda akan terus berusaha. Membuatnya menjadi lebih baik dan tetap berkomitmen kuat menjaga kelestarian alam.

Di Negeri Van Oranje ini, kemajuan teknologi boleh melesat cepat, tapi alam tidak boleh dirusak. Nggak salah kalau Ratu Beatrix mengatakan:

image006
Sumber: http://www.quotehd.com

Artikel ini ikut berpartisipasi dalam Holland Writing Competition 2015 yang diadakan oleh Neso Indonesia bekerja sama dengan para penulis novel NVO (Negeri Van Oranje) dan telah diunggah di blog A Simple Note (www.balidaily.wordpress.com).

Pranala:

http://electricbikereport.com/dutch-solar-cycle/

http://id.wikipedia.org/wiki/Energi_surya

http://id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran_udara

http://www.altenergy.org/renewables/solar.html

http://www.solarapplab.com