029. Adibusana Berdaya Matahari (FINALIST)

Penulis : Luthfina Saraswati Adania
Tema : Fire

==========================================================================================================================================================

Dewasa ini masyarakat menginginkan kepraktisan dan kecepatan dalam hal-hal yang menunjang kehidupan mereka, seperti sarana transportasi dan akses internet. Tuntutan pekerjaan dan gaya hidup yang super sibuk mengharuskan kita bisa berada di dua tempat bersamaan. Tentunya hal itu mustahil dilakukan, maka diciptakanlah berbagai gawai seperti ponsel pintar dan GPS untuk membantu kesibukan kita. Di sisi lain, kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan juga berpengaruh. Teknologi yang dikembangkan harus memenuhi kemudahan akses yang dibutuhkan, sekaligus tidak merusak lingkungan. Banyak negara mulai meninggalkan energi fosil dan batu bara

Belanda, sebagai salah satu negara maju di Eropa Barat, juga berkomitmen untuk mengurangi penggunaan energi fosil dan pindah ke sumber energi yang lebih terbarukan. Salah satunya dengan tenaga matahari. Cara utama untuk ‘memanen’ cahaya matahari ini adalah dengan menggunakan panel surya yang dipasang di padang terbuka, atap rumah, bahkan jalur sepeda. Semakin luas permukaan panel, semakin banyak energi yang dihasilkan.

Tempat baru yang digunakan untuk memanen cahaya matahari adalah permukaan tubuh manusia. Tepatnya, mengintegrasikan wearable technology berupa pakaian dengan sel-sel surya. Wearable technology sendiri adalah penggabungan teknologi dengan pakaian dan aksesoris, suatu inovasi terbaru yang sedang naik daun akhir-akhir ini. Contoh wearable technology adalah kacamata nirkabel dan arloji pintar. Kedua gawai ini tidak hanya canggih, namun juga menambah nilai estetika pada penampilan pemakainya, yang umumnya merupakan orang bermobilitas tinggi. Sayang pada kenyataannya beberapa wearable technologies ini cenderung canggung dan tidak nyaman dipakai. Pada kasus pakaian berpanel surya, sel-sel yang digunakan umumnya kaku sehingga menghalangi gerak tubuh.
Tetapi Pauline van Dongen, seorang desainer Belanda, berhasil mengawinkan kenyamanan adibusana dengan kecanggihan sains terapan dalam kreasi barunya yang bertajuk Wearable Solar dan Solar Shirt. Atasan dan gaun rancangannya memiliki puluhan sel surya fleksibel yang dijahitkan pada bagian luarnya. Desain ini memungkinkan pemakainya menjadi panel surya berjalan saat berada di luar ruangan. Tidak hanya itu, listrik berdaya 1 Watt yang dihasilkan bisa digunakan untuk mengisi ulang baterai gawai apapun –kamera, pemutar mp3, bahkan GPS– selama itu bisa terhubung melalui kabel USB. Sebuah baterai ponsel pintar bisa terisi penuh dalam waktu beberapa jam saja. Jika listrik tidak terpakai, maka akan disimpan di sebuah baterai yang tersedia sehingga dapat dipakai di lain waktu.

image002
(gambar tampak depan kaus)

image004
(gambar detail kaus)

image006
(gambar gaun, foto depan memperlihatkan sel-sel surya disembunyikan)

Nuansa futuristik rancangan desainer lulusan ArtEZ ini didukung oleh sel-sel surya tipis yang dikembangkan oleh Holst Centre bersama badan riset Solliance. Perusahaan tersebut berspesialisasi di teknologi nirkabel dan komponen elektronik fleksibel. Tidak seperti sel-sel kaku yang umunya digunakan sebagai pembangkit listrik, sel surya pada koleksi Wearable Solar ini bersifat lentur; memudahkan proses penjahitannya pada kain dan tidak menghalangi gerakan tubuh pemakainya. Sel buatan Holst Centre bahkan bisa dicuci, sehingga kita tidak perlu takut akan merusaknya saat dibersihkan. Karena bisa diproduksi secara massal, harga sel-sel ini diperkirakan tidak akan semahal pendahulunya yang bersifat kaku.

Keunggulan lain karya ini adalah energi yang dihasilkannya bersih tak berlimbah. Mengingat bahwa polusi merupakan masalah penting di masa kini, masyarakat terus menerus berusaha mengurangi polusi dengan mencari alternatif energi yang ramah lingkungan. Jika pada beberapa tahun ke depan nanti pakaian seperti ini sudah umum ditemukan, mungkin saja jumlah limbah yang dihasilkan dari pembangkit listrik berkurang dengan signifikan. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah Belanda yang terus mengurangi emisi karbon dengan menggunakan lebih banyak sumber energi bersih. Selain membantu menyelamatkan lingkungan sambil terlihat keren sepanjang waktu, kita bisa mengisi ulang baterai ponsel di luar ruangan.

Sumber gambar (sesuai urutan):
1. http://paulinevandongen.nl/projects/wearable-solar-shirt/; diambil 2 April 2015
2. http://paulinevandongen.nl/projects/wearable-solar-shirt/; diambil 1 April 2015
3. http://paulinevandongen.nl/projects/wearable-solar/; diambil 1 April 2015

Referensi:
1. http://www.government.nl/issues/energy-policy/main-principles-of-energy-policy
2. http://thecreatorsproject.vice.com/show/make-it-wearable–the-concepts-solar-powered-fashion-designer-pauline-van-dongen-video
3. http://www.holstcentre.com/news—press/2015/solar-shirt/
4. http://www.solliance.eu/