030. Belanda, The Floating Dutchman !

Penulis : Muhammad Ainul Yaqin
Tema : Water

==========================================================================================================================================================

Koninkrijk der Nederlanden atau The Netherlands merupakan nama yang sama untuk menyebut sebuah negara yang letaknya di tepian Eropa Barat ini. Bisakah kalian menebak negara apa yang dimaksud ? Yup, pasti udah pada tau dong kalo jawabannya adalah Belanda.

Berbatasan langsung dengan laut utara, Belanda telah lama diakui sebagai negara yang banyak belajar (dan akan terus belajar) mengelola perairannya. Seperempat daratan Belanda ternyata berada di bawah permukaan air laut lhooo

Hal ini tentu memaksa penduduknya untuk berfikir kreatif guna mempertahankan tanah-tanah mereka.

Sebelumnya, kisah sukses Belanda yang mampu mengeringkan perairan untuk dijadikan pemukiman masih tercermin melalui Kinderdijk-Elshout nya yang sangat indah bahkan tercatat sebagai situs warisan dunia UNESCO.

image001
Saksi bisu Belanda yang berhasil mengeringkan tanah-tanahnya

Selain menggunakan kincir angin, Belanda juga berhasil menyelesaikan megaproyek Deltaworks. Proyek ini merupakan sistem pertahanan banjir yang sangat hebat, karya jenius para insinyur Belanda.
Kerja keras itu kini berbuah lahan ‘‘manis’’. Penduduk Belanda sukses menempati wilayah seluas ± 41000 km2 atau hampir setara dengan provinsi Sumatera Barat.

image005image003
















kedua wilayah memiliki perairan yang berperan penting dalam masyarakatnya

Namun rupanya kenyamanan Belanda akan sedikit terganggu pada dekade mendatang dikarenakan negara ini dihadapkan kembali pada persoalan klasik mereka yakni perairan.

Pemanasan global sedang mengancam eksistensi wilayah mereka. Naiknya permukaan air laut dan meningkatnya curah hujan menyebabkan daratan Belanda terancam tenggelam. Bahkan saat ini, ketika anda tiba di Bandara Internasional Schipol yang merupakan pintu gerbang negara Belanda anda sedang berdiri ± 4 meter di bawah permukaan air laut.

image007
Amsterdam Airport Schipol merupakan salah satu gerbang masuk ke Belanda

Berdasarkan laporan pakar komisi Delta pemerintah Belanda, permukaan air laut negara ini akan naik hingga 130 cm pada satu abad mendatang. Bahkan untuk 200 tahun kedepan, diperkirakan naik mencapai 656 Kaki atau ± 4 meter. Hal ini merupakan sinyal bahaya bagi keberlangsungan pemukiman di Belanda. Bagaimana cara Belanda menghadapi ancaman ini ?

image009
Pemanasan global mengancam dunia

Beruntungnya negara ini tak kehabisan orang-orang hebat sedari dulu. Sistem pendidikan mereka telah berhasil mencetak sumber daya manusia yang unggul dan kreatif. Tidak mengherankan jika The Times Higher Education menempatkan 13 universitas Belanda sebagai 200 terbaik di dunia bahkan 8 diantaranya masuk kedalam top 100 world.

Melalui ide-ide yang inovatif, orang Belanda sudah merancang solusi untuk mengatasi perubahan iklim, bahkan sebelum masalah itu mereka rasakan sekarang. Belanda yang dalam sejarahnya sudah sering berhadapan dengan air tidak kehabisan akal menghadapi ancaman kali ini. Alih-alih “melawan” air dengan membangun tanggul atau memompanya keluar daratan, kini solusi baru muncul dari masyarakatnya sendiri. Salah satunya yakni ide menciptakan perumahan terapung.

image011
Rumah terapung saat dipindahkan menuju kompleks pemukiman IJburg

image013 Dialah Marlies Rohmer yang memiliki perusahaan di bidang arsitek dan mendesain rumah terapung di Belanda. Perempuan lulusan Technische Universiteit Delft ini menjalankan proyek yang disebutnya Floating Houses IJburg. Saat ini terdapat ± 75 rumah mengapung yang berlokasi di danau IJ terletak diantara Zeeburgeriland dan Haveneiland, ibukota Amsterdam. Dengan arsitekturnya yang modern, rumah-rumah mengapung ini tampak seperti sebuah kapal besar yang sedang bersandar di pelabuhan, penghuninya bahkan bisa merasakan rumah apung sedikit bergoyang saat diterpa angin.

Perusahaan Marlies Rohmer sendiri sudah ada sejak 1986, reputasinya sudah sangat bagus dalam pengembangan sekolah-sekolah, fasilitas kesehatan dan proyek sosial lainnya di Belanda. Berkat usahanya, proyek IJburg berhasil menyandang banyak penghargaan diantaranya yakni Honourable Mention AR HOUSE Award 2013, Winner FIABCI Award 2012 , dan Winner Dutch Design Awards 2012. Bagi Marlies, menciptakan bangunan yang berkelanjutan adalah DNA perusahaannya. Dia sangat ingin menciptakan tempat dimana orang merasa nyaman untuk tinggal saat ini dan di masa yang akan datang.
Menurut Marlies, air sangatlah berbeda dengan tanah, jika ingin membangun sesuatu di atas air maka harus disesuaikan dengan sifat uniknya. Baginya air merupakan sebuah pelopor, pemberi petualangan, relaksasi dan pengalihan diri dari aturan-aturan yang berlaku di atas tanah. Hal ini lah yang membuatnya berani menjalankan proyek IJburg.

image015
Perumahan terapung IJburg karya Marlies Rohmer

Selain proyek IJburg, masih ada lagi nih proyek perumahan terapung di Belanda. Namanya adalah The Citadel yang memiliki arti tembok pertahanan.

Koen Olthuis, seorang desainer yang berada di balik proyek futuristik ini. The Citadel sendiri berisikan 60 apartemen yang sedang dikembangkan oleh perusahaan Waterstudio NL. Kompleks ini berada di daerah Naaldwijk yang letaknya diantara kota Delft dan Den Haag. Yang menarik adalah The Citadel ini menjadi apartemen terapung pertama di Eropa. Selain itu, bonus yang ditawarkan dengan tinggal di apartemen ini adalah penghuninya bisa memandangi perairan yang terdapat di sekitar apartemen, sangat menarik, bukan ?

Meski di tengah perairan, kompleks ini tidak lah terisolasi. Terdapat fasilitas jalan raya ‘mengapung’ yang dapat menghubungkannya dengan daratan. Selain modern, pembangunan apartemen ini menerapkan konsep yang berkelanjutan, total konsumsi energinya diperkirakan lebih hemat 25 % dibandingkan dengan bangunan konvensional di atas tanah, hal ini didukung teknik water-cooling yang merupakan sistem pertukaran panas yang sangat efisien. Dengan penghematan tersebut, tentunya bangunan ini lebih ramah lingkungan yah.

image017
The Citadel yang merupakan apartemen mengapung pertama di Eropa

Sebelum ide mendirikan pemukiman di atas air tersebut muncul, sebenarnya Belanda sudah mengenal satu tipe rumah yang khas yakni Woonboot yang artinya rumah kapal. Pada kenyataannya memang kapal-kapal ini dijadikan rumah tinggal oleh keluarga Belanda. Kapal ini sengaja dilabuhkan di pinggir sungai atau kanal untuk memudahkan akses ke daratan.

Meskipun ukurannya kecil, ternyata interior Woonboot cukup lengkap lho. Terdapat kamar tidur, dapur, ruang tamu, ruang kerja bahkan beberapa dilengkapi dengan perpustakaan kecil. Untuk sistem kerumahtanggaan seperti listrik, pemanas, gas dan telepon biasanya disalurkan melalui kabel yang terhubung layaknya rumah-rumah di daratan. Penghuni Woonboot menuturkan bahwa mereka merasa nyaman dapat tinggal di atas air, hal tersebut membawa mereka lebih dekat dengan alam.

image019
Woonboot di tepian kanal-kanal kota Amsterdam

Satu hal yang menarik dari informasi di atas, dengan dihadapkannya pada masalah perairan, orang-orang Belanda justru sigap memanfaatkannya sebagai suatu peluang. Jargon Leven met Water atau hidup bersama air sangatlah menonjol dalam teknik sipil di Belanda. Alih-alih kembali melawan air, kini mereka optimis untuk beradaptasi dan memanfaatkannya sebagai tempat bermukim. Beberapa proyek di atas dapat mencerminkan bagaimana perjuangan bangsa Belanda menghadapi perubahan iklim, tentunya dengan memadukan ilmu pengetahuan dan inovasi yang mereka punya.

image021
Gol ‘The Flying Dutchman’ karya Robin van Persie

Semoga pengalaman di atas bisa merangsang bangsa Indonesia untuk melihat tantangan sebagai suatu peluang yah. Johan Cruyff -pemain sepakbola terkenal dari Belanda- pernah berkata, “every disadvantage has its advantage”.

Sepertinya julukan Belanda sebagai The Flying Dutchman akan tergantikan oleh slogan yang baru. Belanda, The Floating Dutchman !

image023
Belanda, The Floating Dutchman !

Referensi
Buku Kamus Besar Bahasa Indonesia

http://www.dutchdailynews.com/dutch-universities-in-top-world-university-rankings/#disqus_thread

https://boliboli.wordpress.com/2012/05/14/mengapung-bersama-woonboot/

http://whatsupwithamsterdam.com/houseboats/ http://www.archdaily.com/120238/floating-houses-in-ijburg-architectenbureau-marlies-rohmer/

https://disqus.com/home/discussions/architecturalreview/floating_houses_the_netherlands_by_marlies_rohmer_architects_planners_50/

http://www.designboom.com/architecture/marlies-rohmer-waterdwellings-ijburg/

http://www.rohmer.nl/en/

http://www.archilovers.com/projects/21387/the-citadel.html

http://www.archdaily.com/31358/the-citadel-a-floating-apartment-complex-in-netherlands/

http://www.waterstudio.nl/projects/54

Sumber Gambar
http://bit.ly/1BUloWN http://bit.ly/1MJjQdF
http://bit.ly/1NLTS6g http://bit.ly/1DDxZTX
http://bit.ly/1EOYcQR http://bit.ly/1xH0I9o
http://bit.ly/1CZcf4c http://bit.ly/1NFSZdC
http://bit.ly/1IuNrBd dan link yang menjadi sumber referensi