031. Elemental Water Makers, Inovasi Belanda Mengatasi Keterbatasan Air Tawar

Penulis : Dikut Andi Nata
Tema : Water

==========================================================================================================================================================

“…Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.” (QS Al Anbiya’ : 30)

Kutipan salah satu ayat dalam kitab suci umat Islam (Al-quran) tersebut menjelaskan jika Air merupakan sumber kehidupan. Dari Air-lah segala sesuatu yang hidup diciptakan dan dari Air-lah segala kehidupan dipelihara. Kita tidak perlu lagi berfikir mengapa air sangat penting bagi kehidupan. Jika ayat di atas belum cukup memberi bukti, tengok saja pada diri kita. 64,5 persen dari tubuh kita -manusia- terdiri dari air. Otak yang merupakan organ terpenting manusia terdiri dari 75 persen air, bahkan tulang kita yang kokoh-pun terdiri dari 22 persen air. Jadi saya tidak akan menulis lebih jauh tentang manfaat air dalam kehidupan.

Seperti yang telah saya tulis sebelumnya, Air menyumbang 70 persen permukaan bumi, masalahnya sebagian besar dari air yang ada di bumi merupakan air laut yang tentu tidak bisa kita kosumsi seenaknya. Kandungan garam dalam air laut membuat air laut tidak layak untuk di konsumsi oleh manusia. Jika kita nekat meminum air laut maka kandungan garam di dalamnya akan memaksa tubuh kita melakukan proses biologi untuk membuang garam melalui proses buang air kecil (kencing) yang justru mengakibatkan tubuh kita kekurangan air atau dehidrasi. Maka dari itu air yang baik untuk tubuh kita sebagai manusia adalah air tawar (Air tawar yang bersih tentunya).

Sayangnya, sumber air tawar yang baik untuk tubuh kita, saat ini menjadi langka karena meningkatnya permintaan dan keterbatasan sumber daya air yang baru, hal ini diperparah karena sikap kita yang tidak mempedulikan alam (ilegal logging salah satunya). Di Indonesia, Isu keterbatasan air tawar sering muncul kepermukaan, tak jarang kita mendengar atau membaca beberapa masyarakat indonesia harus menempuh puluhan kilometer hanya untuk mendapatkan air tawar yang kualitasnya tidak sebanding dengan jarak yang harus mereka tempuh. Hal ini menjadi ironi tersendiri mengingat Indonesia adalah salah satu negara tropis yang seharusnya memiliki sumber air tawar yang tidak terbatas.

Isu keterbatasan air tawar tidak hanya terjadi di Indonesia. Isu ini merupakan isu global yang hampir menimpa seluruh dunia. Menanggapi hal tersebut beberapa negara mulai melakukan penelitian intens bagaimana merubah air laut menjadi air tawar yang layak dikonsumsi manusia. Salah satu negara yang telah melakukan penelitian tersebut dan berhasil adalah negara Belanda.
Belanda telah dikenal dengan inovasi-inovasinya tentang air, bahkan pondasi negara yang terkenal dengan warna kebesaran Orange tersebut berasal dari air. Maka tidak heran jika inovasi merubah air laut menjadi air tawar mendapatkan perhatian khusus bagi para peneliti di belanda. Salah satu inovasi tersebut adalah Elemental Water Makers sebuah mesin yang mampu merubah air laut menjadi air tawar.

image002Elemental Water Makers (EMW) didirikan pada april 2012 oleh Sid Vollebregt and Reinoud Feenstra, dua insinyur jebolan University of Technology Delft. Perusahan yang berkantor pusat di Molengraaffsingel, Belanda ini telah berhasil mengembangkan Mesin untuk melakukan proses desalinasi. Desalinasi merupakan proses yang menghilangkan kandungan garam dalam air untuk mendapatkan air yang layak dikonsumsi. Yang membuat EMW berbeda dengan mesin sejenisnya adalah mesin ini tidak memerlukan bahan bakar fosil, mesin ini dapat bekerja hanya dengan memanfaatkan matahari, bumi, dan angin saja yang membuat mesin ini ramah lingkungan dan hemat energi. Atas inovasinya tersebut EMW berhasil mendapat pengakuan dunia melalui penghargaan-penghargaan yang mereka raih, penghargaan tersebut diantaranya adalah the winner of the 7th Waternetwork thesis prize for young professionals untuk dua penemunya dan UfD-Cofely Energy Efficiency Prizes.

image004EMW, melalui kerjasamanya dengan Technical University of Delft dan Institut Teknologi bandung berhasil mengimplementasikan EMW untuk pertama kalinya saat EMW masih dalam proses pengembangan atau Versi Pilot. Dalam jangka waktu 6 bulan masa pengembangan EMW kemudian diimplementasikan dan diuji di Pecatu Indah, Bali . Hasilnya sungguh menakjubkan dimana dalam kurun waktu satu bulan EMW berhasil menghasilkan 75.000 air tawar layak minum di bawah kondisi berfluktuasi energi yang terbarukan dan hebatnya hal itu dilakukan EMW tanpa menggunakan daya tambahan atau seperti yang sudah saya jelaskan hanya memanfaatkan Matahari, Bumi dan Angin saja.

image007Setelah sukses di Indonesia Elemental Water Makers mulai mengembangkan produknya dari tahun ke tahun. Ada kisah kurang menyenangkan yang didapat Elemental Water Makers saat negosiasi mereka dengan kepulauan Virgin terbentur oleh peraturan pemerintahan setempat yang membuat gagalnya kesepakatan untuk mengimplementasikan EMW di kepulauan Virgin. Apapun itu Elemental Water Makers tidak menjadikan kegagalan tersebut untuk berhenti berjuang untuk menanggulangi keterbatasan air tawar di dunia. Saat ini EMW sedang menjajaki kemungkinan untuk memperkenalkan produknya ke beberapa tempat seperti Lanzarote, Fuerteventura, Mallorca, Ibiza, Aruba, Bonaire, Curacao, St. Maarten, St. Eustatius, Saba, Cape Verde dan masih banyak lagi.

Dengan berhasilnya proyek EMW, sekali lagi Belanda membuktikan jika mereka adalah negara yang terus melakukan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi manusia. EMW tentu saja bukan satu-satunya inovasi asal negeri Keju yang berkonsentrasi terhadap air, tapi paling tidak EMW membuktikan jika mereka bisa terus melahirkan inovasi-inovasi baru yang membelalakan mata dunia. Indonesia Kapan?

Referensi :

http://www.elementalwatermakers.com

http://www.climate-kic.org/case-studies/elemental-water-makers-produces-fresh-water-sea-sun-earth-wind/

http://id.wikipedia.org/wiki/Desalinasi

Sumber Gambar

http://www.elementalwatermakers.com