032. Belanda dan Keajaiban Modernnya

Penulis : Deasy Indrawati
Tema : Water

==========================================================================================================================================================

Apabila kita belajar tentang pengelolaan sampah maka kita dapat belajar dari Jepang. Sedangkan untuk pengelolaan air, Belanda adalah salah satu negara yang memiliki keajaiban air modern dalam hal ini. Keajaiban modern itu adalah Zuiderzeewerken dan Deltawerken. Bukan hanya mega proyek ini saja yang patut diacungi jempol namun juga system pengelolaan airnya. Adanya sistem polder dan wadi di setiap rumah warga menjadikan Belanda, negara yang ketinggian daratannya lebih rendah daripada ketinggian lautnya, bebas banjir. Kalaupun terjadi banjir, ketinggiannya hanya sebatas mata kaki orang dewasa. Warga Negara Belanda sangat antipati dengan banjir karena pada tahun 1953 terjadi banjir bandang yang cukup besar dan banjir ini menewaskan sekitar 1863 orang.

image003

Zuiderzeewerken adalah mega proyek pertama Belanda yang dipelopori oleh Cornelis Lely. Untuk mengenang jasa beliau, usai dibangunnya Afluitsdijk dibangunlah monumen yang diberi nama Lelystad. Tujuan dari proyek Zuiderzeewerken berdasarkan Zuiderzee Act pada 14 Juni 1918 adalah menjaga Belanda dari efek naiknya ketinggian North Sea, menambah persediaan makanan bagi warga Belanda dengan menciptakan tanah untuk bertani dan memperbaiki manajemen air dengan menciptakan danau yang airnya berasal dari air laut yang masuk. Zuiderzeewerken ini terdiri dari bendungan-bendungan besar yang menghubungkan Belanda bagian utara dengan pantai sebelah Barat Friesland serta empat polder besar. Bendungan-bendungan tersebut adalah:

image009

image005
gambar 2 Cara kerja polder
(sumber:http://kompetiblog2011.studidibelanda.com/news/2011/05/1/656/holland_is_the_best_technology_in_water_management.html)

Setelah bendungan-bendungan tersebut selesai dibangun, Belanda mulai membangun polder-polder dengan memompa air keluar dari daratan. Polder-polder itu adalah Wieringermeer, Noordoostpolder dan the Flevoland yang kemudian dibagi menjadi dua proyek yaitu Eastern Flevoland Polder dan Southern Flevoland Polder.

image006
gambar 3 Polder di Belanda dilihat dengan citra satelit
sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Zuiderzee_Works

Polder Wieringermeer mulai dikerjakan pada tahun 1929 dan selesai pada tahun 1930. Pengerjaan polder Wieringermeer termasuk yang paling sulit dibandingkan dengan pengerjaan polder lain karena ketika polder ini dikerjakan Afsluitdijk masih belum menutup akses sungai Ijssel dengan laut Zuider. Noordoostpolder rencananya mulai dikerjakan pada tahun 1932 namun karena krisis keuangan dan akhirnya proyek ini mulai dikerjakan pada tahun 1936. Pada tahun 1940, selama perang dunia kedua, stasiun pemompa air tidak dapat dioperasikan dan dioperasikan kembali pada awal tahun 1941. Noordoostpolder terdrainase penuh pada tahun 1942 dan menciptakan lahan seluas 480 km2. Eastern Flevoland Polder, yang kemudian disebut Oostelijk Flevoland, adalah polder terluas di antara tiga polder lainnya (540 km2). Oostelijk Flevoland mulai dikerjakan pada tahun 1951 dan sempat terhenti akibat bencana banjir bandang pada tahun 1953. Proyek ini mulai dilanjutkan kembali pada tahun 1954 dan terdrainase penuh pada tahun 1957. Southern Flevoland Polder, kemudian disebut Zuidelijk Flevoland, mulai dikerjakan pada awal tahun 1959 dan selesai pada Oktober tahun 1967. Markerwaard adalah polder kelima yang rencananya dikerjakan setelah Zuidelijk namun polder ini batal dikerjakan karena biaya pengerjaan polder yang dinilai tidak efektif. Markerwaard kemudian dijadikan sebagai sumber tenaga air berbentuk waduk.

image008

Deltawerken adalah proyek konstruksi Belanda untuk melindungi tanah di sekitar delta sungai Rhine, Meuse dan Scheldt dari meluapnya laut dengan memperpendek garis pantai sehingga mengurangi jumlah tanggul yang harus dinaikkan. Proyek ini terdiri dari bendungan, sluices dan storm surge barriers. Proyek ini dibagi menjadi dua tahap yaitu riset fundamental dan eksekusi proyek. Dari riset fundamental terbitlah kerangka kerja yang disebut Delta Norm yang terdiri dari:
a. Mengidentifikasi daerah yang akan dilindungi dari banjir, disebut dengan dike ring areas.
b. Menilai biaya banjir menggunakan model statistika
c. Mengkalkulasi kemungkinan terjadinya banjir yang signifikan

image011
gambar 5 Deltawerken
sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Delta_Works

Pada proyek ini terdapat enam storm surge barriers (Stormvloedkering Hollandse Ijssel, Maeslantkering, Oosterscheldekering, Hartelkering, Markiezaatskade dan Europoortkering), delapan bendungan (Zandkreekdam, Veerse Gatdam, Grevelingendam, Volkerakdam, Haringvlietdam, Brouwersdam, Oesterdam, Philipsdam) dan satu sluices (Bathse Spuisluis). Eksekusi proyek Maeslantkering dan Oosterscheldekering tidak berjalan dengan mulus. Maeslantkering merupakan perubahan rencana dari pelebaran dan peninggian tanggul. Tanggul batal dilebarkan dan ditinggikan sesuai rencana karena mengakibatkan kerusakan bangunan bersejarah yang penting di Belanda. Oosterschelde sebelumnya akan dibentuk menjadi bendungan dan diubah menjadi danau air tawar. Namun rencana in diubah karena akan membuat nelayan merugi karena kerusakan ekosistem air laut.

Luar biasa keren dan teliti ya perencanaan dan pengerjaan Zuiderzeewerken dan Deltawerken ini! 
Referensi:

http://en.wikipedia.org/wiki/Zuiderzee_Works

http://en.wikipedia.org/wiki/Delta_Works

http://kompetiblog2011.studidibelanda.com/news/2011/05/1/656/holland_is_the_best_technology_in_water_management.html

http://www.deltawerken.com/Deltaworks/23.html