042. Ketika Api Membakar Sampah Dengan Cinta

Penulis : Utomo Priyambodo
Tema : Fire

=========================================================================================================================================================

Api + Sampah = ???

Ketika masyarakat Indonesia masih membakar sampah hanya untuk mengusir nyamuk dengan asap yang dihasilkannya, masyarakat Belanda telah memanfaatkan pembakaran sampah untuk menghasilkan energi alternatif. Iya, sampah jadi energi listrik!

Caranya ialah melalui insinerasi, yaitu proses pemusnahan material organik secara termal melalui proses pembakaran dalam suatu sistem yang terkontrol dan terisolir dari lingkungannya.

image001
Bagan Pabrik Insinerasi Sampah

Proses insinerasi sampah ini memiliki sejarah panjang di Belanda, dengan pabrik insinerasi pertama berdiri di kota Amsterdam pada tahun 1919. Dengan kemajuan teknologi selama dekade terakhir, pabrik insinerasi sampah mulai dilengkapi dengan alat pengonversi sampah-ke-energi serta kemampuan mereduksi emisi.

Pada tahun 1995, ketika Belanda mengeluarkan aturan mengenai larangan dan pajak TPA (Tempat Pembuangan Akhir), penggunaan insinerasi untuk mengolah sampah ini mengalami peningkatan. Peningkatan ini terus berlangsung bersamaan dengan meningkatnya pula kesadaran warga Belanda dalam memilah sampah yang mereka buang. Sampah yang masih layak untuk digunakan kembali ataupun didaur ulang tidak perlu diangkut juga ke pabrik insinerasi sampah.

image002
Pemilahan Tempat Sampah di Belanda

Hingga tahun 2012 Belanda telah mendirikan 12 pusat insinerator. Kedua belas pabrik insinerasi sampah ini mampu memroduksi energi sebesar 4.014 GWh untuk memasok kebutuhan listrik sekitar 800.000 rumah. Kedua belas pabrik insinerasi ini memiliki kapasitas mengolah hingga 7,6 juta ton total sampah. Kapasitas insinerator terbesar dimiliki oleh pabrik insinerasi sampah di Amsterdam yang mampu menghasilkan energi sebesar 1.000 GWh untuk mensuplai listrik ke sekitar 285.000 rumah.

image004
Pabrik Insinerasi Sampah di Amsterdam

Sistem atau skema dari proses insinerasi sampah ini sebenarnya cukup sederhana. Dimulai dari truk sampah yang melimpahkan sampah ke dalam tempat khusus penyimpanan sampah di pabrik insinerasi sampah. Kemudian sampah tersebut akan diangkut oleh mesin pengambil untuk kemudian diturunkan ke dalam bunker. Sedikit demi sedikit sampah tersebut akan terdorong ke dalam ruang pembakaran. Di dalam ruangan tersebut mesin insinerator akan membakar sampah pada suhu sekitar 750oC.

image006
Salah Satu Tahapan Dalam Proses Insinerasi Sampah

Panas yang dihasilkan oleh pembakaran di atas kemudian digunakan untuk memanaskan boiler (alat penghasil uap air) yang mana akan menghasilkan uap yang besar. Uap tersebutlah yang kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin guna menghasilkan energi listrik.

Debu maupun sisa pembakaran lainnya akan terkumpul ke dalam ruang bawah tanah. Sebuah alat elektromagnet akan melewati sisa-sisa pembakaran tersebut untuk mengumpulkan semua material sisa pembakaran yang mengandung unsur logam untuk didaur ulang. Gas-gas yang mengandung asam polutan seperti sulfur dioksida dan dioksin akan disalurkan dan diolah kembali ke dalam sebuah reaktor pemisah. Gas-gas akan melewati sistem pembuangan partikel halus, sedangkan polutan yang lebih halus akan terperangkap. Gas-gas bersih yang lolos tadilah yang kemudian dilepaskan melaui cerobong asap.

Sistem pengolahan sampah menjadi energi melalui pembakaran ini, kini juga sudah dilakukan oleh banyak negara lain, terutama Eropa. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi negara yang bersangkutan. Sebab, selain karena proses insinerasi ini mampu mengurangi volume sampah hingga 95-96%, negara pun dapat menghemat konsumsi energi dari sumber daya alam konservatif yang selama ini lazim digunakan, seperti minyak dan batubara. Apalagi minyak dan batubara merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui.

image008
Persentase Pengolahan Sampah Negara Uni Eropa

Keuntungan lain dari proses insinerasi ini ialah sisa sampah yang telah diolah masih dapat dimanfaatkan lagi untuk kebutuhan lain. Seperti misalnya, sisa-sisa logam yang telah terpisahkan melalui proses insinerasi dapat didaur ulang menjadi produk baru yang berharga. Sedangkan sisa abu dapat digunakan untuk campuran bahan baku bangunan. Wow!

Saat ini terbukti Belanda telah memiliki energi alternatif yang menjanjikan. Bagaimana tidak? Setiap hari sumber energi ini selalu ada dan dihasilkan masyarakat. Dalam kehidupan umat manusia, dapat dikatakan bahwa tiada hari tanpa menghasilkan sampah.

Kini sampah tidak lagi menjadi masalah berarti bagi negeri Belanda, tapi justru sumber energi. Kalau sudah tahu tentang proses pembakaran sampah ini, siapa yang bisa bilang bahwa api pasti bahaya dan sampah pasti masalah? Hayo?

Dan siapakah yang masih bilang bahwa hasil pembakaran sampah hanya bisa untuk mengusir nyamuk?

Inilah hebatnya daya inovasi dan kreativitas bangsa Belanda. Mereka memiliki rasa cinta terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi demi menemukan solusi berbagai permasalahan dan bahaya yang ada. Sampah mungkin masalah, dan api mungkin bahaya. Namun ketika kecintaan terhadap inovasi dan kreativitas membuat manusia mampu mengolah dan memadukan keduanya secara tepat, kedua hal yang dianggap bahaya dan masalah ini justru menjadi menguntungkan.

Jadi, bagi bangsa Belanda, api + sampah + cinta inovasi dan kreativitas = energi dan keuntungan.

*Jenis elemen: Api
**Referensi tulisan dan gambar:
Dutch Ministry of Housing, Spatial Planning, and the Environment. 2002. “Dutch Note on BAT for the Incinerator of Waste”. The Hauge: InfoMil.
Kool, Jeroen. 2013. “Solid Waste Management in the Netherlands Lessons Learnt”. Netherlands: Royal Haskoning DHV.
Wong, Diana. 2014. “Waste Management Policy in the Netherlands”.

http://www.celsias.com/article/what-can-we-learn-amsterdam-about-waste-energy/

http://www.rova.nl/huishoudelijk-afval/nieuws/nieuwsarchief/389,-766/veel-animo-voor-vergister-tijdens-open-dag-rova

http://www.tarifaindonesia.com/index.php?view=article&catid=25:the-project&id=74:incinerator&format=pdf

http://www.id.wikipedia.org/wiki/insinerasi

https://www.youtube.com/watch?v=wcZHpebRPcs