043. Dispereet niet, Mantra Magis Bangsa Belanda

Penulis : Fajri Satria Hidayat
Tema : Water

=========================================================================================================================================================

Picture1

Gadis dan Hamparan Bunga  (sumber : posternation.com)

Terlihat dari sepotong gambar seorang gadis sedang berada dihamparan bunga warna-warni. Dengan memakai baju tradisional yang cantik, Senyum indah menghiasi wajahnya. Gadis itu sepertinya terlihat bahagia memiliki negerinya yang begitu aduhai. Ya, itulah negara Belanda, negara dengan landmark tulip dan kincir angin yang kita kenal saat sekarang ini.

Jika kita tarik garis waktu, Belanda hari ini hadir dari kebangkitan dan semangat dari masa ke masa. Kita temukan bahwa belanda memiliki sejarah panjang dalam membangun negaranya. Air, benda ini telah menjadi “selimut problematika” Belanda dari zaman baheula.  Hal ini dikarenakan sebagian besar daratan dari total luas 41.546 km2 berada dibawah permukaan laut. Dari Amsterdam sebagai ibukota, hingga Nieuwerkerk aan den Ijssel yang terletak hingga 6 meter dibawah permukaan laut. Selain berdampingan dengan Laut utara, “Keakraban” dengan air juga ditambah dengan daratan datar yang dilewati dengan sungai-sungai eropa yang melintasi dan membentuk delta Rhine-Meuse-Scheldt di barat daya Belanda. duh!

Picture2Kawasan Belanda  (sumber : www.nzorgan.com)

Waktu terus berputar dan kesulitan akan berderit pada waktunya. Keadaaan morfologis daratan tentunya menjadi permasalahan terkait produktifitas lahan dan kenyamanan warga. Keterbatasan lahan juga akan memiliki pengaruh terhadap penduduk yang terus berkembang. Kau bisa bayangkan, rumitnya hidup dengan rasa tidak nyaman karna rentan bencana. Intrusi ombak laut kapan saja bisa menerjang. Terusik? Tentu saja.  Menyerah dengan keadaan yang ada? Meninggalkan negara, kemudian pindah ke negara lain?.

Jangan menyerah, arti dari kata dispereet niet. Dispereet niet seakan menjadi mantra cambukan yang terpatri pada jiwa the dutch, sebutan untuk masyarakat belanda. The dutch tinggal memilih, bergerak cepat atau hilang tinggal nama. Ya, the dutch memilih untuk tidak menyerah dan segera “memutar otak” untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Picture3Sistem Polder (sumber : www.heardutchhere.net)

Perjuangan negeri van oranje dalam melawan “sesak’’ yang ada dimulai oleh nenek moyang dengan membangun gundukan pasir “duinen” untuk mengatasi limpahan air laut. Kemudian dilanjutkan pembuatan daerah polder berupa dataran yang dikelilingi tanggul-tanggul penahan air atau dijk. Tanggul-tanggul air tersebut membentuk perlindungan pada daerah polder yang dilengkapi dengan sistem kontrol. Sistem kontrol yang ada meliputi daerah penampungan, katup pengontrol air dan sistem pompa. Dengan kata lain, polder merupakan daerah yang dikeringkan dari permukaan air yang letaknya lebih tinggi dengan pertahanan tanggul. Karna prinsipnya air mengalir dari dataran tinggi ke rendah, Tentunya air tetap membasahi bukan? Bagaimana kalau hujan lebat? Ya, Belanda sudah memikirkan hal tersebut. Untuk daerah polder, dilakukan sistem pengeringan atau inpoldering project dengan sistem drainase terpadu dengan menggunakan pompa dan kincir angin sebagai pengontrol sehingga daratan menjadi kering. Daerah-daerah polder digabungkan dan terbentuk daerah reklamasi.

Daratan keringpun mulai terbentuk. Namun teknologi yang dibangun ternyata belumlah optimal. Dijk tak mampu menahan kuatnya kekuatan alam. Bencana banjir silih berganti menerjang. Intrusi air laut berupa air besar menerjang daratan Zeeland tercatat sebagai salah satu banjir terparah pada tahun 1953. Setidaknya 1800 jiwa manusia kehilangan nyawa dan negara menjadi porak-poranda dengan 200.000 hektar area tenggelam oleh air. Betapa kalutnya negara belanda pada saat itu. Belanda menyerah?

Wilayah Belanda tidak hanya rentan terhadap banjir yang disebab terjangan air laut, tentunya juga kekurangan air tanah. Air tanah akan memiliki dampak pada produktifitas lahan dan pemukiman penduduk. Namun menyerah bukanlah prinsip warga Belanda.  Polemik yang ada membuat  the dutch kemudian mencetuskan salah satu teknologi terbaik di dunia perairan yaitu  Delta works Project.  Delta works hadir untuk menyempurnakan usaha belanda sebelumnya. Delta works hadir sebagai lambang bahwa Belanda tidak menyerah.

Picture4Delta works (sumber : 7wonders.org)

Bendungan, pintu air, kunci, tanggul, dan hambatan gelombang badai yang bersinergis  membentuk delta works secara fungsional.  Penahan gelombang ini dibentuk oleh pilar beton raksasa dan pergerakan pintu-pintu air dengan silinder hidrolik untuk menutup luapan saat air laut saat diatas normal.  Delta works dibangun hingga 3.000 kilometer di laut atau luar tanggul dan 10.000 kilometer dari dalam dari kanal, dan tanggul sungai, dan menutup dari muara laut  Zeeland yang memiliki kerentanan bencana yang tinggi. Dengan begitu, delta works dapat memperpendek garis pantai dan mengurangi jumlah tanggul yang  harus disiapkan untuk sistem polder. Pembangunan delta works membutuhkan waktu hingga 30 tahun dan tentunya dibutuhkan sinergis antara pemerintah dan masyarakat belanda.

Picture5

Rancangan Penempatan Delta works (sumber : 7wonders.org)

Delta works memberikan dampak pada sistem pengairan terpadu dalam mengurangi banjir di daratan rendah. Design yang begitu baik dengan pertimbangan multifungsional. Tahta sebagai salah satu keajaiban dunia modern pun dijatuhkan pada delta works. Selain dari sisi engineering, delta works juga unggul di sisi seninya. Kau bisa lihat betapa cantiknya delta works membelah laut sebelah barat daya belanda. Delta works juga menjadi salah satu jawaban atas kenaikan permukaan laut karna isu pemanasan global akhir-akhir ini.

Picture6Delta works dilihat dari ketinggian (sumber : diplomatmagazine.nl)

 

Picture7Cantiknya Delta works (Sumber : bestdutchbrands.org)

Belanda selesai hingga disitu? Tidak. Belanda terus berinovasi. Sistem demokrasi dan keterbukaan yang dianut Pemerintah Belanda memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan ide-ide terbaiknya. Teknologi perairan terus dikembangkan hingga saat ini. Sistem perairan menjadi salah satu fokus karna relevansi dengan produktifitas lahan berupa tanah yang subur. Puluhan ribu petani bekerja menghasilkan buah, sayur, dan bunga yang memiliki kualitas yang baik. Belanda pun menjadi salah satu produsen sayur dan buah terbesar di dunia. Tulip yang sebenarnya berasal dari Turki, dikembangkan dan tumbuh subur dengan berbagai warnanya dan menjadi khas belanda yang ikut diekspor ke negara lain. Ini tentunya berkat sinergis dan kreatifitas sistem perairan oleh warga dan pemerintah yang dikontrol secara bertanggung jawab dengan sistem yang baik dan berkelanjutan. keren!

Picture8Tulip dan kincir angin (sumber : unlockingli.com)

Picture9Senyum manis gadis kecil  (sumber : kidsbritanica.com)

Air sudah menjadi “teman bermain” bagi warga Belanda. Riset dan pengembangan teknologi perairanpun berkiblat ke salah satu negeri paling bahagia di dunia ini. Kreasi tanpa henti terus mengucur dari warga untuk negara. Bermental pioner, Belanda tak hanya memajukan negara sendiri, tetapi tentunya juga menginspirasi negara lain. Bisa kita bayangkan, negara yang tidak memiliki tanah berpijak, menjadi salah satu pemuncak sebagai produsen sayur dan buah di dunia. Bangsa yang memiliki segelumit permasalahan dengan air, menjadi bangsa yang terdepan dalan inovasi teknologi perairan. Kalau saja dulu Belanda menyerah pada keadaan, kita mungkin tidak akan melihat senyum manis  seperti saat sekarang. Dispereet niet!

Sumber Referensi :

Internet :

http://www.dutchwatersector.com

www.heardutchhere.net

http://www.opengovpartnership.org/country/netherlands

http://www.nesoindonesia.or.id/tinggal-di-belanda/geografi

http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda

http://www.7wonders.org/europe/netherlands/rotterdam/delta-works/

http://ms.wikipedia.org/wiki/Kawalan_banjir_di_Belanda