046. Ocean Fabric : Happy Ocean Happy Life

Penulis : Erick Reagan Margayudha Irana Akbar
Tema : Water

=========================================================================================================================================================

1

Jika lautan kita mati, maka kita pun akan mati karena kita tidak bisa hidup dengan lautan yang mati

Sebuah peryataan yang diungkapkan oleh Kapten Paul Watson, penggiat sekaligus penggagas Sea Sheperd Conservation Society (Komunitas Konservasi Laut), dalam sebuah acara peluncuran produk pakaian denim ramah lingkuan karya G-Star RAW, sebagai bentuk kampanye menyelamatkan lautan dari sampah plastik.

G-Star RAW merupakan perusahaan penjualan pakaian denim terbesar di Belanda yang berkerja sama dengan Tony Toussant, pemilik Bionic Yarn, mengubah sampah plastik di lautan menjadi lembaran kain-kain jeans yang disebut Ocean Fabric

Perusahaan ini sudah memiliki nama di Belanda, dan telah menisbatkan dirinya menjadi trend setter pakaian berbahan denim – street wear sejak tahun 1989 (G-Star brand)  dengan kualitas yang tidak diragukan lagi.

Meski perusahaan ini tidak memiliki pabrik sendiri, karena bekerja sama dengan puluhan supplier dari berbagai belahan dunia yang men-suplai produk untuk mereka, G-Star RAW tetap peduli akan kualitas tinggi dan kenyamanan produk yang dihasilkan serta keunikan dari setiap desain yang ditampilkan, hal ini sesuai dengan filososfinya yang berbunyi “Just the Product”.

Sejak akhir tahun 2006, G-Star RAW yang didirikan pada tahun 1997, oleh Remco de Nijs, CEO sekaligus Brand Manager, mulai peduli dengan industri yang berkesinambungan dan ramah lingkungan.

Hingga akhirnya mempertemukannya dengan Paul Watson (Sea Sheperd Conservation Society), Tyson Toussant (Pendiri Bionic Yarn) dan Pherell Williams (Artist sekaligus entrepreneur asal USA) dalam sebuah acara Berlin Fashion Week yang digagas oleh organisasi peduli lingkungan Parley for the Ocean, menciptakan karya inovasi hebat yang membuat saya berdecak kagum membacanya.

Kalau di Indonesia, pengolahan sampah plastik masih sebatas merubah sampah menjadi barang-barang kerajinan tangan, yang kita tahu bentuk asli sampahnya masih bisa kita lihat, nah ini .. boleh dibilang sim salabim abra kadabra he he he, memungut sampah plastik di lautan, yang berupa botol, kantong, pecahan piring plastik, dan sebagainya kemudian mengubahnya menjadi baju, celana, topi, kaos yang berbahan denim .. dan kerennn lagi .. plus harganya bikin kantong kempis.

2

Ide cerdas dan inovatif ini berawal dari kepedulian Kapten Paul Watson, akan kebersihan dan keberlangsungan hidup lautan yang mulai menurun akibat sampah-sampah plastik yang dihasilkan manusia.

Sampah plastik yang dibuang ke laut, maupun berada di pinggir pantai secara tidak langsung akan mempengaruhi kehidupan bawah laut. Sampah-sampah itu tidak dapat terurai, tapi bisa jadi menjadi pecahan atau serpihan kecil akibat hempasan ombak, kemudian akan dimakan oleh ikan-ikan dan biota laut, sehingga menyebabkan mereka mati.

Nah .. jika laut kita rusak, itu akan sangat berpengaruh pada keberlangsungan hidup manusia. Karena pada dasarnya planet kita ini, delapan puluh persen-nya adalah air. Paul Watson mengatakan, bahwa kita hidup dikelilingi oleh air, memang sih kita hidup di Bumi (Earth Planet) tapi kenyataannya kita hidup di Ocean Planet  bumi yang dikelilingi oleh air

Kualitas hidup kita sangat ditentukan oleh kualitas air. Dan jika kita tidak peduli dengan lingkungan sekitar kita, lalu siapa lagi yang akan peduli? Trus kalau lingkungan kita mati .. kita mau pindah kemana coba? Tuh kan bingung jawabnya ..

Lalu apa kontribusi mereka pada program konservasi laut dan bagaimana cara mereka membuat pakaian denim yang keren itu dari sebuah botol plastik? Begini caranya :

Pertama, mereka mengumpulan semua sampah plastik yang ada di lautan, termasuk yang ada di pinggir pantai, Lah kok cuma di lautan aja yang diambil?! Laah kan bener, mereka tujuannya untuk konservasi laut .. mungkin nanti kalau ketemu saya baru deh mereka bikin Hijab dari sampah plastik yang ada di sawah ha ha ha.. saya kan juga entrepreneur di bidang baju muslim :D

3 4 5 6

Okay lanjut, setelah sampah dikumpulkan, langkah kedua adalah menhancurkan atau menjadikan botol-botol plastik tersebut hingga berbentuk serpihan halus (Chips) kemudian diolah lagi menjadi Fiber.

Kalau yang model begini, saya juga pernah lihat di rumah pengolahan sampah di kampung saya, tapi mereka bilang diolah lagi untuk dijadikan bijih plastik. Bahkan di Jakarta, sudah ada yang bikin gas dari sampah plastik. Kebanyakan masih didaur ulang untuk dijadikan plastik lagi

Langkah ketiga, dari serpihan halus itu diolah menjadi benang dengan teknik pemintalan antara Fiber plastik dan benang (core yarn) kemudian dicampur dengan kapas menjadi benang yang kuat.

Menurut Tyson Tousant, komposisi fiber pada serpihan plastik itu sama dengan komposisi penyusun kain polyester. Bahkan benang yang terbuat dari sampah plastik ini jauh lebih kuat kualitasnya, dibanding yang terbuat dari campuran kapas dan polyester. Hasil kain yang dihasilkan pun kuat tapi tetap lembut dan halus, ini yang kemudian disebut Bionic Yarn. Bisa bayangin gak? He he he gak pusing kan.

Karena saya sehari-hari berjibaku dengan kain dan benang, saya sedikit paham yang dimaksud sama Mas Tyson ini. Dia juga mengatakan bahwa dalam proses selanjutnya, bisa juga ditambahakan Stretch pada kain yang dirajut, itu tuh kalau kalian beli celana jeans, kan ada tuh yang bisa melar .. nah itu yang dimaksud dengan Stretch Polyester.

Langkah keempat, dari benang Bionic Yarn itu kemudian dilakukan proses pemintalan dan rajut dengan mesin tenun yang modern. Hasilnya adalah kain-kain denim dengan warna-warna dan motif cantik, yang disebut RAW Ocean Fabric, sesuai dengan desain yang dirancang oleh tim G-Star RAW dan siap diproses menjadi pakaian, kaos, topi, celana, dan sebagainya, hingga akhirnya sampai ke tangan konsumen.

7

Wahh hebat ya mereka, dengan slogan Let’s Turn Ocean Plastic Into Something Fantastic” mengajak semua elemen masyarakat terutama anak muda yang identik dengan Street wear berbahan denim, untuk lebih peduli lagi terhadap lingkungan.

Coba deh kita tengok website mereka, keren banget content dan ilustrasinya, di sini http://rawfortheoceans.g-star.com/# kesannya kita seolah sedang terapung-apung di lautan, persis seperti nasib sampah yang kita buang di laut itu. Saya sangat salut dengan apa yang mereka lakukan. Mari kita tiru apa yang sudah mereka lakukan!

Hingga tulisan ini ditulis, katanya sih Bionic Yarn yang didirikan sejak tahun 2009 oleh Tyson Toussant, dan berfokus pada pengolahan tekstil dari sampah plastik lautan di seluruh dunia ini, sudah lebih dari 10 ton sampah plastik diolah menjadi tekstil yang lebih bermanfaat.

Tyson mengatakan bahwa apa yang dilakukan ini belum banyak, tapi setidaknya mampu mengurangi permasalahan dunia, terutama pengolahan sampah plastik dan konservasi laut. Hmmm So Humble and Innovative ya mereka semua!

Selain dengan Kapten Paul dan Tyson, G-Star juga bekerja sama dengan musisi terkenal asal Amerika bernama Pherell Williams untuk mengkampanyekan lautan dari sampah plastik. Dan dalam sebuah video yang diunggah oleh G-Star Raw di Youtube, terkait dengan model terbaru yang dilansir akhir 2014 Pherell Williams musisi yang kondang dengan lagu Happy ini mengatakan bahwa :

“If we could do what we supposed to do then the entire world will be happy!”

Dan sinilah kemudian muncul slogan baru untuk kampanye mereka, yaitu Happy Ocean Happy Life  hingga menjadi word icon pada salah satu kaos yang mereka jual.

Hmm menarik bukan?! Apa yang saya tulis ini baru secuil karya inovasi dari orang-orang Belanda, that’s why Think Hollands, Think Innovative. Semoga yang ini menjadi inspirasi untuk kita semua, tentang bagaimana kita memberikan sesuatu yang berarti untuk dunia, yaah minimal untuk linkungan kita deh!

 

Ditulis untuk Holland Writing Competition 2015 – dengan tema Inovasi Belanda pada empat elemen kehidupan – Air

 

 

Referensi :

https://www.youtube.com/watch?v=_yabPdBu_3I

https://www.youtube.com/watch?v=gvctVBf9gAI

http://www.creativeholland.com/en/denim-cleans-sea

 

http://www.hlntv.com/video/2014/09/17/bionic-weaves-happy-future-dead-plastic

https://www.youtube.com/watch?v=e2ziBgSNxLI

https://www.youtube.com/watch?v=heB01dCOj3s

http://jeanstories.com/the-stories/how-bionic-yarns-tyson-toussant-met-g-star-and-pharrell-and-made-jeans/

http://jeanstories.com/the-stories/remco-de-nijs-the-star-of-g-star-raw/