047. Pengendalian Banjir Sebagai Garis Depan Inovasi Belanda

Penulis : Iman Muhardiono
Tema : Water

=========================================================================================================================================================

1Peta Negara Belanda (http://www.mapsofworld.com/lat_long/netherlands-lat-long.html)

Secara geografis Negara Belanda berada pada 52⁰23’ Lintang Utara dan 4⁰55’ Bujur Timur. Negara ini diapit oleh Negara Jerman dan Belgia serta menghadap Laut Utara. Laut Utara tersebut dikenal memiliki karakteristik gelombang arus yang sangat tinggi. Namun Laut Utara membuat negara Belanda menjadi kaya akan kekayaan lautnya, meskipun dibalik keuntungan tersebut Laut Utara dapat menjadi bom waktu yang dapat merugikan negara ini kapanpun. Apabila hal tersebut terjadi, tidak hanya berimbas terhadap nama negara yang terkenal akan bunga tulip dan kincir anginnya tersebut, namun juga ekonomi kota kelas dunia dan paling tersibuk di seluruh dunia seperti Amsterdam dan Rotterdam. Pantai bagian selatan Belanda merupakan daerah rentan terkena imbas gelombang arus Laut Utara sehingga insinyur Belanda ditantang untuk merancang tanggul laut terbesar dan terpanjang yang pernah ada untuk mereklamasi daratan mereka.

2Bagian Belanda yg akan terkena Dampak Banjir Tanpa Tanggul  (http://en.wikipedia.org/wiki/Flood_control_in_the_Netherlands)

Sungai Rhine merupakan sungai terbesar dan terpanjang di negara Belanda memiliki panjang 1233 km dan luas Daerah Aliran Sungai seluas 220.000 km2 melintasi Negara Belanda, Prancis, Austria, Liechtenstein, Jerman , Swiss dan berakhir di Laut Utara. Sungai Rhine berperan sangat penting sebagai sumber air bagi pertanian di sekitarnya, namun karena alirannya yang besar membuat pemukiman penduduk setempat sering terkena banjir. Untuk melindungi lahan tersebut pada akhirnya para petani dan insinyur membuat tanggul sederhana dimana temboknya dirancang secara kuat dan padat untuk menjaga lahan pertanian mereka tetap kering. Teknik tersebut dinamakan polder dan karena keberhasilannya pemukiman sedikit demi sedikit mulai bermunculan. Namun seiring tumbuhnya pemukiman dan dataran baru, secara lambat laun kondisi permukaan tanah menurun dan membuat masalah baru dimana air hujan sulit mengisi air tanah kembali.

3Kincir Angin berkelompok  (http://www.let.rug.nl/polders/boekje/types.htm)

Permasalahan tersebut membuat para insinyur akhirnya menemukan teknologi kincir angin sebagai pompa bertenaga angin terbesar pertama di dunia. Kincir angin memiliki layar yang dapat menangkap angin Laut Utara dan mengkonversinya menjadi tenaga untuk menggerakan roda besar dibawahnya dan memompa air keluar kanal air.   Teknologi kincir angin berkembang sebagai solusi terbaik untuk permasalah drainase mereka, namun karena keterbatasan fungsi akhirnya insinyur mengaturnya kedalam kelompok sepanjang jaringan kanal guna mengefektifkan pengurasan air. Kincir angin memompa air secara perlahan dari titik dataran terendah melalui kanal menuju titik dataran tertinggi sungai dan akhirnya keluar menuju laut.

Seiring bertambahnya jumlah kincir angin membuat orang Belanda lebih cepat membuat daratan baru dan memodernisasi teknik reklamasi daratan. Kini kincir angin telah digantikan oleh peralatan modern dan ribuan pompa listrik yang bekerja setiap harinya untuk menguras air keluar dari daratan Belanda. Pompa modern tersebut memompa air keluar sebanyak 5 triliun galon setiap tahunnya dimana jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan air kota New York dalam 10 tahun.

4Cornelis Lely Tahun 1913 (http://en.wikipedia.org/wiki/Cornelis_Lely)

Pada awal 1916, gelombang arus Laut Utara menghancurkan dan menghanyutkan ribuan pemukiman bagian Utara Amsterdam. Otoritas Belanda mencari solusi untuk menangani permasalahan tersebut hingga muncul insinyur visioner bernama Cornellis Lely yang membuat suatu proyek ekstrim dalam bidang keteknikan era modern. Lely merancang pembuatan tanggul dengan memotong Laut Utara menjadi dua bagian dengan struktur yang besar (Zuiderzee Works). Tanggul tersebut memiliki panjang 19 miles  dan  melintasi arus Laut Utara yang paling mematikan di dunia.  Proyek ini melibatkan banyak orang dan teknik baru. Pada tahun 1927, proyek tanggul raksasa dimulai dan lima tahun sesudahnya pekerjaan tanggul diselesaikan tepatnya 28 Mei 1932. Buah keberhasilan teknologi dalam melawan banjir dan kerusakan yang dikibatkannya mendorong Lely untuk membangun banyak tanggul baru dan menutup inlet lama Laut Utara. Dalam kurun waktu 40 tahun banyak dataran baru terbentuk karenanya.

5Tanggul Oosterscheldekering  (http://en.wikipedia.org/wiki/Oosterscheldekering)

Pada 1 Februari 1953 badai angin terburuk sebesar 80 miles/jam yang berasal dari Laut Utara mendorong air laut setinggi 16 kaki menuju tanggul yang tengah berkondisi rusak akibat Perang Dunia II dan menghancurkannya, menenggelamkan daratan sejauh 40 mil dan menyebabkan sebanyak 2000 korban jiwa meninggal. Akibat tragedi tersebut, tahun 1958 insinyur Belanda terdorong untuk membangun tanggul penahan besar lainnya di daerah selatan, dimana tidak hanya satu inlet yang perlu dilindungi. Selama hampir 30 tahun mereka membangun tanggul didalam tanggul, membuat inlet danau baru dan mengarahkannya ke sungai dimana pada akhirnya hanya ada satu inlet yang tersisa.

Tekanan dari masyarakat Belanda pun menghampiri karena metode strukturnya merusak ekosistem perairan disana dan mengancam perikanannya. Pada akhirnya para insinyur menghentikan proses pembangunannya dan merancang kembali dengan pendekatan baru yang dapat melindungi daratan tanpa merusak industri perikanan disana. Dengan mengembangkan permintaan tersebut, para insinyur datang dengan proposal jenius untuk membangun tanggul berpintu penggerak yang hanya dapat ditutup ketika terjadi gelombang arus ekstrim.

6Peta Topografi Oostercheldekering (http://en.wikipedia.org/wiki/Oosterscheldekering)

Tanggul tersebut bernama “Oosterscheldekering”. Tanggul satu-satunya di dunia dengan berpintu penggerak berjumlah  62 dan pillar berjumlah 65. Dalam kondisi muka air normal setiap pintu dibuka ke atas sehingga air dari Laut Utara masuk, namun ketika muka air laut naik, pintu ditutup hingga ke dasar. Pada tahun 1997 Oosterscheldekering selesai dibangun dan akan mengamankan daratan Belanda selama lebih dari 200 tahun. Tanggul dilengkapi dengan sistem komputerisasi untuk memonitor kenaikan muka air laut. Apabila kondisi muka air mencapai 10 kaki dari muka air laut normal, tanda bahaya akan menyala dan komputer akan menutup pintu inletnya. Akan tetapi, teknologi tersebut belum sepenuhnya mengamankan daratan Belanda dimana masih tersisa satu inlet saluran yang belum tertutupi mengarah pelabuhan Rotterdam.

Pelabuhan Rotterdam merupakan pelabuhan tersibuk di Dunia. Setiap 6 menit sekali kapal kargo pembawa barang keluar dan masuk dari pelabuhan ini. Dalam 1 tahun, lebih dari 80.000 kapal dengan bobot lebih dari 320 juta ton beraktivitas di pelabuhan tersebut. Apabila gelombang arus Laut Utara datang menuju sungai Rhine, Rotterdam akan tenggelam dan perekonomian negara terganggu. Mengetahui bahwa mereka harus melindungi pelabuhan strategis tersebut, insinyur Belanda akhirnya menciptakan teknologi robot penahan gelombang arus. Tahun 1991, insinyur generasi baru Belanda menjawab tantangan tersebut dan menciptakan tanggul besar untuk melindungi daratan pelabuhan serta dipergunakan sebagai akses perdagangan.

7Pintu Maeslantkering saat ditutup (http://en.wikipedia.org/wiki/Maeslantkering)

Tanggul tersebut dinamakan “Maeslantkering”. Tanggul ini berbentuk busur dengan lengan terbuat dari tabung baja berukuran raksasa serta panjang 100 kaki berdiameter 6 kaki dan memiliki bahu berbentuk bola bertiang yang dapat berputar.  Pada tahun 1997, Ratu Belanda Beatrix mengesahkan tanggul bernilai 3 milyar dollar amerika ini. Maesiantkerring adalah robot terbesar yang pernah dibuat di dunia dan bergerak tanpa intervensi manusia.  Kemenangan inovasi Belanda tersebut mendorong energi baru untuk menciptakan teknologi pengendalian banjir yang lebih modern di dunia ini.

Daftar Pustaka