048. Teknologi Pengelolaan Air Sebagai Prioritas Inovasi Belanda

Penulis : Iman Muhardiono
Tema : Water

=========================================================================================================================================================

Air berhubungan erat dengan kondisi sosioekonomi masyarakat dan keamanan negara Belanda. Air juga merupakan sumber kedaulatan pangan dan energi terbarukan sehingga mereka selalu menjaga kuantitas dan kualitasnya. Guna menghadapi tantangan perubahan iklim, Belanda melakukan inovasi dan menciptakan teknologi baru khususnya pada bidang sumberdaya air (Bijlsma, 2011).

Separuh wilayah Belanda terletak dibawah permukaan air laut sehingga keamanan daratan mereka menjadi prioritas negara. Banjir yang kerap terjadi disebabkan kapasitas sungai tidak mampu menampung tingginya debit air sungai akibat curah hujan dan gelombang Laut Utara sehingga tanggul dan bukit berpasir merupakan teknologi inovasi yang paling tepat untuk mengatasinya.

Namun demikian, dibalik permasalahan air yang berlebihan, Belanda juga mengalami kondisi kekurangan air pada musim kering disebabkan kurangnya curah hujan, tingginya permintaan konsumen pemakai air, kurangnya infrastruktur untuk menampung persediaan air, dan kadar air asin yang tinggi akibat intrusi air laut juga menyebabkan kualitas air mereka rendah. Permasalahan tersebut berdampak buruk bagi berbagai sektor perekonomian negara antara lain, sektor pertanian karena produksi menjadi menurun, sektor transportasi laut karena permukaan air yang rendah menyebabkan kapal kargo hanya dapat membawa sedikit barang, dan sektor energi karena kurangnya kinerja pembangkit akibat suhu air terlalu hangat.

Akibat permasalahan tersebut, Belanda akhirnya membuat inovasi yang berbasis 4 aspek pengelolaan air, yakni meningkatkan keamanan akibat daya rusak air, mengembangkan ketersediaan air bersih, menciptakan teknologi terdepan dalam menjaga kualitas air dan menciptakan kota yang tahan kondisi iklim (Van Haegen, 2014). Kini dalam menghadapi perubahan iklim dan permintaan air di masa depan, mereka memiliki 35 inovasi teknologi dalam pengelolaan air .

1 1a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014

1. Perkuatan Tanggul dengan Pasir

Inovasi ini merupakan solusi alternatif untuk penguatan tanggul dan pengembangan kegiatan konservasi air. Lokasi: Tanggul Houtrib

2 2a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

2. Inovasi Penguatan Tanggul

Sebuah teknik perkuatan tanggul pada bagian yang miring untuk menjaga stabilitasnya. Lokasi: Hagestein dan Opijnen

3 3a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

3. Tanggul Multifungsi

Tanggul ini dapat dijadikan area untuk berekreasi dan restorasi alam. Lokasi : Scheveningen dan Cadzand.

4 4a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

4. Pengawasan Berteknologi Sensor

Dengan menggunakan sensor, kondisi keamanan terkini tanggul dan muka air dapat diawasi secara terus menerus. Lokasi : Lauwermeer dan Ommelander Groningen

5 5a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

5. Inland Shores

Teknik penampungan air bersih ketika periode masa kering. Di Weirengermeer, inovasi ini diperuntukan untuk suplai air  pertanian, budidaya hortikultura, budidaya perikanan. Lokasi : Polder Koopmans, Ijsselmeer

6 6a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

6. Sand Motor (Pasir Gerak)

Proyek konservasi ini dibangun seperti semenanjung pantai menggunakan sebanyak 21,5 million m3 pasir. Diperkirakan setelah 20 tahun akan menjadi tambahan pantai seluas 35 hektar. Lokasi: Ter Heijde

7 7a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

7. Penambahan Tinggi Saluran Sungai

Peningkatan tanggul disepanjang lahan pertanian  dan pemukiman (713 hektar) diharapkan dapat menahan banjir ketika terjadi hujan. Lokasi : Veesen-Wapernveld

8 8a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

8. Delta Flume

Teknik variasi pasangan batu diharapkan dapat mengurangi kekuatan gelombang air pada tanggul.  Keuntungan dari teknik ini adalah murah dan ramah lingkungan. Lokasi : Delft

9 9a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

9. Perkuatan Tanggul Berbahan Geotextile

Rembesan air dan pasir pada tanggul dapat membahayakan stabilitasnya. Geotextile ini berfungsi sebagai saringan yang dapat menghalangi pasir untuk masuk melalui tanggul. Lokasi : Lek dan Rijndijk

10 10a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

10. Pelebaran sungai

Dalam memberikan ruang terhadap sungai, lahan 550 hektar di Polder Overdiepse dilebarkan menjadi lokasi tempat penyimpanan air bersih. Lokasi : Waspik

11 11a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

11. Relokasi Tanggul di Lent

Tanggul di sepanjang Sungai Waal di Lent akan dipindahkan sejauh 350 meter kearah daratan. Hasil ekskavasi saluran sungai akan dijadikan pulau sebagai tempat rekreasi alam. Lokasi : Lent

12 12a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

12. Pusat Pengujian Gelombang Pasang Surut

Sebanyak enam tabung pembuangan sungai Flakkee akan dipersiapkan untuk menguji turbin pasang surut. Lokasi : Bendungan Gravelingen

13 13a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

13. Turbin Pasang Surut

Dua pintu pembuka pada tanggul laut ini akan difungsikan sebagai penggerak turbin yang dapat menghasilkan listrik sebesar 4-5 megawatt. Lokasi : Tanggul Laut Oosterschelde

14 14a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

14. Turbin multifungsi

Turbin ini dapat digunakan sebagai pompa air untuk mempercepat pengurasan kondisi debit air kanal ketika sedang tinggi dan dapat digunakan sebaliknya untuk mengisi kanal saat kering. Lokasi: Kanal Stieltjes

15 15a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

15. Teknologi 3 Dimensi

Program ini difokuskan untuk mengkalkulasi debit aliran secara cepat dengan menampilkan gambar sebenarnya dalam permodelan 3 dimensi. Lokasi : Delfland, Noorderkwartier, Bendungan Brouwers

16 16a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

16. Permainan Cuaca

Alat interaktif spasial 3 dimensi digunakan stakeholder dalam memperkirakan tantangan perubahan iklim dan merencanakan solusinya. Lokasi : Delft, Rotterdam

17 17a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

17. Teknologi Bendungan Afsluitdijk

Pada bendungan ini akan dibangun pembangkit listrik dengan tenaga osmotik, pembangkit pasang surut dan turbin tenaga angin serta tenaga surya. Lokasi : Bendungan Afsluitdijk

18 18a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

18. Kotak Penyangga

Teknologi ini  digunakan sebagai penahan air sementara ketika terjadi banjir. Kotak ini dapat dibawa dan berbentuk sederhana. Lokasi : Rinjland, Nooerderzijlvest

19 19a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

19. Teknologi Saringan Pemisah Air Tawar dan Asin

Teknologi ini dapat mencegah tercampurnya air asin dengan air tawar. Terdapat 23 pintu kanal yang akan dipasang oleh teknologi ini. Lokasi : Bendungan Philip

20 20a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

20. Teknologi Penetral Salinitas

Teknologi ini dibagi menjadi Kreekrug (percobaan menginfiltrasikan air kedalam tanah), menyimpan air dalam tanah, dan Drainzbuffer dengan menggunakan gelembung air dengan menambah tinggi muka air tanah ketika musim dingin. Lokasi : Kerkwerwe, Serooskerke, Ovezande

21 21a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

21. Toilet Bervakum dan Penjernihan Urin

Toilet bervakum ini menggunakan udara dan sedikit air untuk flushing. Konsentrasi air limbah, polusi, fosfat dan amoniak dapat dijernihkan dengan bantuan mikroba,. Lokasi : Sneek, Wageningen, Hague

22 22a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

22. Kentang dari Tanah Asin

Seiring perubahan iklim, salinitas menjadi tantangan pada dunia pertanian. Peneliti mencoba membudidayakan kentang pada tanah asin. Kentang tersebut kaya akan mineral dan komposisi yang baik serta memiliki rasa yang lezat. Lokasi: Texel

23 23a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

23. Efesiensi Energi Desalinasi

Desalinasi merupakan proses yang sangat mahal dan membutuhkan energi besar. Voltea BV mengembangkan Capactive Deionization (CapDI). Sistem dengan 2 langkah elektroda yang dilapisi membran yang dapat memisahkan air dari polusi. Lokasi: Sassenheim

24 24a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

24. Wadden Marker

Proyek konservasi ekosistem perairan di sekitar Markermeer . Perairannya rusak akibat kekeruhan air yang disebabkan oleh sedimen yang terbawa air. Lokasi: Markermeer, Tanggul Houtrib

25

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

25. Alat Pemantauan Air

Alat WISP (Water Insight Spectrometer) ini diciptakan oleh Water Insight BV untuk memantau kualitas air. Dari foto ketelitian warna air dapat diterjemahkan seperti contohnya alga atau sedimen.

26 26a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

26. Pharmafilter

Pharmafilter merupakan solusi penyaringan air limbah medik rumah sakit. Limbah difermentasikan dan disaring residunya untuk menghasilkan biogas sebagai sumber energi/pemanas. Lokasi : Delft, Terneuzen, Rotterdam

27 27a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

27. Nereda- Penjernihan Limbah Secara Biologi

Teknologi ini menggunakan bakteri untuk menjernihkan limbah air. Nereda berbentuk butiran yang akan mengikat kotoran organik dan senyawa (nitrogen dan fosfat). Teknik ini menghemat bahan kimiawi dan energi. Lokasi : Vroomshoop, Utrecht, Garmerwhole

28 28a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

28. Penyaringan 1® Step

1®Step Filter merupakan teknik menjernihkan air dengan hanya 1 langkah. Dengan desain lebih fleksibel dan hemat biaya serta sedikit konsumsi energi. Lokasi: Wijdemeren

29 29a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

29. Restorasi Fosfat

Fosfat yang berasal dari lumpur yang berasal dari lokasi pengolahan air limbah dirubah menjadi struvite. Di Amersfoot metode ini menghasilkan energi hijau dengan total 900 ton pupuk tiap tahunnya. Lokasi : Emmen, Echten, Amsterdam, Amersfoot

30 30a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

30. Hidrolisis Bertekanan Panas

Proses fermentasi lumpur limbah akan menghasilkan biogas lebih dari 40%. Dengan teknik ini dapat mengurangi kebutuhan 50 % listrik di pengolahan limbah di Venlo. Lokasi : Venlo

31 31a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

31. Hydrochip

Hydrochip adalah teknologi DNA mikroorganisme seperti diatom dan algae yang sangat sensitif terhadap perubahan air. Alat ini dapat mengidentifikasi dan menghitung pada spektrum yang lebar dari indikator organisme dalam sampel air. Lokasi : Zeist

32 32a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

32. Flowcytometry

Merupakan teknologi otomatis untuk mengidentifikasi alga berbahaya di permukaan air otomatis. Alga yang tersaring dan bersinar akan memberikan informasi mengenai jumlah dan keberadaannya.  Lokasi : Eijsden Pontoon

33 33a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

33. Kotak Air

Teknologi pemanenan air hujan yang multifungsi ini diposisikan di perkotaan padat penduduk. Lokasi : Benthemplein

34 34a

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

34. Penyangga Iklim

Teknik konservasi ini digunakan pada lokasi yang berlimpah air agar keberlanjutan dan supply air lebih terjaga. Focus dari teknik ini lebih kepada kemampuan alam untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim. Lokasi : Groningen

35 35a

 

(Sumber : Water Innovations, Ministry of Infrastructure and The Environment, 2014)

35. Peta Adaptasi Iklim

Peta geospasial digital ini dapat menampilkan probabilitas perubahan iklim skala regional. Membantu stakeholder dalam proses perencanaan dan publik untuk lebih tahan dampak cuaca di masa depan. Lokasi : Rotterdam

Daftar Pustaka :

  • Bijlsma, Luitzen. 2011. Water Management in The Netherlands. Ministry of Infrastructure and The Environment. Netherland (www.rijkswaterstaat.nl)
  • Van Haegen, Melanie Schultz. 2014. Water Innovations in The Netherlands. Ministry of Infrastructure and The Environment. Netherland (www.rijkswaterstaat.nl)