051. Belanda ‘Raja Air Dengan Delta Works’

Penulis : Muhammad Rajiv Syarif, S.IP
Tema : Water

=========================================================================================================================================================

Belanda merupakan sebuah negara yang terletak di benua eropa dan memiliki catatan sejarah unik tentang cerita mereka dalam mengelola alam tempat negara tersebut berada. Kerajaan Netherlands terdiri dari negara Belanda sendiri dan enam kepulauan Aruba dan Netherlands Antilles di Laut Karibia. Nama resmi negara ini adalah Nederland yang berarti ‘negara yang berada di tanah rendah’, karena sebagian besar tanahnya berada atau di bawah ketinggian permukaan air. Sebuah kondisi dimana Belanda diharuskan beradaptasi dengan ketinggian air laut yang lebih tinggi daripada daratan negaranya sendiri. Singkatnya, negara dengan salah satu tim sepak bola terbaik dunia ini pernah memiliki masalah besar dalam mengelola air pada skala besar, sehingga bencana alam seperti banjir pun tidak dapat Belanda hindari.

Situasi di atas memberikan semangat baru bagi belanda dalam menumbukan inovasi dalam menghindari bencana alam. Masyarakat Belanda mengawali sejarah mereka dengan bencana banjir tahun 1953. Peristiwa tersebut seakan menyadarkan mereka tentang betapa pentingnya upaya memunculkan sebuah proyek guna menyelamatkan negara ini dari kondisi geografis mereka yang kurang beruntung. Maka Salah satu proyek besar yang mampu mengubah ketidakberuntunga tersebut adalah Delta work.

Daratan zeeland di Belanda diterjang banjir pada tahun 1953 dan bencana tersebut menewaskan ribuan orang. 20 hari setelah kejadian, pemerintah dengan cepat membentuk komisi Delta dalam menangani problema tersebut. Panitia ini diberi tugas memberikan saran tentang pembuatan dan proses pengerjaan Delta tersebut, yang diharapkan mampu menjaga Belanda dari ancaman banjir di masa yang akan datang.

Kesadaran warga Belanda mulai bangkit,  The Dutch (panggilan orang Belanda) memulai menciptakan sebuah inovasi bagi negaranya dari teknologi kuno hingga High Quality Technology. Disebabkan daratan Belanda sebagian besar berada di bawah permukaan laut, maka dibangunlah pematang raksasa atau yang biasa disebut duinen . Tanah-tanah rendah tersebut dibentengi dengan bukit-bukit pasir raksasa yang membentang luas dari wilayah selatan negara Belgia hingga ke bagian utara yaitu wilayah Groningen dan Friesland. Selain itu, Terdapat usaha untuk  pembuatan bendungan yang tidak begitu besar karena kawasan perluasan tanah yang terbatas, kemudian pekerjaan semakin berkembang dengan melakukan pengeringan danau dan rawa-rawa pada abad ke-16. Hal ini juga merupakan usaha untuk memperluas daratan di negeri Total Football tersebut.

Delta Works termasuk salah satu dari 7 keajaiban dunia modern. DeltaWorks dibangun pasca banjir tahun 1953, dan selesai pada tahun 1997. Faktanya ialah dibutuhkan waktu sekitar 44 tahun dan menghabiskan biaya 8 miliiar dolar untuk membangun bendungan yang disebut-sebut mampu menahan terjangan badai besar yang hanya muncul sekali dalam kurun waktu 10.000 tahun, dengan ketinggian badai mencapai 13 meter diatas permukaan laut. Arsitektur bangunannya dua kali lebih tinggi dibandingan bendungan New Orleans sehingga dalam urusan perawatan saja deltaworks membutuhkan biaya 500 juta dollar tiap tahunnya.

Picture1Proyek Delta Works, Rotterdam, Belanda.

Sumber: http://www.ice2sea.eu/wp-content/uploads/sites/27/2012/01/DeltaWorks1.png

Pertanyaan besar muncul, apakah biaya pembangunan Delta Works tidak terlalu mahal padahal kebedaraannya sendiri masih berupa bendungan saja? Jawaban atas pertanyaan tersebut kini terungkap. Belanda telah berhasil mengembangkan teknologi berstandar yang telah bertahan bertahun tahun dan kehadiran Delta Works sebagai inovasi mutakhir pada elemen air telah diadaptasi oleh hampir di semua negara di dunia. Terbukti, hingga saat ini, proyek rumit yang diselesaikan dalam kurun waktu 44 tahun tersebut, berhasil “mengamankan” Belanda dari bahaya banjir bahkan  membuat sistem pengelolaan air di Belanda menjadi yang terbaik di dunia. Delta Works secara tidak langsung menjadi tolak ukur terhadap tata kota Belanda seperti kanal-kanal yang indah, jalur air yang sangat berguna bagi transportasi, dan lain sebagainya. Kini, sebutan polder, dam, dan kanal merupakan istilah istilah yang tak akan jauh dengan negara ini.

Keberhasilan pengelolaan air ni Belanda memberikan banyak dampak positif bagi negara kincir angin tersebut. Selain memperpendek total panjang tanggul dengan 700 kilometer, Posisi Delta Works memiliki kelebihan lainnya seperti :

  • Ketersediaan  air tawar untuk bidang pertanian telah ditingkatkan. Karena perbatasan antara air tawar dan air asin itu bergerak lebih jauh ke barat, air tawar kurang diperlukan untuk menyeimbangkan pembagian air tawar-air asin.
  • Keseimbangan  air dari daerah Delta telah ditingkatkan. Berkat pembangunan bendungan utama dan pembantu, sungai di daerah ini bisa dimanipulasi dengan lebih mudah. Berbagai jenis pintu air memungkinkan untuk memungkinkan air segar, atau air yang tercemar atau kelebihan keluar.
  • Pembangunan Delta Works didorong antara banyak pulau dan semenanjung. Sebagian besar provinsi Zeeland telah benar-benar diisolasi selama berabad-abad. Pembangunan Jembatan Zeeland bersama-sama dengan  terowongan bawah Westerscheldetunnel (2003), juga membantu meningkatkan mobilitas.
  • Pengiriman lintas air kian berkembang oleh Pekerjaan Delta. Pada tahun 1976, Belgia dan Belanda menandatangani kontrak yang akan mengatur pengiriman antara pelabuhan Antwerpen dan Rotterdam.
  • Proyek Delta telah mempengaruhi perkembangan baru di bidang alam dan rekreasi. Dapat dimaklumi, sejumlah cagar alam yang dulunya rusak, kini telah dikompensasi dan cagar alam baru telah muncul di lokasi berlainan.

Belajar dari Negara Belanda dengan penguatan elemen airnya, menjadi motivasi kuat dalam menjadikan Indonesia bisa terbebas dari bencana banjir. Puluhan tahun lamanya ibukota negara Indonesia yakni Jakarta terendam oleh luapan air banjir. Selain merugikan masyarakat, banjir juga banyak merusak infrastruktur yang terletak di tengah-tengah keramaian Jakarta. Banyak upaya telah dilakukan oleh pemerintah terhadap penganggulangan banjir, namun semuanya sia-sia sebab kesadaran masyarakat Jakarta pun masih ‘jauh panggang dari pada api’. Keseriusan seluruh elemen di ibukota mutlak diperlukan agar melekatnya istilah banjir dengan Jakarta bisa dihilangkan.

Sebuah pembelajaran untuk Indonesia dari Menteri Lingkungan Hidup dan Infrastruktur Belanda Melanie Schultz pada tahun 2014 lalu kepada delegasi Indonesia di Hoek van Holland, Rotterdam. Melanie berkata, “It’s the never ending battle” artinya ‘Pertempuran ini Tidak Pernah Berakhir’ dalam melawan bencana banjir yang menghantui Belanda sejak berabad-abad. Sebab Belanda sendiri 55 persen lebih wilayahnya ada di bawah permukaan air laut. “Bahkan, ada yang 7 meter di bawah permukaan laut,” ujar Menteri Scultz (Tempo.com, 24/03/ 2014).

Sejak itu pemerintah Belanda bertekad dengan segala daya-upaya melindungi negerinya dari bencana banjir. Melalui Delta Works yang terdiri atas lima pilar, yakni Delta Program, Delta Law, Delta Fund, Delta Commissioner dan Delta Decision, diciptakan agar dapat melindungi wilayah tepian sungai (delta) Rhine-Meuse-Scheldt dari air laut. Di antaranya, pembangunan bendungan dan storm surge barriers–atau penghalang arus badai. Sebuah inovasi briliant negara kecil yang menginspirasi dunia dalam menjaga keberadaan air dan Indonesia harus mencontoh teladan Belanda tersebut.

Referensi:

http://www.nesoindonesia.or.id/tinggal-di-belanda/tentang-belanda

http://www.tempo.co/read/news/2014/03/24/206564804/Kisah-Delta-Si-Penumpas-Banjir-Hadir-di-Pertemuan-Boediono

http://www.7wonders.org/wonders/europe/netherlands/rotterdam/delta-works.aspx

http://www.ice2sea.eu/wp-content/uploads/sites/27/2012/01/DeltaWorks1.png