052. Pembangkit Listrik Blue Energy

Penulis : Wihellmina Quein
Tema : Water

=========================================================================================================================================================

Apakah kalian pernah mendengar istilah blue energy? Blue energy adalah istilah yang sering dipakai untuk menamakan sumber-sumber penghasil energi yang ramah lingkungan. Warna biru sering dianggap sebagai manifestasi langit biru ataupun laut biru yang jernih dan bebas polusi dan dianggap sebagai energi yang ramah lingkungan.

Kali ini para peneliti di Belanda mencoba untuk mempopulerkan sumber energi baru terbarukan yang disebut “blue energy” atau “listrik dari air”. Ketika kita berpikir tentang energi dari air, kita berpikir tentang energi pasang surut atau mungkin gelombang energi. Tapi listrik juga dapat dihasilkan dengan mencampur garam dan air tawar dan Belanda memiliki potensi alam yang besar untuk keduanya.

Picture1http://www.utwente.nl/en/newsevents/!/2014/11/349878/first-blue-energy-power-plant-opened-ut-made-large-contribution

Cara kerja “ blue energy” atau “ listrik dari air ini sederhana, menurut Profesor Kitty Nijmeijer dari MESA, dari lembaga penelitian University of Twente “listrik dapat dihasilkan di mana pun air tawar dan air asin bertemu, misalnya di mana sungai mengalir ke laut”. Listrik dapat dihasilkan oleh perbedaan salinitas antara garam dan air tawar atau payau yang dapat mendorong ion, menghasilkan listrik. Dengan pencampuran dikendalikan garam dan air tawar di lingkungan dengan membran semipermeabel. Metode Reverse Electrodialysis (RED) inilah yang dipilih oleh belanda karena lebih menjanjikan untuk pengekstrakan energi. Listrik yang dihasilkan dari “Blue Energy” ini sangat bisa dipertahankan, karena tanpa emisi CO2, NOx dan SOx.

2http://www.utwente.nl/en/newsevents/!/2014/11/349878/first-blue-energy-power-plant-opened-ut-made-large-contribution

Sebenarnya Pemerintah Belanda, melalui pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Wetsus, serta pihak swasta ENECO Energie dan REDstack sudah mempersiapkan proyek ini sejak tahun 2004 dan pada tangggal 26 November 2014 yang lalu, Yang Mulia Raja Willem-Alexander menempatkan pembangkit listrik Blue energy pertama di dunia dimana lokasi yag ditetapkan adalah kawasan berlimpah suplai air di muara Waddenzee dan Afsluitdijk,  (Afsluitdijk membagi Danau Ijssel (air tawar) dari Laut Wadden).

Afsluitdijk bukanlah satu-satunya tempat yang cocok untuk pengembangan “ blue energy” di Belanda. Tempat dengan potensi alam terbesar yang juga cocok untuk pengembangan “ blue energy” berada di daerah Rotterdam, yang mana debit air dari dua sungai utama yaitu Rhine dan Meuse mengalir melalui Belanda menuju ke laut.

Blue Energy memiliki potensi besar di seluruh dunia, dan Belanda, dengan keahlian pengelolaan air dan teknologi, memiliki peluang yang sangat baik untuk mengembangkan sumber energi berlimpah ini.

Reverensi:

http://news.detik.com/read/2008/05/23/224253/944201/10/belanda-sudah-lama-siapkan-blue-energy

http://www.utwente.nl/en/newsevents/!/2014/11/349878/first-blue-energy-power-plant-opened-ut-made-large-contribution

https://ams.confex.com/ams/89annual/techprogram/paper_146216.htm