053. The Secret of Netherlands : Minim Lahan, Kaya Hasil

Penulis : Musa
Tema : Earth

=========================================================================================================================================================

“Siapa yang tidak kenal dengan Bangsa Belanda ??”

Ketika semua orang  mendengar kata “Belanda”

Mereka langsung menerawang dalam benak pikirannya yaitu :

“Kincir Angin”

“Bunga Tulip”

“Negeri dibawah laut”

“Ehmm, mau tahu lebih jelasnya, Simak yah!!”

Dalam bahasa Belanda: Koninkrijk der Nederlanden, secara harfiah berarti (Kerajaan Tanah-Tanah Rendah) atau  dengan kata lain Belanda merupakan Negara yang kebanyakan tanahnya berada di bawah permukaan laut.

1

Secara Geografi berada di bawah permukaan Laut Utara. Belanda adalah contoh negara yang gigih menghadapi tantangan alamnya. Air adalah masalah besar untuk Negara ini. Nama Netherlands pun sejatinya berasal dari kata Belanda ”neder” yang berarti rendah dan ”land” yang berarti tanah. Karena itu, mereka sudah sejak lama berjuang melawan laut yang terus merangsek ke daratan. Dengan luas wilayah hanya 41.526 km persegi. Memiliki kontur tanah berada di bawah permukaan laut. Akan tetapi  tidak membuat penduduk berduyun-duyun untuk meninggalkan tanah Belanda.

“Kenapa demikian ??”

Di tengah kekurangan yang dimiliki, Belanda berusaha mencari solusi arsitektur yang inovatif dan kreatif agar tetap dapat menjadi tempat tinggal bagi penduduknya untuk bertahan hidup. Buktinya, hingga saat ini Belanda masih tetap menjadi negara layak huni dan masuk di urutan ke 17 “The Best Countries In the World to Live in”.

“Wah Luar Biasa Kerenkan??”

“Makin bingung dan garuk-garuk kepala deh kalau gini??” Eheheh

Setiap negara di dunia tidak terlepas dari masalah dan tantangan. Negara besar dan maju sekalipun tidak akan terlepas dari masalah yang membayangi kehidupan negara. Pelajaran berharga yang dapat dipetik dari Belanda adalah kemampuannya dalam menghadapi dan memecahkan tantangan melalui inovasi dan kreativitas bangsanya sendiri. Tidak diragukan lagi mengapa Belanda mencapai kemajuan pesat dalam berbagai bidang. Mau tahu resep rahasianya ??

Resepnya adalah mandiri, inovatif, dan kreatif.

Berkaca dari pengalaman negeri Belanda yang juga hidup dari sektor pertanian, perlu disadari bahwa industri pertanian bisa dijadikan pendorong utama perekonomian Indonesia.

Daerah pinggir laut yang dulu semestinya adalah laut kini disulap menjadi lahan pertanian yang subur, peternakan, dan lokasi utama agroindustri yang mampu menyumbang 20 persen terhadap pendapatan nasional (PNB) Belanda. Pendapatan per kapita Belanda pun tercatat 2 persen di atas rata-rata orang Eropa.

Wihh engak nyangka, kan??

“Makin kagum aja deh sama Negeri Van Oranje ini”

“Jadi gak sabar untuk belajar dan menjelajahi Negeri Van Oranje ini secara langsung”
Menurut Data : Ekonomi Belanda ditopang sekitar 20 persen dari agroindustri, dan Universitas Wageningen, sebagai pusat studi dan juga pusat riset pertanian Belanda, turut memainkan peran kunci dalam kemajuan pertanian yang dicapai negeri berpenduduk sekitar 17 juta jiwa ini (dibandingkan Indonesia yang 240 juta jiwa).

Dan Kuncinya adalah Riset

Universitas Wageningen menjadi salah satu pusat riset dengan hasil risetnya yang diterapkan Pemerintah Belanda dalam menjalankan roda pertanian Negeri Kincir Angin itu. Yaitu belajar dari pengalaman selama perekonomian sulit di masa Perang Dunia ke-2, hal ini dilakukan Belanda dengan melakukan investasi di bidang riset. Dari riset-riset ini kemudian digulirkan inovasi-inovasi, di antaranya untuk industri pertanian ini.

Wageningen, sebagai salah satu pusat studi dan pusat riset pertanian, pada akhirnya tidak hanya menampung mahasiswa-mahasiswa domestik untuk gelar doktor (PhD), tetapi juga menjadi semacam pusat riset yang lebih internasional. Dan mereka pun tak segan-segan untuk melakukan perjalanan riset ke Bogor, Yogyakarta, dan Jakarta untuk melakukan penjajakan kerja sama dengan Indonesia. Selain itu, setidaknya ada 104 mahasiswa Indonesia yang belajar Wageningen,. Wageningen terkenal dengan kota pelajar dan ilmuwan. Dari sekitar 35.000 penduduknya, 6.500 orang di antaranya adalah para pengajar dan staf Universitas Wageningen dan 10.000 lainnya adalah mahasiswa.

“Serukannn??”

“Siapa yang berminat belajar di Belanda/ Wageningen?? Coba tangannya ngacung!!”

2Sumber : http://nvo.or.id/wageningen-kota-life-sciences-yang-bersejarah/

Yang lebih mencengangkan, bahkan industri benih merupakan salah satu penghasil utama pertanian, di samping tentunya penghasil utama adalah industri bunga, Analoginya adalah dengan memberikan sebuah ilustrasi bahwa sekilogram benih tomat dari Belanda saat ini, misalnya, di Eropa bernilai lebih mahal daripada sekilogram emas. Itu semua merupakan hasil riset dan teknologi yang dikembangkan Belanda sejak lebih dari setengah abad yang silam.

“Dan satu hal lagi membuat saya tidak bisa tidur, mengapa??”

Belanda adalah eskportir agri-food terbesar kedua di dunia setelah USA. Menjadi produsen raksasa agri-food yang melimpah dengan tetap fokus pada tiga hal utama: healthy food (pangan sehat), suistanability and food security (ketahanan dan pengamanan pangan), food safety and quality (keamanan dan mutu pangan).

3Tomat merupakan salah satu produk ekspor Belanda dalam sektor pertanian.

Kuncinya ada pada kebijakan pemerintah yang mendukung penguatan sektor pertanian yang kompetitif, keterampilan wirausaha yang handal, dukungan dari riset pertanian pemerintah dan sistem pendidikan, serta industri dengan suplai dan prosesing yang inovatif.

Inovasi yang berorientasi pada teknologi dan agro-ecology layaknya menjadi sesuatu yang penting untuk diungkap. Karena setidaknya ada berbagai macam inovasi yang dikembangkan untuk mencapai keberhasilan pertanian mereka, yaitu manajemen ketahanan tanah, pengurangan emisi nutrisi tanah dan sistem agro-ecology pada lahan pertanian.

4

5

6Sumber : http://aldokawar.blogspot.com/2015/02/ladang-tulip-belanda.html

Yang semua inovasi tersebut berawal dari elemen tanah.

Tanah yang biasa dianggap remeh sebenarnya sesuatu yang amat penting bagi kehidupan umat manusia. Bayangkan saja jika 99,7% dari seluruh makanan manusia berasal langsung dari tanah. Tanah menyimpan lebih banyak karbon dibandingkan dengan atmosfer dan seluruh tanaman jika digabung. Dan tanah yang sehat menyimpan banyak air segar serta melindungi dari erosi, banjir, dan kekeringan.
Akan tetapi, tanah kini terancam. Degradasi kerusakan tanah telah berdampak secara dramatis pada keamanan makanan, iklim, dan juga kesehatan. Setiap menit manusia merusak tanah subur setara dengan 30 kali lapangan bola, kebanyakan karena cara pertanian yang tidak bertanggungjawab.

Dalam pandangan Bangsa Belanda, manajemen ketahanan tanah berarti sebuah pendekatan integratif terhadap kualitas tanah. Menghindari dari bahan kimia. Berpindah pada pola rotasi yang terencana, struktur tanah, mikroba dan fauna, dan hubungan diantara semua hal tersebut. Karena tanah yang subur adalah dasar dari ketahanan pertanian dan kualitas lingkungan.

Jangan pernah menterah, sesuai dengan peribahasa Belanda ; Kop op als het water je tot de lippen reikt” Hold it if the water reaches your lips. Ketika segalanya terasa gelap. Ketika semua kesulitan telah mencapai puncaknya. Bertahanlah! Sebentar lagi matahari terbit. Karena puncak kesulitan adalah awal dari munculnya kemudahan. Barangsiapa mampu bertahan di puncak kesulitan, dia akan segera memetik hasilnya.

Referensi :

http://www.hollandtrade.com/media/hollandtrade-infographics/agrifood/

http://www.louisbolk.org/suistainable-agriculture/soils
http://saveoursoils.com/the-soilution.html
http://www.ndicea.nl/indexen.php
http://news.detik.com/read/2013/11/17/173444/2415273/103/pada-belanda-kita-belajar-tani-dan-pangan