056.Demi Air yang Mengalir

Penulis : Oda Sekar Ayu Issusilaningtyas
Tema : Water

=========================================================================================================================================================

Picture1foto oleh : 123RF.com / lokasi : Nijmegen, Belanda 

 ‘Na regen komt zonneschijn

Kalimat di atas adalah sebuah peribahasa yang lazim terdengar di Belanda. Terjemahan bebas dalam bahasa Indonesia-nya adalah ‘muncul terang matahari setelah hujan’. Sementara itu padanan dalam peribahasa Indonesia juga bisa diartikan seperti ‘habis gelap terbitlah terang’.

Begitu akrabnya orang-orang Belanda dengan hujan hingga mereka menggambarkannya sebagai sesuatu yang begitu dekat dengan rutinitas sehari-hari. Meski hujan digambarkan sebagai sesuatu yang berkonotasi tidak terlalu menyenangkan dalam peribahasa di atas, namun hujan juga menunjukkan adanya sebuah harapan akan terang atau keadaan yang menenangkan.

Curah hujan rata-rata pertahun di Belanda adalah .[1] Jumlah ini sangat banyak mengingat luas kawasan Belanda hanya . Dengan keadaan demikian, orang Belanda ‘terpaksa’ harus terbiasa dengan hujan. Persiapan menghadapi hujanpun bukan lagi sesuatu yang hanya menjadi nasehat semata. Payung selalu tersedia dalam tas serta jas hujan ponco pasti melengkapi perjalanan mereka yang terbiasa mengendarai sepeda.

Saat hari baru dimulai, orang-orang yang tinggal di Belanda biasanya akan menebak warna langit kemudian bergumam, “Apakah hari ini akan hujan? Atau kelabu?” Kemudian jika aplikasi perkiraan cuaca di ponsel mereka menginformasikan hari ini akan cerah, maka akan banyak terdengar siulan dan orang-orang bersenandung di jalanan. Meski begitu mereka tidak lantas terhanyut terlalu lama dalam kegembiraan. Biasanya akan terdengar orang-orang berujar penuh kepastian, “hujan ada di depan mata”. [2]

Hujan tentu bukan satu-satunya yang kemudian menjadi masalah di Belanda. Hujan tidak datang sendiri, hujan datang bersama banjir – kawan bermainnya. Belanda bukan tidak pernah merasakan pusingnya memikirkan banjir seperti Jakarta saat ini, terlebih karena kawasan Belanda yang 60% terletak di bawah laut. Bahkan Belanda sudah lebih dulu berkutat mencari cara mengatasi masalah yang eterniti ini.

Banjir besar di tahun 1953 menjadi salah satu katalisator bagi Belanda dalam berinovasi untuk mengatasi banjir. Banjir besar yang terjadi tanggal 31 Januari 1953 itu meninggalkan trauma mendalam bagi penduduk Belanda. Bagaimana tidak? Sebanyak 1835 orang tewas dan setidaknya 200,000 hektar daratan terendam banjir.[3] Secara statistik maupun kemanusiaan, angka tersebut tidak bisa dibilang kecil.

Sejak saat itu Belanda mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mengusir pergi banjir dari kehidupan penduduknya. Sebuah komisi khusus dibentuk tak lama setelah kejadian. Tujuan dari komisi ini adalah memberikan rencana pencegahan bencana yang sama terjadi di masa yang akan datang. Terdengar muluk, tapi komisi tersebut berusaha dengan serius dan sungguh-sungguh untuk melaksanakan tujuannya.

Rencana yang diajukan menginovasi dari beberapa proyek lama yang kemudian disempurnakan oleh tim di komisi khusus. Proyek lama ini adalah sebuah proyek yang dibuat untuk menyambungkan wilayah Holland Selatan dengan pulau Zeeland. Inovasi ditambahkan dengan membentuk bendungan yang menghubungkan kedua wilayah tersebut. Ini bukanlah proyek sembarangan. Ini merupakan sebuah mega proyek. Mega proyek ini kemudian terkenal dengan nama ‘Delta Plan’ yang memakan waktu pengerjaan sekitar 38 tahun.

2foto oleh : www.goedgekiekt.nl / lokasi : zeeland

Delta Plan menuai sukses. Mega proyek ini telah berhasil menjadikan Belanda terbebas dari banjir untuk jangka waktu 400000 tahun.[3]  Selain itu Delta Plan juga menjadi proyek percontohan bagi banyak negara dengan permasalahan sejenis di dunia. Bahkan di Indonesia Delta Plan menjadi iklan paling mutakhir untuk penjualan rumah. Banyak kontraktor perumahaan di Indonesia menyatakan telah mengadaptasi system Belanda dalam menangani problematika banjir untuk wilayah lokal mereka.

Namun apakah itu semua adalah pencapaian sebuah inovasi yang membanggakan? Jangan buru-buru mengambil kesimpulan. Mari kita tengok sejenak inovasi Belanda yang lebih menarik dan spektakuler.

Sebutannya adalah Rain Maker. Ya, tepat sekali! Pembuat hujan. Kelebihan air dan angin yang terdapat di Belanda mengilhami sejumlah insinyur dan ilmuwan membuat sebuah teknologi yang memanfaatkan udara dan air untuk menciptakan air bersih. Bukannya takut dan mengusir air jauh pergi, kini Belanda justru mendatangkan air dengan bantuan teknologi. Teknologi ini dibagi kedalam dua kelompok jenis yakni air-to-water dan water-to-water. 

Prinsip dari air-to-water adalah menempatkan sebuah turbin angin tunggal di daerah yang kesulitan akses menuju air bersih. Cara kerja alat ini tidaklah rumit. Pada intinya sistem turbin angin tidak mendorong generator untuk menghasilkan listrik seperti yang kerap terjadi. Sebaliknya ia mengendalikan pompa panas yang langsung didukung oleh pisau turbin angin. Pompa panas ini membuat uap air di udara terkondensasi dan kemudian dikumpulkan untuk keperluan pengguna.[4]

3Ilustrasi oleh : DutchRainmaker.com 

Teknologi yang dikembangkan oleh DutchRainmaker ini menjadi jawaban untuk banyak daerah yang membutuhkan air. Sejauh ini produk teknologi DutchRainmaker telah terpasang di daerah Kuwait dan menyusul beberapa tempat lainnya. Belanda memang tidak bisa mengirimkan air ke wilayah-wilayah tersebut, tapi dari kearifan mereka serta rasa ingin berbagi kelebihan mereka terciptalah sebuah inovasi teknologi yang bisa berguna bagi banyak orang.

4foto oleh : dutchwatersector.com / lokasi : Kuwait

Belanda tidak lagi hanya mampu menghasilkan jawaban bagi negara-negara dengan permasalahan yang sama dengan mereka. Permasalahan kekeringan air yang dialami oleh banyak negara di dunia juga mampu diselesaikan oleh inovasi yang handal dari Belanda.

Jadi manakah inovasi yang lebih unggul? Bukankah berbagi dari kelebihan kita adalah satu hal yang patut diacungi jempol?

-oOo-

Referensi  :

[1]http://www.weather-and-climate.com/average-monthly-Rainfall-Temperature-Sunshine-in-Netherlands

[2]http://stuffdutchpeoplelike.com/2010/11/17/no-11-discussing-the-weather/

[3] http://www.neeltjejans.nl/en/delta-works/

[4] http://dutchrainmaker.nl/products/air-to-water/