060. Si Gigi Biru

Penulis : Milka Juanita
Tema : Fire

=========================================================================================================================================================

Kalau kita perhatikan, sungguh menakjubkan bahwa media sangat berkembang pesat saat ini. Teknologi dengan segala kecanggihannya tentu saja sangat mendukung. Coba lihat keajaiban yang jaman ini tawarkan, orang dapat terhubung dengan mudahnya dalam kedipan mata. Hmm.. tak jarang memang teknologi yang jaman sekarang tawarkan dapat membuat penggunanya menjadi semakin manja. Tapi ternyata itu bukan hal yang harus dikhawatirkan, karena manusia di era modern ini jadi semakin tertantang dengan adanya penemuan-penemuan terbaru.

Banyak penemuan hebat yang terjadi di abad ini, khususnya di Negara Belanda, sebut saja mikroskop yang sangat berguna untuk melihat benda-benda yang kecil, teleskop untuk melihat benda-benda yang jauh, kapal selam, mesin ECG yang dapat mendeteksi aktivitas jantung, Brandslang (selang yang biasanya digunakan untuk pemadam kebakaran) dan lain-lainnya.

Selain inovasi-inovasi hebat yang sudah disebutkan diatas, ada satu penemuan yang tak kalah hebatnya. Penemuan si gigi biru yang bisa mengirim satu atau bahkan banyak data dan informasi dalam waktu yang fantastis. Ya.. si gigi biru atau yang kita kenal dengan nama BLUETOOTH.

1

Sumber: Google

Bila melihat logo ini bisa dipastikan kalau para pengguna teknologi tahu dengan lambang tersebut. Tapi mungkin belum banyak orang yang  mengenal lebih dalam lagi cerita dibalik inovasi yang sangat mutakhir ini. Sudah siap dengar ceritanya…?

Bluetooth ditemukan oleh Jacobus Cornelis Haartsen, beliau adalah seorang Insinyur Elektrik, Peneliti, Penemu dan Pengusaha berkebangsaan Belanda yang lahir pada tanggal 13 February 1963, di Den Haag Belanda. Mendapat gelar PhD (Doctor of Philosophy) di Delft University of Technology jurusan Teknik Elektro.

2

Sumber: Google

Nama Bluetooth sendiri diambil dari nama yang diadopsi dari Raja Denmark yaitu Harald Blatand yang dijuluki juga Harald Bluetooth, karena giginya yang berwarna biru gelap yang disebabkan oleh kegemarannya makan buah blueberry. Beliau memerintah kerajaan Denmark sekitar tahun 958 SM – sekitar 986 SM. Namanya dipilih karena beliau berhasil  mendamaikan pihak yang berperang untuk saling berkomunikasi satu sama lainnya, yang pada saat itu adalah Denmark dan Norwegia. Begitu juga harapan Dr. Haartsen dengan teknologi Bluetooth akan bisa menghubungkan banyak perangkat dari pabrikan yang berbeda-beda, contohnya ponsel ke komputer.

Alasan inilah yang melahirkan jaringan nirkabel bernama Bluetooth, yang dalam sistem pengoperasiannya, bluetooth beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz (antara 2.402 GHz sampai 2.480 GHz) yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host to host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas.

Dalam penggunaannya, jaringan nirkabel ini mendukung sebagian besar jenis seluler yang ada saat ini. Bayangkan saja, aplikasi yang tidak memerlukan kabel dan dapat mensinkronisasi basis data dari ponsel ke komputer dan sebaliknya, mampu menembus dinding, kotak dan berbagai rintangan lain walaupun jarak transmisinya hanya sekitar 30 kaki atau 10 meter. Kendati jaringan ini memiliki keterbatasan operasional yang kurang konsisten tapi jaringan ini dapat digunakan sebagai perantara modem.

Melihat kebutuhan pasar dalam era modern, teknologi ini banyak digunakan untuk menyambung berbagai macam perangkat dalam jarak pendek seperti: handphone dengan earphone / headset, komputer dengan printer, remote dengan televisi, dsb. Bluetooth dirancang sedemikian rupa untuk memudahkan penggunanya dalam berkomunikasi, dengan contoh penggunaan handphone yang dapat langsung dikoneksikan dengan LCD mobil agar pengendara tidak perlu lagi repot-repot mengangkat telepon saat sedang menyetir lagipula hal itu bisa sangat berbahaya, selain itu kita juga bisa mendengarkan lagu-lagu favorit kita yang sudah kita koneksikan.

3

Sumber: Google

4

Sumber Google

Pada tahun 1995 Dr. Jaap Haartsten bekerja sama dengan Sven Mattison dalam mengembangkan teknologi ini bersama timnya. Dua tahun setelah itu tim ini mengetahui jika teknologi ini ingin sukses besar maka mereka perlu untuk bekerja sama dengan perusahaan lain. “Ericsson adalah produsen ponsel, dan kami memiliki teknologi yang juga akan cocok untuk digunakan seperti keyboard, mouse komputer, dll.  Keputusan untuk bekerjasama dengan perusahaan lain ke dalam bisnis ini adalah hal yang lumrah“ , kata Dr Haartsen .

Di tahun 1998 Bluetooth Special Interest Group (SIG) dibentuk oleh lima anggota pendiri: Ericsson, Nokia, Intel, Toshiba, dan IBM. SIG bertanggung jawab untuk mendorong dan mendukung penelitian dan pengembangan teknologi bluetooth. Berikut adalah beberapa tonggak dalam sejarah pengembangan bluetooth:

• Pada tahun 2000 , ponsel pertama dengan Bluetooth muncul.

• Pada tahun 2001 , printer pertama yang bisa tersambung dengan Bluetooth , laptop , dan perangkat nirkabel untuk mobil diperkenalkan.

• Pada tahun 2003 , sekitar 1 juta produk yang bisa tersambung dengan Bluetooth dikeluarkan setiap minggunya.

• Pada tahun 2008 , ulang tahun ke-10 Bluetooth , jumlah perangkat yang bisa tersambung dengan Bluetooth dalam kurun waktu sepuluh tahun adalah 2 miliar prangkat .

• Pada tahun 2011 , SIG memiliki 15.000 anggota perusahaan .

Perlu diketahui bahwa Dr. Jaap Haartsen berada dalam salah satu daftar orang prestisius yang namanya telah masuk ke The National Inventors Hall of Fame. Upacara ini akan diselenggarakan pada tanggal 12 Mei 2015 di Smithsonian American Art Museum di Washington DC Amerika.

”Bluetooth pada awalnya ditujukan untuk memberikan nilai tambah pada perangkat nirkabel yang sudah ada dan yang akan datang . Tidak pernah terlintas dalam imajinasi saya, bahwa itu akan mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi dalam waktu yang singkat. Ini adalah suatu kehormatan buat saya” kata Dr. Haartsen.

The National Inventors Hall of Fame diperuntukkan bagi penemu dengan inovasi teknologi perintis , yang termasuk di dalamnya seperti: Alexander Graham Bell ( telepon ) , Thomas Edison ( lampu listrik ) , Henry Ford ( mobil ), Louis Pasteur ( pasteurisasi ), dll.

Well.. Ternyata kontribusi yang bangsa Belanda lakukan dalam era teknologi dan informasi yang semakin maju ini sungguh luar biasa. Semoga kita semua dapat terinspirasi dan termotivasi dalam berinovasi dan mengimplementasikan segala ide-ide yang datang di dalam pikiran. So, jangan pernah takut untuk mencoba.

Pada akhirnya, “… there is also an element of luck. Nine out ten research projects fail. You have to be at the right time at the right place with the right people… for researchers my main message would nonetheless still be: keep an open mind, think outside textbooks, do not make decisions too quickly” (Dr. Haarsten).

Refferensi:

http://www.alletop10lijstjes.nl/top-10-beroemde-nederlandse-uitvindingen/

http://en.wikipedia.org/wiki/Jaap_Haartsen

http://www.epo.org/learning-events/european-inventor/finalists/2012/haartsen.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Harald_I_dari_Denmark

http://id.wikipedia.org/wiki/Bluetooth

http://www.telegraaf.nl/binnenland/23887528/__Uitvinder_Bluetooth_in_Hall_of_Fame__.html

http://finance.yahoo.com/news/bluetooth-inventor-plantronics-wireless-expert-153000561.html

http://documents.epo.org/projects/babylon/eponet.nsf/0/39F611EACF119B21C12579F30036D7E4/$File/haartsen_en.pdf

Foto diambil dari Google