071. Cara Pintar Menemukan Ruang Parkir (FINALIST)

Penulis : Utomo Priyambodo
Tema : Earth

=========================================================================================================================================================

Kamu pernah mengalami kesulitan mencari tempat parkir? Kebingungan menemukan ruang kosong untuk parkir hingga kamu mengemudikan mobilmu berputar-putar dan merasa kesal?

Di kota Zoetermeer, Belanda, kamu tidak perlu mengalami kesulitan semacam ini. Sebab, kota ini telah menerapkan sistem Smart Parking yang memudahkan para pengemudi untuk menemukan ruang parkir yang kosong bagi kendaraan mereka.

Masalah ruang parkir adalah salah satu hal yang niscaya ditemui di dalam kehidupan manusia. Manusia membutuhkan kendaraan untuk mobilitas aktivitas mereka. Dan keberadaan kendaraan ini tentu saja membutuhkan ruang. Tidak hanya ketika bergerak, tetapi juga ketika berhenti atau diparkirkan. Dari waktu ke waktu jumah penduduk dan kendaraan yang ada di bumi ini semakin bertambah. Akan tetapi, ukuran bumi ini relatif tetap sama. Bahkan yang terjadi adalah luas daratan di bumi justru semakin berkurang dari waktu ke waktu karena meningkatnya ketinggian permukaan air laut.

Permasalahan sulitnya mencari ruang parkir inilah yang juga kerap dialami oleh para pengemudi di pusat kota-kota Belanda, termasuk Zoetermeer. Zoetermeer adalah kota terbesar ketiga di provinsi Holland Selatan, Belanda.

1

Gambar 1. Salah Satu Area Parkir di Zoetermeer

Zeotermeer menjadi kota pertama yang menerapkan sistem Smart Parking di Belanda sejak tahun 2013. Tepatnya sejak hari Rabu tanggal 20 November 2013 ketika Hans Haring, anggota dewan kota Zeotermeer, membuka secara resmi sistem Smart Parking di kota tersebut. Sistem ini disebut-sebut sebagai sistem masa depan di Belanda. Dalam seremonial pembukaan tersebut, Hans Haring berkata, “Sistem informasi rute parkir Zeotermeer kini telah resmi digunakan.”

2

Gambar 2. Hans Haring Membuka Secara Resmi Penggunaan Sistem Smart Parking di Zoetermeer

Penerapan sistem ini diawali dengan tanggapan inisiatif kota Zoetermeer terhadap permintaan nasional dari pihak Kementrian Infrastruktur dan Lingkungan Belanda untuk membuat data area parkir publik yang tersedia. Dengan memberi tahu kepada para pengemudi di mana saja mereka dapat memarkirkan kendaraan mereka, para pembuat kebijakan mengharapkan hal ini dapat mengurangi tingkat srees mengemudi di daerah-daerah bisnis, di mana kompetisi dalam memperebutkan ruang parkir dapat menjadi sengit dan pengemudi yang frustasi dapat berputar mengelilingi blok-blok yang sama berulang kali.

Di kota Zoetermeer sendiri, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebenarnya telah cukup tersedia ruang parkir. Data ini menjadi sesuatu yang oleh para pebisnis lokal, penduduk dan pengunjung kota Zoetermeer kerap ragukan sehingga ruang-ruang parkir yang ada di kota ini tidak digunakan secara efisien. Permasalahannya adalah karena mereka sebagai kalangan pengemudi tidak mengetahui secara pasti ruang-ruang parkir mana saja yang masih kosong dan dapat mereka tempati di waktu-waktu tertentu ketika mereka sedang membutuhkannya.

Dengan sistem Smart Parking yang telah terpasang, kini para pengemudi di kota Zoetermeer tidak perlu kebingungan lagi untuk menemukan ruang parkir yang kosong. Sistem Smart Parking ini akan memberikan informasi terkini mengenai area parkir mana yang sedang kosong berikut jumlah ruangnya, maupun area parkir mana yang sepenuhnya sedang ditempati. Informasi ini dapat diketahui melalui papan-papan penunjuk elektronik yang terpasang di samping jalan-jalan akses menuju pusat kota Zoetermeer.

 

3

Gambar 3. Papan Penunjuk yang Terintegrasi Dalam Sistem Smart Parking Zoetermeer

Bila di suatu area masih ada ruang kosong untuk parkir, maka papan penunjuk elektronik ini akan menampilkan keterangan angka mengenai jumlah ruang parkir yang sedang kosong di area tersebut. Bila ruang-ruang parkir di suatu area sedang ditempati semua, maka papan penunjuk elektronik ini akan menampilkan tulisan “VOL” yang berarti pol alias penuh.

4

Gambar 4. Papan Akan Menampilkan Keterangan Angka atau tulisan “VOL”

Informasi yang ditampilkan pada papan-papan penunjuk elektronik ini didapat berdasarkan data-data yang masuk dari SENSIT. SENSIT adalah jaringan sensor nirkabel yang dapat mendeteksi keberadaan kendaraan di ruang-ruang parkir. Pemasangan alat sensor dilakukan pada lantai atau aspal permukaan ruang-ruang parkir. Zoetermeer memasang alat-alat sensor ini di setiap ruang parkir yang ada di pusat kota. Bila di suatu area parkir ada ratusan ruang parkir kendaraan, maka sebanyak itu pulalah alat sensor yang dipasang di sana.

5

Gambar 5. Alat-Alat Sensor yang Terintegrasi Dalam Sistem Smart Parking di Zoetermeer

Alat sensor ini memiliki beberapa jenis produk. Ada yang dapat dipasang di area parkir tertutup, ada pula yang dapat dipasang di area parkir terbuka. Alat ini juga memiliki teknologi deteksi ganda, yakni melalui sensor inframerah dan medan magnet bumi.

6

Gambar 6. Alat-Alat Sensor yang Dipasang di Area Parkir Terbuka

Sistem Smart Parking yang diterapkan di kota Zoetermeer ini merupakan hasil karya kolaborasi Vialis dan Nedap, dua buah perusahaan teknologi yang sama-sama berbasis di Belanda. Vialis menghubungkan sistem ViValdi untuk pengaturan lalu lintas yang dinamis dengan sistem SENSIT dari Nedap untuk mendeteksi keberadaan kendaraan-kendaraan. Hasil kombinasi dua sistem dari kedua perusahaan inilah yang kemudian melahirkan konsep Smart Parking.

Konsep Smart Parking ini pernah memenangkan penghargaan Dutch Innovation Award pada tahun 2013. Dan konsep inilah yang kemudian diterapkan oleh Zoetermeer, sebagai kota IT nomor satu di Belanda, menjadi sistem Smart Parking di Zoetermeer.

7

Gambar 7. Vialis dan Nedap Memenangkan Dutch Innovation Award 2013

Apa yang telah diterapkan oleh kota Zoetermeer ini berbuah manis. Penelitian dan pengalaman membuktikan bahwa sistem Smart Parking ini memberikan dampak positif terhadap arus lalu lintas. Solusi sistem parkir yang terintegrasi ini memberikan hasil pada opitmasi arus lalu lintas: berkurangnya pergerakan pencarian ruang parkir, peningkatan penggunaan fasilitas parkir yang selama ini tersedia, jalanan yang lebih aman, pengurangan emisi, dan juga kota yang lebih menarik bagi pengunjung.

Ke depannya, informasi terkini mengenai ruang parkir yang tersedia di kota Zoetermeer ini tidak hanya dapat diketahui melalui papan-papan penunjuk elektronik yang dipasang di samping jalan-jalan rayanya, tetapi juga dapat diakses melalui aplikasi smartphone maupun sistem navigasi kendaraan.

Ke depannya, bukan tidak mungkin sistem Smart Parking ini juga akan diciptakan oleh orang atau perusahaan Indonesia dan diterapkan di kota-kota besar di Indonesia.

Kalau pengemudi di Belanda memiliki masalah mencari ruang parkir, pengemudi di Indonesia pun memiliki masalah yang sama. Kalau orang-orang di Belanda, khususnya kota Zoetermeer, telah menemukan dan menerapkan solusinya, mengapa orang-orang di Indonesia tidak?

Dari sistem Smart Parking ini, semestinya kita, bangsa Indonesia, dapat mengambil suatu pembelajaran berharga terkait bagaimana cara bangsa lain, yakni bangsa Belanda, menerapkan solusi terhadap permasalahan yang ada, termasuk permasalahan mencari ruang parkir yang mungkin terkesan sepele.

Pepatah Belanda mengatakan: Van ieder mens is iets leren. Artinya: Dari setiap orang kita dapat belajar sesuatu.

 

**Referensi tulisan dan gambar:

http://www.myparkingpermit.com/blog/the-netherlands-to-install-its-first-smart-parking-system/

http://www.roadtraffic-technology.com/news/newsnedap-vialis-deploy-smart-parking-system-dutch-city-zoetermeer

http://www.parking-net.com/parking-news/nedap-identification-systems/innovation-award-smart-parking

http://www.parking-net.com/parking-news/nedap-identification-systems/smart-parking-zoetermeer

http://www.nedapidentification.com/