073. Kenangan Bersejarah dari Belanda, 2 Hal yang Hampir Luput di Indonesia

Penulis : Shinta Purnama Sarie
Tema : Fire

=========================================================================================================================================================

1

Sumur sembur alam adalah salah satu metode pengangkatan minyak ke permukaan dengan menggunakan tenaga atau tekanan yang berasal dari reservoir/formasi dimana sumur berada, Kredit Foto: Universitas Veteran Yogyakarta/ Desi Permata Sari

Minyak bumi memegang peranan politik dan perekonomian yang dominan di dunia mengingat fungsi dan keberlanjutan kuota minyak bumi. Minyak bumi berfungsi sebagai sumber energi di kehidupan manusia, contohnya saja bahan bakar minyak (BBM). Di lain pihak, minyak bumi, sebagai energi yang dianggap tidak terbaharukan, membutuhkan waktu lama untuk menambah kuota produksi. Minyak bumi terbentuk dari sisa-sisa fosil yang terkubur jutaan tahun. Karena itulah, minyak bumi membutuhkan waktu lama untuk pembaharuan.

Keberadaan minyak bumi yang terbatas dan berfungsi vital ini mendorong pengeboran-pengeboran minyak sebagai cadangan minyak bumi di Indonesia. Di Indonesia sendiri, pengeboran minyak bumi dilakukan oleh Jan Reerink (JR), seorang saudagar berasal dari Belanda. Belanda, sebagai inovator pengeboran minyak bumi telah membuka ekspansi perminyakan baik di bidang produksi maupun pendidikan di Indonesia. Setelah berhasil menegoisasi dengan Nederlandsche Handel-Maatschappij untuk pendanaan pengeboran, JR berangkat ke Amerika mengumpulkan peralatan pengeboran minyak dan para ahli pengebor minyak dari Amerika. JR mulai mengebor Tjibodas, Panais, Madja, Tjipinang. Namun setelah mengebor 40 sumur minyak lainnya, JR gagal menemukan minyak. Nederlandsche Handel-Maatschappij enggan mendanai lebih lanjut operasi pengeboran. Dan JR menggunakan uang pribadinya, walaupun begitu keberuntungan belum berpihak kepada JR. Pencarian minyak tetap dilancarkan oleh Belanda. Keberhasilan diraih oleh Zijker, yang merupakan pioneer Royal Dutch.[1] Nama JR redup dan jarang terkenang, Zijker kerap digaung-gaungkan sebagai pembuka perminyakan di Indonesia. Hal yang hampir luput di mata adalah JR berjasa membawa teknologi pengeboran dan para tenaga ahli untuk mengebor ladang-ladang minyak di Indonesia, yaitu Cibodas. Pengeboran di Cibodas ini merupakan tonggak awal pengeboran awal di Indonesia.

Belanda tidak hanya bersejarah pada dunia eksplorasi minyak di Indonesia dengan penemuannya, Belanda juga meninggalkan sumur-sumur minyak bumi tua. Sumur-sumur tua inilah yang menginspirasi untuk dikelola lagi. Pengelolaan sumur tua lebih dirasa minim resiko dan biaya eksplorasi. Saat ini ada 745 sumur minyak bumi tua yang aktif dan 13,079 sumur minyak bumi tua non aktif.[2] Sumur minyak bumi tua ini telah berkontribusi pada cadangan minyak bumi nasional di Indonesia. Sebut saja yang produksinya signifikan adalah di Blora. Sumur minyak tua yang berada di wilayah kerja Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu memberikan kontribusi besar. Pada pertengahan Agustus 2013, produksi minyak di sumur peninggalan Belanda ini mencapai 697 barel per hari (BOPD).[3]

Sumur-sumur tua peninggalan Belanda ini juga berpeluang dalam pengembangan dan elaborasi pendidikan teknik perminyakan di universitas-universitas Indonesia, UPN, ITB, dan Universitas Sriwijaya, dan lainnya.

Pada praktiknya pengelolaan sumur tua, teknologi EOR lumrah diterapkan. Dalam mengembangkan teknologi EOR (Enhance Oil Recovery), Indonesia mengundang para ahli EOR dari 15 negara, yaitu Kanada, AmerikaSerikat, China, Switzerland, German, Belanda, Libya, Abu Dhabi, Dubai, Oman, Malaysia, Singapura, UAE, negara-negara Amerika latin dan juga Jepang untuk mengikuti konferensi tentang EOR yang diselenggarakan tahun 2015 ini. [4]

Terlepas dari polemik sumur-sumur tua, Belanda tidak hanya berjasa atas sejarah eksplorasi minyak tetapi memicu inovasi-inovasi pengelolaan sumur-sumur tua Belanda, seperti penerapan teknologi yang sesuai untuk pengelolaan sumur-sumur tua Belanda. Dan tentunya milestone Belanda di dunia perminyakan meramaikan kancah perminyakan di Indonesia, sebut saja perusahaan Shell milik Belanda sekarang memberi warna terhadap industri migas di Indonesia. Yang harus tidak luput dari mata Indonesia adalah peranan Belanda dalam industri migas di Indonesia. Saat ini, Shell Indonesia memiliki lebih dari 300 karyawan, 60 SPBU, 1 pabrik penyimpanan bitumen di Cirebon, 3 gedung pelumas, 3 terminal operasi. [5]