075. Belanda: Pertanian Berkelanjutan Sebagai Hasil Sinergisme Antarlini

Penulis : Yahya Rian Hardiansyah
Tema : Earth

=========================================================================================================================================================

Dalam sebuah buku elektronik berjudul Quality in diversity: Strategic Agenda for Higher Education, Research and Science yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan, Budaya, dan Ilmu Pengetahuan Belanda tahun 2011, pemerintah Belanda telah memaparkan agenda kedepan untuk memiliki sebuah sistem pendidikan tingkat tinggi jangka panjang. Sebuah sistem dengan daya tarik internasional, di mana para siswa ditantang untuk terus maju, para guru mengajar dengan penuh antusias, dan para peneliti berkontribusi lebih banyak untuk menemukan penemuan-penemuan ilmiah, mampu memecahkan masalah-masalah sosial, dan mampu meningkatkan keberhasilan ekonomi. Dengan semangat yang menggebu, pemerintah Belanda juga menyebutkan sembilan sektor utama yang dijadikan dasar penentuan riset dan inovasi di negeri kincir angin itu, yakni: water, agriculture and food, horticulture and source materials, high-tech, life sciences, chemistry, energy, logistics and the creative industry. 

Dalam kaitannya dengan pengembangan di sembilan titik sektor tersebut, Belanda  menjelaskan ambisinya untuk membuat sebuah hubungan yang kokoh antara ekonomi negara, pendidikan, dan penelitian. Hal itu dilakukan dengan sebuah moto “Making choices and focusing on one’s own strengths”. Dalam pengertian yang lebih praktikal, moto itu bisa bermakna “fokus pada satu keahlian”. Mungkin di sinilah letak setiap kesuksesan bisa di raih. Ketika tiap-tiap orang berani dan boleh menentukan keputusan untuk menggeluti satu bidang dan menjadi yang terbaik di bidang tersebut. Mungkin karena itu, kita bisa baca di berbagai literatur, Belanda menjadi salah satu negara terdepan di berbagai sektor, termasuk di bidang pertanian.

1

Sumber: http://assets.kompas.com/

 

Berbekal karunia curah hujan yang cukup tinggi (rata-rata 750 mm/tahun) dan struktur tanah yang cukup subur serta ditambah kebijakan pemerintahannya yang sangat mendukung perkembangan di sektor pertanian, Belanda menjadi negara utama pengekspor hasil pertanian tingkat tinggi, seperti sayuran, bunga, dan bibit tanaman. Sekitar 60% dari total permukaan Belanda (laut dan air) digunakan untuk sektor pertanian. Bagian ini menyediakan 660.000 lapangan kerja atau 10% dari lapangan kerja nasional. Meskipun, sekitar setengah dari seluruh permukaan tanahnya berada kurang dari 1 meter di atas permukaan air laut, Belanda bisa menjadi negara Eropa yang mampu mengekspor sekitar 85% dari produksi pertaniannya ke pasar European Union (EU).

Hasil panenan utamanya, yaitu kentang, bit gula, sayuran, bahan makanan pokok biji-bijian, dan bunga dikategorikan tertinggi di dunia. Di sinilah bunga tulip tumbuh dengan subur seperti lautan. Bunga yang dulu diimpor dari Daulah Usmaniyyah itu kini tumbuh subur di Belanda hingga negara ini jadi produsen dan pengekspor bunga tulip terbesar di dunia.

2

Sumber: http://uniqpost.com/

Di samping sektor pertaniannya yang sangat mengagumkan, ternyata ada sisi yang lebih menarik di sini. Masyarakat Belanda tidak hanya menginginkan sebuah pertanian yang dapat menghasilkan panenan yang melimpah dan sehat, melainkan juga sebuah pertanian dengan tampilan pemandangan yang mengagumkan sebagai tempat rekreasi, tempat untuk menikmati hari libur, dan tempat menikmati pemandangan yang alami. Para petani di sana membuat lahan pertanian semenarik mungkin untuk menawarkan jasa lain, di samping hasil panenan. Konkretnya, para petani di sana menegelola lahan pertanian serapi dan secantik mungkin, membuat lahan konservasi alam, menyediakan tempat-tempat rekreasi dan pembelajaran alam, membuat tempat-tempat kesehatan, menyediakan tempat-tempat pengolahan hasil pertanian yang bisa disaksikan oleh masyarakat luas, dan lain-lain. Hal ini dilakukan di samping untuk menghasilkan pemasukan lain, juga bertujuan membuat sebuah pertanian multifungsi yang bisa membangun hubungan baik dengan lingkungan, yakni hubungan antara petani dan warganegara, hubungan antara makanan dan kesehatan, hubungan antara hewan dan manusia, dan hubungan antara pertanian dan kota metropolis.

3

Sumber: http://www.trironk.net/

Lebih dalam lagi, ternyata pemerintah Belanda tidak hanya fokus pada pencapaian, melainkan juga berusaha mengatasi dampak-dampak negatif dari mobilitas pertanian yang tinggi. Pemerintah di sana telah memberikan fokus tersendiri terhadap dampak pertanian bagi lingkungan hidup. Dalam kaitannya dengan pertanggujawaban terhadap lingkungan, para praktisi pertanian dan pemerintah di sana sangat memperhatikan keseimbangan alam. Tingginya produktivitas hasil pertanian di Belanda berbanding lurus dengan tingginya penggunaan pupuk mineral, pupuk dari kotoran hewan, pestisida, dan energi. Hal ini menuntut kesadaran lingkungan yang tinggi pula. Oleh karena itu, sektor pertanian di Belanda dikembangkan atas regulasi sosial dan lingkungan, dengan tujuan untuk mengkampanyekan pertanian yang ramah lingkungan. Pemerintah Belanda telah mencanangkan kebijakan pertanian berkelanjutan, yakni sebuah sistem pertanian yang dapat diterima lingkungan, ekologi, kultural, ekonomis, dan juga berstandar internasional seperti permintaan pasar global.

Pemerintah di sana telah memberlakukan aturan tegas kepada seluruh perusahanaan yang bergerak di bidang pertanian untuk bertanggung jawab atas pengelolaan pertanian berkelanjutan. Aturan tersebut diberi nama Corporate Social Responsibility (CSR), yakni setiap perusahaan wajib memperhitungkan regulasi sosial dan lingkungan secara transparan dalam setiap pengambilan keputusan bisnis untuk menjaga kelangsungan hidup alam semesta.

Kita mungkin heran bagaimana bisa negeri kecil yang luasnya 41.528 km2, termasuk 7.750km2 daerah airnya, memiliki sektor pertanian yang hebat. Satu dari sekian banyak alasan mungkin terletak pada sinergisnya hubungan antara kebijakan pemerintah, pendidikan, dan penelitian. Pemerintah sebagai penggerak utama kemajuan setiap sektor, sangat mendukung terciptanya pendidikan tingkat tinggi, hingga mampu memunculkan berbagai penemuan-penemuan ilmiah. Penemuan-penemuan ilmiah itu tidak berhenti di arena akademik saja, namun ditindaklanjuti dengan mentransfer penemuan-penemuan ilmiah itu ke area pertanian sesungguhnya dengan cara mengedukasi para petani mengenai teknologi pertanian terbaru. Di samping sebagai pendukung kemajuan pertanian, penemuan-penemuan ilmiah itu juga digunakan untuk mendukung pengembangan kebijakan pemerintah yang selaras dengan tujuan utama: pertanian berkelanjutan.

Pertanian berkelanjutan hanya satu dari sekian banyak sektor ekonomi yang mendunia yang dihasilkan oleh negeri yang penuh kreativitas itu. Demikianlah kita bisa lihat betapa sinergisnya hubungan di tiap lini. Semoga bangsa kita dapat menerapkan ide-ide brilian dari negeri van oranje itu, karena kita memiliki lahan pertanian yang lebih luas.

 

Referensi:

http://www.government.nl/files/documents-and-publications/reports/2012/08/30/quality-in-diversity/2212-1025-qualityindiversity-web2.pdf

http://www.un.org/esa/agenda21/natlinfo/countr/nether/agriculture.pdf

http://yogas09.student.ipb.ac.id/nl/tag/belanda-di-mataku/

http://www.eupedia.com/netherlands/trivia.shtml