082. Bukan Sponge Bob Square Pants, Tapi Sponge Park Water Square (FINALIST)

Penulis : Rosalina Dewi Novitasari
Tema : Water

=========================================================================================================================================================

Suka sama Sponge Bob Square Pants?

Jika iya, yuk segera merapat ke Rotterdam. Tidak, kalian tidak akan berjumpa dengan si kuning kotak yang berlubang, tapi kalian akan menjumpai alun-alun kota yang sangat besar. Lantas apa hubungannya dengan Sponge Bob? Sabar-sabar. Yuk, kita lihat cuplikan wawancara dari Tracy Metz, co-author dari buku Sweet & Salt : The Dutch and Water.

Water is either too much or too little” -Tracy Metz

Tracy Metz mengatakan bahwa air (yang menerjang Belanda) adalah terlalu banyak atau terlalu sedikit. Hal ini berarti bahwa bangsa Belanda melihat suatu ancaman sebagai suatu peluang atau new threats but also opportunities. Sejak dahulu, air dan Belanda adalah dua komponen tak terpisahkan. Ibaratnya, air selalu mengejar-ngejar Belanda dan Belanda tak punya cara lain selain “menerima” air itu. Bagaimana tidak, Belanda adalah negara berpermukaan rendah dengan kira-kira 20% wilayahnya dan 21% populasinya berada di bawah permukaan air laut (Nederland mempunyai arti negeri-negeri berdataran rendah). Hasilnya, bencana demi bencana datang. Namun, bukan Belanda namanya jika hanya menyerah dan berdiam diri. Masih ingat dengan ini?

 “God created the Earth but the Dutch created Holland

Belanda dan air adalah contoh dari simbiosis parasitisme dan simbiosis mutualisme. Di satu sisi, air bisa dikatakan sebagai musuh bebuyutan Belanda, tapi di sisi lain air adalah senjata Belanda untuk tumbuh dan berkembang menjadi negara yang penuh dengan ide brilian seperti sekarang ini. Setelah dibombardir oleh kedahsyatan air bah, Belanda bangkit dengan menjadikan air sebagai aspek terpenting dalam hal kemajuan bangsa. Banyak penemuan inovatif yang melindungi Belanda dari musuh bebuyutannya ini, misalnya Delta Project. Namun Belanda adalah Belanda yang tak akan pernah berhenti menciptakan ide-ide kreatif. Contohnya seperti gambar di bawah ini:

1

Gambar Sponge Park Water Square
Sumber: http://www.waterworld.com/

Apa yang bisa kalian lihat dari gambar di atas? Taman bermain? Ya benar, tapi bukan sekadar taman bermain biasa. Ini adalah Sponge Bob Square Pants. Ups, maksudnya Sponge Park Water Square. Kali ini Belanda menciptakan sebuah inovasi terbaru, unik, dan indah yaitu Water Square atau Sponge Park. Water Square adalah sebuah taman, atau bisa dikatakan sebagai alun-alun yang terletak di kota Rotterdam. Ini bukan alun-alun biasa tapi alun-alun ini mempunyai banyak fungsi atau multifungsi. Selain sebagai tempat bermain, alun-alun ini mempunyai fungsi utama yaitu sebagai penampung air. Nah, dengan alun-alun ini, masyarakat Rotterdam tak perlu khawatir akan banjir karena di bawah alun-alun ini adalah kolam air berukuran raksasa yang mampu menampung air sebanyak 1700000 liter. Pemerintah Rotterdam bekerjasama dengan De Urbanistan sebagai pendesain untuk Water Square ini. De Urbanistan mengajak elemen-elemen masyarakat seperti siswa dan guru dari sekolah sekitar, anggota gereja teater, gereja, klub kesehatan, dan warga sekitar Rotterdam untuk membantu mendesain Water Square sehingga mereka semua bisa menikmati hasil desain mereka sendiri. Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat benar-benar diterapkan dalam proses pembuatan Water Square ini.

2

Gambar Water Square ketika Hujan
Water Square Benthemplein in Rotterdam the Netherlands.pdf

De Urbanistan membuat desain fungsional yang mampu mengombinasikan antara tempat penampung air dan peningkatan kualitas terhadap fasilitas publik. Prinsip kerjanya mirip seperti busa (sponge), yaitu ketika terdapat air maka air akan teserap ke dalam bagian sponge. “The Dutch have lived below the sea level for centuries and are used to dykes and barriers. But today we’re experiencing heavier and more unpredictable rainfalls, so behind the barriers we’re turning the city into a sponge.” Kata Alexandra van Huffelen (Wakil Pemerintah Rotterdam).

Alun-alun ini mempunyai tiga basin berbeda untuk menampung dan menyalurkan air. Awalnya, air hujan akan disalurkan melalui stainless steel gutter ke tiga basin yang berbeda. Dua basin dangkal berfungsi untuk mengumpulkan air setiap kali hujan, sedangkan basin yang lebih dalam berfungsi untuk mengumpulkan air ketika hujan terjadi secara kontinyu atau terus-menerus. Tiga basin tersebut juga mempunyai fungsi yang berbeda. Basin pertama yang tak terlalu dalam digunakan untuk aktivitas bersepeda atau bermain skateboard. Basin kedua yang agak dalam terdiri dari sebuah pulau dengan dasar kaca mengkilap, biasanya digunakan untuk jogging atau bermain-main. Dan basin ketiga yang paling dalam berupa lapangan olahraga, penduduk sering menggunakannya untuk bermain basket. Berikut adalah gambar basin ketiga (paling dalam) ketika hujan terjadi secara terus-menerus:

3

Lapangan olahraga ini akan dipenuhi air (tenggelam) ketika terjadi hujan terus-menerus
Sumber: http://dirt.asla.org/ (Gambar Kiri) Dan Youtube (Gambar Kanan)

Tak perlu khawatir jika kalian menganggap bahwa pembangunan Water Square ini akan mengganggu konsep green infrastructure yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Belanda. De Urbanisten telah membuat konsep pembangunan ini dengan sangat baik. Mereka membuat basin dan trotoar dengan green infrastructure yang terbuat dari pohon, bunga, dan rerumputan.

Jadi fungsinya hanya menampung air dan tempat jalan-jalan? Tergantung cuaca dan musimnya. Di musim panas (Summer), ketika ada banjir maka alun-alun tersebut bisa menjadi kolam. Jika tidak, orang-orang bisa memanfaatkannya untuk bermain, berolahraga, atau sekadar jalan-jalan. Di musim dingin, air akan membeku sehingga bisa digunakan untuk bermain ice skating.

5

Dari kiri ke kanan searah jarum jam, gambar ketika waktu kering (dry period), wet period, extreme wet period, dan musim dingin
Sumber: http://www.dutchwatersector.com/

Bagaimana? Multifungsi, bukan? Kreatif, bukan?

KREATIVITAS TANPA BATAS. Keadaan geografis Kota Rotterdam yang berada di bawah permukaan air laut, membuat masyarakat sekitar khawatir akan banjir yang datang karena perubahan cuaca yang ekstrem. Namun, kekhawatiran mereka berubah menjadi sebuah ide brilian dan inovatif yang menggabungkan dua konsep sekaligus yaitu penampung air dan taman bermain. Alhasil, Sponge Park Water Square ini adalah alun-alun penampung air pertama di dunia. Semoga konsep Water Square ini bisa ditiru oleh Indonesia untuk diterapkan di berbagai kota yang sering dilanda banjir, khususnya ibu kota Jakarta. Belanda saja bisa, pasti kita bangsa Indonesia juga bisa.

The Dutch aren’t scared of disasters

Referensi:

http://dirt.asla.org/2014/03/13/detours-obligatory-rotterdams-water-square/, diakses pada tanggal 1 April 2015

http://www.dutchwatersector.com/news-events/news/8841-new-innovative-water-square-combines-leisure-and-storm-water-storage-in.html, diakses pada tanggal 1 April 2015

https://www.youtube.com/watch?v=kujf4BTL3pE dengan judul Water plaza Benthemplein Rotterdam, diakses pada tanggal 2 April 2015

http://www.waterworld.com/articles/wwi/print/volume-25/issue-5/editorial-focus/rainwater-harvesting/rotterdam-the-water-city-of-the-future.html, diakses pada tanggal 1 April 2015

Water Square Benthemplein in Rotterdam the Netherlands.pdf, diakses pada tanggal 1 April 2015