084. “Air” Sebagai Tantangan Bukan Masalah (Sebuah Proses Pembelajaran dari Negara Belanda)

Penulis : Rizki Kirana Yuniartanti
Tema : Water

=========================================================================================================================================================

Negara Belanda memiliki karakteristik wilayah yang unik. 20% dari wilayahnya berada di bawah permukaan laut. Masyarakat di Negara Belanda dapat beradaptasi dengan karakteristik wilayah. Apabila dilihat dari karakteritiknya yang berada di bawah permukaan laut, tentu saja banyak sekali permasalahan yang seharusnya dihadapi Negara Belanda. Permasalahan yang dihadapi Negara Belanda sekaligus sebagai sebuah tantangan adalah pemanfaatan air dalam seluruh aspek kehidupan sekaligus upaya mitigasi bencana banjir.

Manajemen sumber daya air dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu 1). Pemanfaatan air dalam seluruh aspek kehidupan dan 2). Upaya Mitigasi Bencana Banjir dengan inovasi infrastruktur dan non infrastruktur. Pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi prioritas bagi Pemerintah Negara Belanda sesuai dengan standar baku mutu. Berdasarkan Rencana Manajemen Sumber Daya Air Tahun 2009, Sumber air bersih baik berasal dari air permukaan maupun air bawah tanah telah memenuhi standar. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa kriteria, yaitu kandungan kimia yang rendah, zat lainnya seperti cadmium berada dalam batas normal, dan adanya tanaman atau hewan yang hidup dalam air tersebut. Akan tetapi, kualitas air bersih yang berasal dari air permukaan dan air bawah tanah masih perlu ditingkatkan mengingat kerawanan wilayah terhadap intrusi air laut dan berbagai polutan. Sumber daya air juga dimanfaatkan pada sektor lainnya, seperti transportasi yang mendukung kegiatan ekonomi dan aksesibilitas. Sebanyak 180.000 warga bekerja di sektor ekonomi yang terkait dengan pemanfaatan air bersih. Begitu juga aktivitas industri yang tidak bisa dilepaskan dari sumber daya air bersih. Sumber daya air berkontribusi terhadap 20 miliar sektor ekonomi dan nilai export 18 miliar di Negara Belanda.

Inovasi infrastruktur  pemanfaatan air dalam seluruh aspek kehidupan terfokus pada tujuh prioritas, yaitu 1). Sumber daya air untuk aktivitas vital, 2). Sumber daya air untuk pertanian, 3) Pembangunan Delta (Delta Work), 4). Pengembangan kemaritiman, 5). Pengembangan produksi kelautan, 6). Energi sumber daya air, 7). Teknologi Komunikasi dan Informasi. Berikut ini adalah Penjelasannya:

  1. Sumber Daya Air untuk aktivitas vital: Fokus pada pemenuhan sumber air untuk minum dan industri dan juga purifikasi air limbah. Inovasi ini dilakukan oleh perusahaan-perusaahan swasta melalui teknologi dan pengetahuan. Hal yang terpenting adalah sistem integrasi dan operasional yang sesuai dengan standar kualitas. Oleh karena itu, terdapat kerjasama antara perusahaan swasta dan pemerintah lokal untuk mengembangkan teknologi penyediaan air bersih.
  2. Sumber daya air untuk pertanian: Fokus pada penyediaan air bersih untuk produksi pangan dan energi biomassa. Inovasi berupa teknologi yang berkelanjutan untuk siklus dan daur ulang air bersih yang dimanfaatkan sektor pertanian dan hortikultura.
  3. Pembangunan delta (Delta Work): Fokus pada pengembangan delta untuk karena tuntutan peningkatan populasi penduduk disepanjang delta dan juga aktivitasnya. Pengembangan ini menggunakan teknik hidrolik, tetap tetap pada konsep keberlanjutan lingkungan.
  4. Pengembangan kemaritiman: Fokus pada pengembangan kegiatan kemaritiman dengan pengembangan pelabuhan, infrastruktur pelayaran yang bersih, dan tingkat keamanannya tinggi.
  5. Pengembangan produksi kelautan: Fokus pada pengembangan teknologi untuk menghasilkan energi dan sumber daya laut. Hal ini dapat digunakan untuk kegiatan industri laut lepas.
  6. Energi sumber daya air: Fokus pada pengembangan energi pasang surut.
  7. Teknologi Komunikasi dan Informasi: Fokus pada pengembangan teknologi secara otomatis untuk monitoring dan kualitas air. Selain itu, juga berfungsi sebagai kontrol siklus air yang berlangsung.
Screenshot 2015-04-20 10.56.49

Gambar
1. Delta Work, 2. Sistem Polder di Kawasan Pertanian, 3. “Maeslantkering” sebagai bagian dari Delta Work sebagai akses utama di Pelabuhan Rotterdam dan Pelindung Badai, 4. Sistem Bendungan Haringvliet

Inovasi infrastruktur pada upaya mitigasi bencana banjir lebih difokuskan pada pengendali banjir. Negara Belanda telah belajar dari pengalaman selama berabad-abad untuk mengembangkan teknologi mitigasi bencana banjir. Pembangunan tanggul telah dibangun 2.000 tahun yang lalu, pada saat tinggi air laut 1.5 meter lebih rendah. Akan tetapi, dengan meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas pembangunan, tanggul tersebut tidak berfungsi lagi. Hal tersebut disebabkan semakin banyaknya hunian masyarakat yang dibangun di kawasan kepesisiran. Begitu juga, pada tahun 1891, dibangun dam dan polder di beberapa daerah untuk meminimalisir dampak banjir. Akan tetapi, ternyata kualitas dam dan polder di setiap daerah tersebut berbeda. Pada akhirnya juga menyebabkan banjir besar pada tahun 1920. Tahun 1977 juga terjadi banjir akibat lemahnya sistem tanggul yang menghancurkan rumah penduduk. Pada sekitar tahun 1990-an, mitigasi bencana banjir lebih ditekankan pada pembangunan area delta. Mitigasi tersebut juga kurang berhasil karena bencana banjir masih terjadi dan menyebabkan 200.000 jiwa dievakusi dan ratusan hewan ternak mati.  Pengembangan area delta tetap terus dilakukan dengan dikolaborasikan bangunan mitigasi banjir lainnya, seperti sistem polder, pintu air, dan tanggul. Bahkan pada tahun 2005, perusahaan swasta memperkenalkan pembangunan amphibious housing. Langkah ini ditempuh sebagai alternatif karena adanya larangan pendidiran bangunan di dataran banjir. Inovasi infrastruktur yang terintegrasi dan mempertimbangkan proyeksi bencana dimasa yang akan datang secara efektif telah diterapkan di Negara Belanda.

Inovasi non infrastruktur untuk pemanfaatan air dalam seluruh aspek kehidupan dan mitigasi bencana banjir berupa tata kelola yang kondusif dalam pembagian peran dan tanggung jawab anatara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Ministry of Infrastructure and The Environmental (I&M)  memiliki tanggung jawab yang besar dalam penyusunan kebijakan, terkait dengan sektor mobilitas dan transportasi; manajemen sumber daya air; kemaritiman; dan perencanaan spasial dan lingkungan. Sektor-sektor tersebut merupakan tanggung jawab dari tiga direktorat dibawah Ministry of Infrastructure and The Environmental (I&M). Sedangkan pelaksanaannya menjadi tanggung jawab Public Works and Water Management Directorate.  Pemerintah Belanda juga mengusung konsep kerjasama Pemerintah-Swasta (Public Private Partnership) untuk melaksanakan proyek pembangunan infrastruktur, sehingga terjadi pembagian peran dan tanggung jawab antara pemerintah dan swasta. Masyarakat juga dipersiapkan untuk berkontribusi dalam pengembangan sumber daya air dengan menyiapkan tenaga kerja yang handal.

Inovasi Negara Belanda yang dapat digunakan sebagai proses pembelajaran bagi negara lainnya adalah kolaborasi antara bidang infrastruktur dan non infrastruktur dalam manajemen sumber daya air. Negara Belanda sangat berkonsentrasi terhadap pemanfaatan air yang berkesinambungan dan berkelanjutan. Sebagai kata kuncinya adalah menciptakan lingkungan yang harmonis khususnya dalam pengelolaan pemanfaatan air di tengah tuntutan perkembangan kota. Pemerintah Negara Belanda juga memiliki pengetahuan dan pengalaman yang mereka pelajari dalam kurun waktu yang panjang. Keberhasilan Negara Belanda dalam manjemen sumber daya air tidak didapatkan melalui proses yang singkat. Sehingga wajar apabila saat ini Negara Belanda menjadi leader dikancah internasional sebagai proses pembelajaran terbaik dalam manajemen sumber daya air.

 

REFERENSI

Top Team Water. 2011. Water Deserves it: Advice for Water Top Sector. Dapat diakses di www.top-sectoren.nl/water.

Van Steen, Paul J.M dan Piet H. Pellenbarg. 2005. Water Management Challenges in The Netherlands.

http://www.government.nl/ministries/ienm/organisation. Diakses pada 10 April 2015.

http://www.government.nl/issues/water-management/water-quality/towards-better-water-quality. Diakses pada 10 April 2015.

http://www.government.nl/issues/water-management. Diakses pada 11 April 2015.

http://www.theguardian.com/environment/2014/feb/16/flooding-netherlands. Diakses pada 11 April 2015.

http://www.nytimes.com/2013/02/17/arts/design/flood-control-in-the-netherlands-now-allows-sea-water-in.html?_r=0. Diakses pada 12 April 2015.

http://www.holland.com/us/tourism/article/delta-works.htm. Diakses pada 12 April 2015.

http://www.coastlearn.org/pp/caseholland.html. Diakses pada 12 April 2015.