085. Negeri Angin

Penulis : Fris Frins Pionirissian
Tema : Air

=========================================================================================================================================================

Belanda, sebuah negeri dimana angan dan impian terlambung menuju kesana. Berawal dari sebuah kejutan usai pulang sekolah semasa SMA dahulu, tiba-tiba keluarga kami kedatangan tamu asing yang sontak saja membuat kami sangat kelabakan, bukan saja asing karena kami belum pernah menjumpai sebelumnya, tetapi karena mereka memang berasal dari negara lain. Sangat beralasan kelabakan kami, karena kami sekeluarga yakin tidak mampu berkomunikasi dengan baik karena tidak satupun dari kami yang mampu berbahasa inggris (sayapun merasa sangat tidak mampu, meskipun berstatus pelajar di SMA terbaik di Ngawi, mungkin karena kurang pede aja ya).

Setelah mempersilahkan masuk, perkenalanpun terjadi – dimana semua percakapan harus melalui jasa baik sang penerjemah yang merupakan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Utrech University. Dari cerita yang kami tangkap ternyata mereka berdua masih keluarga kami, perlu diketahui di rumah kami terdapat sepasang foto kuno dengan ukuran besar yang selalu membuat saya bertanya, apakah kami masih berdarah “Belanda”, yap – karena salah satu foto tersebut terpasang sebuah senyum khas tentara/polisi tetapi dengan wajah bukan pribumi, pertanyaan itu terjawab sudah sekarang. Memang sebelumnya hanya disampaikan oleh kakek nenek kalau leluhur kami berasal dari belanda, dengan kunjungan ini semakin menguatkan pernyataan itu. Sulit bagi saya menerangkan silsilahnya yang memang sempat terputus lama sekali.

Dari percakapan yang berlanjut kemudian kami ketahui bahwa mereka berdua mengemban “misi” yang diamanatkan mendiang nenek mereka yang belum dapat dilaksanakan oleh generasi orang tua mereka sebelumnya. Pelan pelan kami bersama melakukan trace yang kebetulan mereka juga dibekali dokumen “pohon keluarga” yang dibuat mendiang. Dan syukurlah kami dapat mencocokkan data tersebut, Yayy… saya memiliki sedikittt darah belanda mengalir dalam nadi saya,. Sangat menyenangkan bertemu dengan keluarga yang sudah lama terputus, What a wonderful day

Utrech, dimana keluarga saya bermula dan berasal (dari sisi kakek buyut) kemudian menjadi sebuah “visi”, saya akan kesana suatu saat nanti.. belajar di sebuah negara dengan level teknologi yang sangat tinggi. Semoga masih sempat..

Banyak sekali hal yang membuat saya terpesona dengan Belanda, selain kemampuannya menjajah Indonesia selama berabad-abad, pesona alam, budaya dan teknologi tingginya luar biasa. Belanda, menggunakan 2 bahasa resmi, yaitu bahasa Belanda dan bahasa Frisia (dan kini saya jadi lebih paham kenapa nama saya Fris*). Negara yang 20% luasnya berada di bawah ketinggian permukaan laut** merupakan fakta yang menarik untuk dipelajari bagaimana teknologi mereka dapat mengatasi masalah banjir. Selidik penuh selidik, ternyata sejak abad 13 Belanda memanfaatkan kincir angin untuk mengatasi masalah banjir, yaitu dengan mengatur aliran air selain dimanfaatkan untuk menumbuk hasil pertanian dan keperluan lainnya.

 1 One word, beautiful…

Kemudian di tahun 1970, digerakkan oleh seorang pakar energi Chris Westra, Belanda memulai era energi angin modern dengan memanfaatkan kincir angin untuk membangkitkan energi listrik ke rumah-rumah di daerah kamperduin, tidak hanya di daratan Belanda membangun kincir angin di lepas pantai dengan 4 unit dibangun dekat desa Kinderdijk. Namun sayangnya energi bersih ini tidak begitu menarik minat investor karena biaya investasinya yang relatif sangat tinggi, tercatat pada tahun 2010 terjadi penurunan listrik yang dihasilkan dari kincir angin sampai sebesar 13% yang disinyalir dikarenakan hembusan angin sepanjang tahun yang berkurang kecepatannya, meskipun tercatat pada 2008 beberapa perusahaan bersama-sama membangun sebuah kincir angin lepas pantai dengan diameter 127 meter (masih sulit membayangkannya, semoga dapat melihatnya kelak) dengan keluaran 6 megawatt dan cukup untuk melistriki 125.000 rumah, hanya dari sebuah kincir angin… woww.

Walaupun mendapat sebutan Negeri Kincir Angin, dalam tulisan ini saya sebut Negeri Angin – karena tanpa angin mustahil Belanda mendapat sebutan Negeri Kincir Angin ;) ternyata belanda masih kalah jauh dibandingkan dengan China, Amerika Serikat, Jerman dan Denmark dalam pemanfaatan energi angin untuk membangkitkan listrik. Meskipun demikian dapat diyakini bersama Belanda bahkan juga negara-negara lain termasuk Indonesia akan mempertimbangkan dengan baik guna manfaat kincir angin untuk membangkitkan energi listrik secara bersih. Indonesia, yang dapat dikatakan masih sangat tergantung dari energi fosil, terlihat mulai bergerak mengaplikasikan energi bersih terbarukan. Terlihat dari usaha beberapa rekan di Lentera Angin Nusantara memulainya di beberapa pelosok penjuru negeri, salut untuk perjuangan mereka. Semoga berkesempatan menimba ilmu di Belanda untuk membantu perjuangan rekan-rekan di LAN. amin..

2

Kincir Angin di Indonesia, oleh Lentera Angin Nusantara

*)http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Frisia

**)http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda

***)http://www.listrikindonesia.com/pemanfaatan_energi_angin_di_belanda_belum_optimal_123.htm

****)gambar kincir angin dari http://www.bayubuanatravel.com/keukenhof-belanda

*****)gambar kincir angin LAN dari https://almahdali9.wordpress.com/2015/01/12/penari-langit-lentera-angin-nusantara-lan/