096. Saatnya Kembali Ke Dunia Nyata: Free No-Wifi Zone

Penulis : Bagus Guntur Farisa
Tema : Air

=========================================================================================================================================================

Wifi maupun konektivitas jaringan sudah menjadi kebutuhan yang sangat sulit untuk diabaikan. Di era modern ini kita bisa mendapat sinyal wifi, baik saat berada di pusat kota, kafe, gunung Everest, bahkan di warung nasi kucing pinggir jalan sekalipun.

Seandainya saja sinyal wifi bisa dilihat dengan mata telanjang, kita mungkin akan kesusahan dalam menikmati hijaunya taman ataupun birunya langit di musim panas. Sinyal wifi akan memenuhi rongga-rongga udara, menembus tembok beton, menyesakkan pandangan kita dengan hingar bingar geombang elektromagentiknya.

Terlepas dari pengandaian di atas, kehadiran wifi juga mengakibatkan dampak yang nyata. Salah satunya ialah dampak sosial. Masyarakat jadi cenderung asyik dengan kesibukan mereka di dunia maya. E-mail, tweet, status, like, tag, mention, telah menjadi santapan sehari-hari, membuat terlena untuk selalu menundukkan kepala, menatap layar gadget mereka.

Mengenai hal ini, Kit Kat dengan menggandeng JWT Amsterdam, sebuah agen periklanan anti-mainstream, memulai sebuah adpetensi bertajuk Free No-wifi Zone. Dalam kampanye ini, pihak JWT-Amsterdam membangun Free No-Wifi Zone yang diletakkan di beberapa titik keramaian di Amsterdam.

Free No-Wifi Zone ini berbentuk bangku melingkar berwarna merah, dan di tengahnya diperi papan tanda khas merk cokelat KitKat. Di area-area tersebut dipasang penangkal sinyal yang mampu menahan sinyal dngan radius 5 meter. Membuat orang-orang yang berada di sekitar situ tidak akan mendapat sinyal sama sekali.

1

Gambar: toetiee.com/KITKAT-NOWIFI-ZONE

2

Gambar: toetiee.com/KITKAT-NOWIFI-ZONE

3

Gambar: toetiee.com/KITKAT-NOWIFI-ZONE

 

Adpertensi yang didesain oleh Kyoko Takeshita ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk kembali aktif berinteraksi di dunia nyata. Dengan kaburnya mereka dari segala tetek bengek kehidupan dunia maya, orang-orang bisa menggantinya dengan membaca koran atau buku dalam bentuk kertas, atau berbincang, bersenda gurau tanpa harus memakai aplikasi messenger, mungkin sambil makan cokelat batangan.

Dengan adanya break yang singkat ini, diharapkan masyarakat jadi makin peduli tentang pentingnya tempat yang benar-benar bebas wifi, bahkan tergerak untuk membuat area-area yang serupa. Hal ini juga menjadi sarana untuk mengampanyekan perlawanan mereka pada anak-anak muda ”generasi online” yang kesehariannya sibuk nongkrong di kafe-kafe dengan laptop mewah mereka.

Selain itu, dengan mengajak kita “beristirahat” dari keruhnya dunia maya, Kit Kat secara tidak langsung telah mensosialisasikan produk mereka karena ha ini selaras dengan slogan mereka yang sudah mendunia:

“Have a break, have a Kit Kat.”

 

Referensi:

popupcity.net/kit-kat-introduces-no-wi-fi-zones/

designtaxi.com/news/355326/Kit-Kat-Introduces-Free-No-WiFi-Zone-To-Block-Off-Internet-Connectivity/

jwt-amsterdam.pr.co/37802-kit-kat-free-no-wifi-zone

adsoftheworld.com/media/ambient/kit_kat_free_nowifi_zon