098. Windmill As The Wind Changes Dutch Country

Penulis : Akmaluddin Rachim
Tema : Air

=========================================================================================================================================================

Belanda, ya.. Negera yang memilik banyak julukan. Julukan tersebut antara lain Belanda sebagai Negeri Kincir Angin, Negeri Dam, Negeri Tulip,[1] dan masih banyak lagi sebutan yang dimilikinya. Sementara dikalangan wisatawan dan travelers, Belanda disimbolisasikan sebagai Kincir Angin, Tulip, Sepatu Kayu, Keju, Gerabah Delftware, dan Cannabis.[2]

1Kincir Angin[3]

 2Bunga Tulip[4]

3

Bendungan Oosterschelde, selain menahan air juga digunakan jalan raya. Multifungsi![5]

Gambar-gambar tersebut pada dasarnya merupakan ikon Belanda dimata dunia internasional. Begitupula dimata para wisatawan dan para travelers. Ketiga simbol tersebut memiliki korelasi satu sama lain. Korelasi yang akan menghasilkan sinergitas udara, air, dan tanah dalam menciptakan ruang hidup yang asri.

Ikon tersebut tercipta atas kerja keras pemerintah Belanda dalam melakukan inovasi terkait. Sebuah inovasi yang disebabkan karena sebuah tuntutan kebutuhan. Dan Belanda berhasil melakukan banyak inovasi. Atas kerja keras tersebut Negeri Kincir Angin ini menyabet gelar sebagai Most Innovative EU Country (urutan 5), dan menempati urutan ke 6 negara terinovatif berdasarkan Global Innovative Index (GII) di tahun 2012.[6]

Inovasi yang paling nyata dan memiliki dampak sistemik yang dilakukan oleh Bangsa Belanda adalah menciptakan kincir angin. Mengapa kincir angin memiliki dampak sistemik? Karena kincir angin merupakan inovasi – pada awal keberadaannya sekitar abad 13 – berfungsi untuk mendorong air ke lautan agar terbentuk daratan baru yang lebih luas (polder). Hal ini mengingat letak dataran Belanda yang sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan laut.

Namun seiring perkembangan zaman, ada banyak jenis dan kegunaan dari setiap kincir angin. Jenis kincir angin yang paling tradisional adalah kincir angin standar. Kincir angin ini dapat menangkap dan mengalihkan banyak angin dan terlebih lagi dengan kincir air yang terpasang di dalamnya, dapat membantu proses pengalihan dan pengeringan air lebih cepat.[7]

Nah… dari kincir angin inilah – yang berdampak sistemik – menghasilkan sebuah daratan yang indah. Daratan yang disuguhi dengan pemandangan bunga tulip. Pemandangan bunga tulip nan indah disetiap daratan Belanda, tidak dapat terwujud tanpa didukung oleh sumber perairan yang baik. Dengan kebutuhan air tersebut, Belanda melakukan inovasi menciptakan sebuah bendungan. Bendungan yang berfungsi sebagai sumber perairan. Apakah digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, untuk menyirami tanaman tulip, atau untuk kepentingan pembangkit tenga listrik, apapun itu semuanya ditopan oleh yang namanya KINCIR ANGIN.

Disanalah letak fungsi nyata dan dampak sistemik dari kincir angin. Simbiosis mutualisme antara udara, air, dan tanah yang diperankan oleh Kincir Angin.

Diera modern saat ini, kincir angin memiliki banyak kegunaan. Dalam bidang pertanian dan industri kincir anging digunakan untuk memproduksi kertas, mengasah kayu, mengeluarkan minyak dari biji, dan menggiling jagung.[8] Selain itu, kincir angin juga digunakan sebagai tenaga alternatif pembangkit listrik.

Di Indonesia sendiri, simbol tersebut dapat kita jumpait ditoko-toko roti asal Belanda. Dimana ada toko roti asal Belanda disitu terdapat kincir angin… hehe. Itu artinya bahwa kincir angin telah meng-Indonesia dengan adanya toko roti asal Belanda.

4

 

 

 



[2] http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda Diakses. 18.32/06-04-20115

[5] Isman Rahmani Yusron. Belanda, “Tanah rendah dengan peradaban tinggi”. https://kompetiblog2013.wordpress.com/2013/04/18/038-belanda-tanah-rendah-dengan-peradaban-tinggi/ Diakses. Pukul 17.43. WIB/15-04-2015