104. Self Healing Asphalt, Jalan Aspal yang Dapat Memperbaiki Kerusakan Sendiri

Penulis : Abdillah Rifai
Tema : Earth

=========================================================================================================================================================

Pernahkan terlintas di pikiran kita jika aspal jalan bisa memperbaiki dirinya sendiri jika mengalami kerusakan? Jika hal itu terjadi pastinya tidak akan ada lagi jalan-jalan yang berlubang, seperti yang sering dijumpai di jalanan ibukota. Adalah Professor Erik Schlangen, seorang peneliti dari Universitas Teknologi Delft, yang telah menjadi pionir dengan membuat aspal jalan yang bisa memperbaiki dirinya sendiri. Metode “Self-Healing” merupakan metode yang digunakan untuk bahan berbasis semen yang memperbaiki diri setelah materi atau strukturnya mengalami kerusakan.  Ini menjadi salah satu inovasi mutakhir pada elemen tanah yang dilakukan oleh Belanda.

1

Aspal yang dikembangkan oleh Erik di Microlab, Materials and Environment Section, Faculty of Civil Engineering and Geoscience, Delft University memiliki kemampuan untuk melakukan perbaikan secara manual pada bagian yang mengalami keretakan yang disebabkan oleh pembebanan. Porous network concrete merupakan salah satu metode “self-healing” pada material yang kemudian dikenal dengan nama self-healing concrete. Aspal yang dibuat oleh Erik ini meniru proses penyembuhan tulang ketika mengalami retak atau patah. Seperti yang telah kita ketahui bahwa tulang memiliki kemampuan untuk menyembuhkan secara alami, hal tersebut dikarenakan struktur tulang memiliki dua bagian, bagian luar yang sifatnya keras dan bagian dalam yang lunak berbentuk seperti spons. Di bagian dalam inilah tersusun jaringan yang memiliki kemampuan untuk penyembuhan. Saat tulang retak atau patah, darah akan membeku sebagai reaksi awal terbentuknya jaringan tulang lunak baru yang menyambung bagian yang patah kemudian akan terbentuk tulang baru.

Presentasi Erik Schlangen, pada TEDx Delft

Presentasi Erik Schlangen, pada TEDx Delft

Pada aspal yang memiliki banyak pori-pori akan membesar jika terjadi oksidasi, apabila pori-pori tersebut kemasukan kerikil, maka akan meretak, membesar dan kemudian akan berlubang. Dalam penelitiannya, Erik melakukan pendekatan perbaikan induksi yaitu dengan mengaktifkan proses perbaikan aspal melalui pemanasan induksi yang dikembangkan untuk meningkatkan daya tahan aspal tersebut. Meniru prinsip penyembuhan tulang, maka Erik menambahkan bahan khusus, yaitu serat baja. Ketika terjadi keretakan maka serat baja tersebut akan cepat meleleh melalui pemanasan induksi dan langsung menutupi pori-pori pada saat terjadi induksi panas di sekitarnya. Serat baja ditambahkan ke campuran aspal untuk dijadikan elektrik konduktif dalam proses pemanasan induksi. Kemudian saat suhu aspal mulai mendingin maka aspal akan kembali ke keadaan semula. Metode tersebut akan membuat pori-pori menjadi lebih kecil dan mengurangi kemungkinan rusak dan memiliki daya tahannya yang lebih lama.

Gambar CT-scan salah satu blok pada proses penyembuhan

Gambar CT-scan salah satu blok pada proses penyembuhan

Aspal buatan Erik ini diyakini lebih efisien dari segi waktu, biaya, dan juga lebih aman dinilai dari faktor lingkungan. Karena metode self-healing concrete diyakini dapat memperpanjang usia jalan dibandingkan dengan metode recycling. Kabar terbaru dari surat kabar Belanda yang diundang oleh Rijkswaterstaat (pemerintah Belanda), menulis sebuah artikel tentang test-track. Kesimpulannya adalah bahwa jalan tersebut bisa bertahan selama 30 tahun.  Aspal merupakan material yang paling banyak digunakan di atas permukaan bumi hingga mencapai tujuh milyar meter kubik yang untuk menghasilkan 100 kilogramnya mengeluarkan 20 kilogram emisi CO2. Dengan self-healing concrete lingkungan dan sumber daya alam dapat terjaga kelestariannya dan juga menghemat biaya. Erik sudah menguji coba bahan ini di berbagai jalan sepanjang 400 meter di Belanda, seperti di jalan tol A58 pada bulan Desember 2010 yang hasilnya sangat memuaskan, jalan ini bertahan hingga dua musim. Dengan aspal ini maka pemerintah tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk perbaikan jalan. Mungkin dengan adanya aspal buatan Erik ini, setidaknya di Jakarta, kita dapat merasa aman dan nyaman ketika berkendara di jalan-jalan Jakarta tanpa takut adanya jalan yang berlubang.

 

Referensi tulisan:

  1. http://erikschlangen.wix.com/erikschlangen#!projects
  2. http://www.selfhealingconcrete.blogspot.com/2013/01/interview-concretetv-with-erik-online.html
  3. http://www.selfhealingconcrete.blogspot.com/2012/12/tedxdelft-talk-erik-on-youtube.html
  4. http://www.selfhealingconcrete.blogspot.com/2012/10/erik-tedx-delft.html
  5. http://www.selfhealingconcrete.blogspot.com/2012/03/very-fast-self-healing-shcc.html
  6. http://repository.tudelft.nl/view/ir/uuid%3Adea292f3-15ee-490a-a59c-5365df63bc16/

Referensi gambar:

http://selfhealingasphalt.blogspot.com

 

Referensi video:

https://www.youtube.com/watch?v=xP3-W546HYs