105. Douane Indonesia : Sejarah dan Elemen Kehidupan

Penulis : Tedy Iskandar
Tema : Air, Water, Earth and Fire

=========================================================================================================================================================

Bea dan Cukai merupakan salah satu institusi penting yang dimiliki hampir setiap sistem pemerintahan di dunia. Istilah keren Bea Cukai adalah Customs (bahasa Inggris) atau Douane (bahasa Perancis). Di Indonesia, Bea dan Cukai merupakan salah satu warisan perjalanan dari sejarah masa lalu.

Bea Cukai ada sejak jaman penjajahan Belanda, semua bermula saat VOC datang ke tanah Batavia dan memulai perdagangan. Walau sebelum VOC datang, sistem “pungutan” seperti Bea Cukai sudah ada, namun belum ditemukan bukti-bukti tertulis yang menguatkannya. Dulu petugas “pungutan” dikenal dengan nama “Tollenaar” yang secara harfiah diterjemahkan sebagai penjaga tapal batas negara atau pantai yang bertugas memungut “Tol” atau sejenis upeti terhadap barang-barang tertentu yang dibawa masuk atau keluar lewat suatu tapal batas. Selain itu, ada juga istilah lain seperti “Mantriboom” dan “Opasboom” yang dikaitkan pengertiannya dengan tanda tapal batas untuk pemeriksaan barang yang masuk dan keluar dari pelabuhan. Boom bisa berarti pohon, blok, tiang dan sejenisnya. Hingga pada masa pemerintahan Hindia Belanda sifat “pungutan” itu baru resmi ada sejak VOC menerapkan “pungutan” secara nasional.

Pada masa Hindia Belanda, ada istilah douane untuk sebutan para petugas “pungutan” tersebut ini karena dipengaruhi oleh para pedagang dan pembeli dari Perancis. Namun pada masa VOC, pemerintah Hindia Belanda meresmikan nama Bea Cukai adalah De Dienst der Invoer en Uitboerrechten en Accijnzen (I.U & A) yang artinya Jawatan Bea Impor dan Ekspor serta Cukai. Para petugas IU & A mempunyai tugas memungut Invoer – Rechten (bea impor/masuk), Uitvoererechten (bea ekspor/keluar), dan Accijnzen (excise/cukai). Tugas memungut bea (“bea” berasal dari bahasa Sansekerta, vyaya yang artinya ongkos), baik impor maupun ekspor, serta cukai (berasal dari bahasa India) inilah yang kemudian memunculkan istilah Bea dan Cukai di Indonesia. Lembaga Bea Cukai setelah Indonesia merdeka, dibentuk pada tanggal 01 Oktober 1945 dengan nama Pejabatan Bea dan Cukai, yang kemudian pada tahun 1948 berubah menjadi Jawatan Bea dan Cukai sampai tahun 1965. Setelah tahun 1965 hingga sekarang menjadi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan disebutkan bahwa Bea dan Cukai berdiri sebagai “penjaga pintu gerbang” teritori Negara Kesatuan Republik Indonesia meliputi wilayah darat, laut dan udara (tiga dari empat elemen kehidupan) atas lalu lintas barang yang masuk dan keluar daerah pabean Indonesia.

Bagaimana inovasi Belanda pada empat elemen kehidupan terhadap sejarah dan perkembangan tugas dan fungsi Bea dan Cukai dan lingkungan sekitarnya ?

1.Sejarah Kepabeanan dan Cukai (elemen air, tanah dan udara)

Sistem hukum negara Indonesia pada dasarnya dipengaruhi oleh tiga pilar sistem hukum, yaitu sistem hukum Islam, sistem hukum adat, dan sistem hukum barat. Sistem hukum barat merupakan warisan dari zaman penjajahan kolonial Belanda. Hal tersebut dapat dilihat dari peninggalan hukum perdata yang lebih dikenal dengan Burgerlijk Wetboek (BW), pengaruh Belanda dalam hukum kepabeanan pun dapat dilihat dari berlakunya Indische Tarief Wet (Undang-Undang Tarif Indonesia) Staatsblad Tahun 1873 Nomor 35, Rechten Ordonnantie (Ordonansi Bea) Staatsblad Tahun 1882 Nomor 240, dan Tarief Ordonnantie (Ordonansi Tarif) Staatsblad Tahun 1910 Nomor 628. Tidak sedikit ketentuan hukum pabean Belanda yang diadopsi dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

1

https://mutosagala.files.wordpress.com/2012/03/11.png

2

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/66/Anonymous_The_Noord-Nieuwland_in_Table_Bay,_1762.jpg

2. Infrastruktur pelabuhan (elemen air)

Hubungan kerjasama antara Belanda dengan Pelindo III, Indonesia sangat dekat dan produktif. Bukti keberhasilan kerja sama keduanya salah satunya yaitu keberhasilan proyek pendalaman dan pelebaran Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) atau yang disebut Surabaya West Access Channel (SWAC), yang sudah berjalan 96 persen. Proyek besar tersebut dikerjakan oleh  perusahaan joint venture yang 60 persen sahamnya dimiliki Pelindo III bersama Van Oord Dredging and Marine contractors BV (Van Oord), kontraktor asal Belanda dengan saham sejumlah 40 persen. Disamping itu, Pemerintah juga memastikan Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, yang menjadi salah satu inti konsep tol laut, siap dibangun melalui skema kerja sama rancang bangun antara PT Pelindo I dan Port Of Rotterdam Belanda.

3

Foto: https://rotterdamportisindonesian.wordpress.com/

4

Foto: https://rotterdamportisindonesian.wordpress.com/

3. Infrastruktur bandar udara (elemen udara dan api)

Angkasa Pura Supports (APS), salah satu anak usaha Angkasa Pura Airports tandatangani nota kesepahaman dengan Kenbri Fire Fighting B.V perihal pemeliharaan kendaraan PKP-PK (Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran), Kamis 15 Januari 2015 di Jakarta. Kenbri sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang persediaan peralatan, penjualan, persewaan dan perawatan mobil PKP-PK yang berkantor pusat di Stellendam, Belanda. Disamping itu, penerbangan komersil reguler rute Jakarta menuju Amsterdam dan sebaliknya dilayani oleh berbagai macam maskapai penerbangan, termasuk maskapai Garuda Indonesia dan KLM.

 

5

Foto: http://www.angkasapura1.co.id/detail/berita/angkasa-pura-supports-kembangkan-pusat-pemeliharaan-kendaraan-pkp-pk

6

7

4. PT Unilever Indonesia (elemen tanah)

Satu dari lima perusahaan yang beroperasi di Indonesia yang memperoleh sertifikat Authorized Economic Operator (AEO) berasal dari negera Belanda, yaitu PT Unilever Indonesia. Bea dan Cukai Indonesia memberikan sertifikat operator ekonomi (Autorized Economic Operator) kepada lima perusahaan dari sembilan perusahaan yang lolos program implementasi AEO di Indonesia. AEO adalah fasilitas perdagangan international terkait jaminan keamanan pengiriman barang yang dikeluarkan World Customs Organization (WCO). AEO merupakan operator ekonomi yang mendapat pengakuan DJBC sehingga mendapatkan perlakuan kepabeanan tertentu, memberikan kemudahan antara lain bagi eksportir, importir, tempat penimbunan sementara dan pengusaha pengurus jasa kepabeanan.

8

Foto: http://www.beacukai.go.id/?page=media-center/berita/pemegang-sertifikat-aeo-yang-membandel-akan-di-drop-ke-level-bawah-jalur-merah.html

5. Kapal patroli (elemen air)

BUMN produsen kapal, PT PAL (Persero) menggandeng perusahaan galangan kapal asal Belanda, Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS). Kedua perusahaan kapal tersebut mengembangkan dan memproduksi kapal perang canggih tipe Perusak Kawal Rudal (PKR) atau Fregate. Kerja sama antara PT PAL (Persero) dengan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) diharapkan adanya transfer teknologi yang dimiliki oleh Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS).

9

Foto: http://img.antaranews.com/new/2012/04/ori/20120410PatroliBeaCukai200511-1xx.jpg

10

https://ei4betterlife.files.wordpress.com/2011/02/kapal-patroli-bea-cukai-batam-diserang-ratusan-orang.jpg

Kapal ini merupakan pesanan Direktorat Jendral Bea dan Cukai Kementerian Keungan RI, yang merupakan karya rancang bangung putra-putra terbaik PT. PAL Indonesia. Kapal ini akan digunakan oleh Dirjen Bea dan Cukai untuk mendukung pengamanan dan penegakan hukum di wilayah kedaulatan laut Indonesia.

 

Referensi :

  1. http://www.beacukai.go.id/?page=media-center/berita/pemegang-sertifikat-aeo-yang-membandel-akan-di-drop-ke-level-bawah-jalur-merah.html
  2. http://www.bps.go.id/
  3. http://www.aci.aero/
  4. http://www.iep.utm.edu/thales/#H3
  5. http://www.iep.utm.edu/anaximen/#H2
  6. http://adeyaka-fisip12.web.unair.ac.id
  7. http://www.worldshipping.org/
  8. http://sejarah.kompasiana.com/2013/05/13/sejarah-bea-dan-cukai-di-indonesia-559578.html
  9. http://finance.detik.com/read/2014/05/20/130402/2587018/4/gandeng-belanda-pt-pal-bikin-kapal-perusak-canggih
  10. http://beritahankam.blogspot.com/2009/12/kapal-patroli-cepat-38-meter-bea-cukai.html
  11. http://www.kemenkeu.go.id/en/Berita/five-companies-obtain-authorized-economic-operator-certificate
  12. https://rotterdamportisindonesian.wordpress.com/
  13. http://www.bumn.go.id/pelindo3/berita/2466/Kerajaan.Belanda.Perkuat.Kerjasama.dengan.Pelindo.III
  14. http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/01/21/niijh1-menko-kerja-sama-dengan-belanda-tetap-berlanjut
  15. http://www.angkasapura1.co.id/detail/berita/angkasa-pura-supports-kembangkan-pusat-pemeliharaan-kendaraan-pkp-pk
  16. http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/65/Klm.b737-300.ph bdp.arp.jpg
  17. http://cdn2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/logo_garuda_indonesia_ok_89.jpg
  18. https://mutosagala.files.wordpress.com/2012/03/11.png
  19. http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/66/Anonymous_The_Noord-Nieuwland_in_Table_Bay,_1762.jpg