107. H2O (Hugely Hydro-tech Organized)

Penulis : AKBAR MARZUKI TAHYA
Tema : Water

=========================================================================================================================================================

Indikator warna pada pemanas telah berganti memberi sinyal bahwa air telah bersuhu cukup untuk menyeduh secangkir teh. Keseharian yang dimanjakan oleh teknologi telah merubah gaya hidup dan kebiasaan pagi, bahkan dengan menekan remote control kita dapat menyajikan cappucino. Seperti halnya teknologi sederhana, suatu negara telah meneropong jauh ke depan untuk menghasilkan inovasi dalam pengelolaan kota dan bersahabat dengan air.

Siapa yang tidak mengenal Belanda? Negeri tersebut telah menjadi magnet bagi banyak orang, baik karena keindahan alaminya maupun rancangan kota yang ditata apik oleh tangan terampil berteknologi. Penataan kota yang selaras dengan lingkungan menjadikannya kota yang bersahaja bagi beragam makhluk hidup.

Orang pun mengenal Belanda sebagai daerah yang daratannya berada lebih rendah dibandingkan permukaan laut, sehingga orang Prancis menyebutnya Les Pays-Bas. Takdir lingkungan yang diperolehnya tidak menjadikan negeri tersebut pasrah dengan keadaan, mereka tidak ingin hidup dalam genangan banjir. Ide cemerlang para pakar dan tangan terampil insinyur berpadu menghasilkan karya luar biasa dan mencengangkan dunia. “Air adalah minuman saya” mungkin itulah yang terpikir dalam benak ketika kita sedang mengamati secangkir teh dalam gelas.

Air adalah komponen raya kehidupan. Substansi yang memiliki rumus H2O, merupakan satu molekul terikat dengan dua atom hidrogen yang terikat dengan kovalen satu atom oksigen. Komponen yang berperan dalam tiap aspek hidup makhluk di muka bumi, dengannya metabolisme tubuh dapat berjalan sehingga sari-sari makanan dapat terserap sempurna melalui bantuan oksigen dalam darah. Air menjadi bagian penting lalu lintas, karenanya transportasi dapat lalu lalang menyeberangkan manusia. Siklus air menjadi penting bagi planet bumi untuk menciptakan keseimbangan hidrosfer dan atmosfer. Air juga menjadi habitat yang maha luas bagi jutaan spesies.

Air memiliki peranan multiguna bagi manusia, terkecuali untuk tinggal di atasnya. Mungkin saja saat ini kita masih asing untuk tinggal dan menetap di atas permukaan air. Meskipun beberapa orang dalam suku tertentu telah memiliki kebiasaan sejak lama untuk menetap di atas laut dalam perahu-perahu kecil mereka. Mereka memiliki perspektif berbeda terhadap hamparan laut yang luas, tidak perlu bermasalah dengan batas pekarangan, bahkan mereka merasa asing terhadap daratan tempat kita tinggal.

Sepertinya perancang Negeri Kincir Angin paham dengan filosofi untuk tidak melawan lingkungan, namun melawan kepasrahan adalah keharusan. Perubahan kondisi lingkungan saat ini terjadi secara menyeluruh yang dapat kita rasakan dari berbagai belahan benua tempat kita hidup. Isu pemanasan global diduga menjadi penyebab meningkatnya tinggi muka air laut, sehingga dikhawatirkan akan menenggelamkan beberapa bagian daratan secara perlahan. Prediksi-prediksi pun bermunculan dengan hitungan matematis sehingga menghasilkan simulasi tenggelamnya daratan pada tahun-tahun ke depan. Kegamangan terjadi dalam suatu konferensi, seminar dan berbagai perhelatan diskusi. Diskusi yang ramai-ramai mencari kambing hitam persoalan pemanasan global, negara berkembang menuntut kompensasi pada negara industri maju, sementara negara industri tidak mudah menghitung persentase kompensasi.

Memprediksi kejadian yang akan datang bukanlah hal yang keliru, namun menciptakan solusi merupakan langkah bijaksana bagi orang-orang visioner. Sebut saja Steigereiland yang memiliki konsep bangunan yang tidak lazim. Daerah tersebut merupakan wilayah bagian timur Amsterdam yang mulai berkembang dengan bangunan-bangunan apung. Bangunan tersebut sangat unik karena desain yang dimilikinya. Seperti halnya sebuah kapal yang mengapung di atas permukaan air, bangunan tersebut mengikuti ritme pasang surut dengan ketinggian yang dinamis sepanjang hari. Bangunan unik tersebut di desain agar tidak terbawa arus dengan dipasangnya tambatan pada sudut yang tepat, meskipun bangunan tetap bergoyang ketika terhembas ombak. Inilah yang menjadi daya tarik dan pembeda dari bangunan kita di daratan. Siapapun yang pernah berkunjung ke pantai pastilah akan tahu gerakan ombak yang lembut, atau angin semilir, sehingga mereka merasa tenang dengan kondisi tersebut.

image001
Gambar 1. Konsep rumah apung (Waterstudio.NL)

Melaju kencang dengan solusi inovatif adalah cara tepat pemerintah Belanda untuk mempersiapkan diri terhadap perubahan lingkungan. Mereka tidak ingin bermusuhan dengan air, dan pastinya paham betul dengan kegemaran air. Meningkatnya tinggi muka air akan menjadi masalah besar bagi negara ini. Pakar Komisi Delta Belanda memprediksi permukaan air laut seratus tahun ke depan akan mencapai 1,3 meter, dan 4 meter dalam 200 tahun mendatang. Ancaman bagi Belanda tidak hanya berasal dari laut, melainkan juga permukaan sungai yang meningkat akibat tingginya curah hujan akan menggenangi wilayah-wilayah di Belanda.

Manusia tercipta sebagai pemimpin di bumi sehingga memiliki kewajiban mengayomi makhluk bumi lainnya. Konsep pemukiman yang dirancang oleh Waterstudio.NL merupakan salah satu contoh perhatian manusia terhadap organisme bumi lainnya. Rancangan rumah hewan yang di bangun dari dasar laut hingga menjulang tinggi ke angkasa disusun dengan banyak lantai, sehingga dapat dihuni oleh banyak krustase hingga beragam burung.

image003
Gambar 2. Pohon Laut, konsep rumah hewan (Waterstudio.NL)

Rancangan rumah hewan menyadarkan manusia bahwa sebenarnya sejak lama kita telah bersikap arogan karena lalai menjaga habitat alami mereka. Dengan adanya konsep tersebut, Belanda menyadarkan dunia untuk memulai kembali memberikan hak bagi organisme lain. Mari kita bersahabat dengan lingkungan kita, dan memberikan hak hidup bagi makhluk lain.

Referensi

http://www.dw.de/rumah-apung-cara-belanda-atasi-perubahan-iklim/a-17533962

http://www.poztmo.com/2011/06/pengertian-definisi-air.html

http://www.waterstudio.nl/