115. BELANDA: DARI RATU BEATRIX, HINGGA INOVASI LEDAKAN YANG LUAR BIASA

Penulis : Anggun Dewi Yulisa
Tema : Fire

=========================================================================================================================================================

Belanda.

Ketika mendengar nama negara yang indah dihiasi bunga tulip ini, pikiran saya langsung tertuju kepada seorang Profesor yang saya kagumi. Beliau pernah memiliki jabatan penting disebuah perguruan tinggi tertua diluar pulau Jawa, yaitu Universitas Andalas. Cerita beliau memang singkat, mengenai pertemuannya dengan Yang Mulia Ratu Beatrix. Tak disangka Ratu dari Belanda ini pernah berkunjung ke tanah Minangkabau. Mereka berkesempatan untuk berbincang-bincang mengenai pertukaran pelajar dari Indonesia ke Belanda dan sebaliknya. Wuiiih, ternyata keren juga universitas saya~~~

image001

Mengenal lebih dekat, karena pepatah mengatakan ‘tak kenal maka tak sayang’, saya pun menggali informasi yang lebih mendalam. Apa sih yang terkenal di Belanda ini? Selain Kanal Amsterdam-nya yang membentang panjang hingga 100 kilometer, Taman Bunga Keukenhof dengan bunga tulip sebagai objek utama keindahannya, dan Desa Kinderdijk yang memiliki 1000 kincir angin. SubhanAllah, semuanya merupakan tempat yang menjadikan Belanda banyak dikunjungi warga negara asing. Bukan hanya untuk wisata, tetapi juga belajar menimba ilmu.

Saya tertarik dengan satu hal yang katanya merupakan tradisi orang Belanda. Dimulai setelah Perang Dunia II, Leo Groeneveld yang merupakan kepala asosiasi dealer kembang api, mengatakan bahwa setelah Belanda memiliki perekonomian yang lebih baik, orang-orang mulai memainkan kembang api seperti petasan yang diproduksi sendiri. Bedanya dengan negara-negara Eropa yang lain, tradisi Belanda ini merupakan skala yang besar dan lama kelamaan timbulah kesadaran bahwa kembang api itu sangat berbahaya bagi pengguna dan lingkungan sekitar. Contohnya sebelum jam 12 di malam perayaan tahun baru, rumah sakit di Belanda sudah heboh dan ramai didatangi pasien yang terkena dampak bakaran kembang api tersebut.

Insiden yang lebih besar lagi terjadi pada awal tahun 2000 yang telah mengubah segalanya. Pada saat itu ada sebuah perusahaan bernama SE Fireworks yang memiliki gudang di daerah timur Belanda, Kota Enschede, menyebabkan kebakaran hebat. Awalnya terdapat percikan api di ruang kerja pusat yang menjadi tempat penyimpanan 900 kilogram kembang api. Lalu kebakarannya merambah kearah dua truk kontainer yang ternyata merupakan stok ilegal perusahaan ini. Terjadilah 177 ton ledakan kembang api yang luar biasa. Bisa dibayangkan, jika anda pernah memainkan PS1 balapan Crash Bandicoot, sebuah TNT (Tri Nitro Toluene) akan meledak dan membuat mobil tidak dapat bergerak sesaat.

image003

Itu baru satu buah TNT pada permainan fiktif, sayangnya di Belanda ini benar-benar terjadi. Ledakan pertama mengandung 800 kilogram TNT pada kembang api. Ledakan yang paling kuat tercatat mengandung 4000-5000 kilogram TNT maha dahsyat. Percikan apinya mencapai 30 kilometer keudara dan menciptakan kabut asap hitam yang sangat tebal.

Sungguh luar biasa insiden ini!

2015-04-24_121740

image011

Tercatat 40 hektar di sekitar area pergudangan tersebut hancur, 400 rumah musnah, dan 15 jalan terbakar. Ada 1500 rumah yang rusak, 1.250 orang kehilangan tempat tinggal, sekitar sepuluh ribu warga dievakuasi, dan kerusakan mengakibatkan kerugian sebesar € 450 juta. Bukan hanya itu, tetapi juga ada 23 orang termasuk 4 pemadam kebakaran yang meninggal dunia, sedangkan yang terluka dan dilarikan ke rumah sakit sebanyak 947 orang.

Kedua manajer perusahaan SE Fireworks, yaitu Rudi Bakker dan Willie Pater dijatuhi hukuman penjara 15 bulan untuk pelanggaran terhadap peraturan lingkungan dan regulasi keselamatan, serta berurusan dengan kembang api ilegalnya itu.

Nah, bertemakan INOVASI, artikel ini membahas lebih dari sekedar kejadian di masa lampau. Karena menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, inovasi adalah pemasukan atau pengenalan hal-hal baru, termasuk di dalamnya PEMBAHARUAN.

Setelah kejadian Vuurwerkramp (bencana kembang api), pemerintah mulai mengadakan pembaharuan yaitu di bidang inovasi regulasi terhadap penyimpanan dan penjualan kembang api. Sekarang Belanda memang terkenal memiliki peraturan super ketat dibanding negara-negara tetangganya di Eropa sana.

Beberapa macam kembang api boleh memiliki flash powder seperti rockets, cake boxes, single-shots, serta kembang api lainnya yang meledak di udara. Dengan catatan, maksimum flash powder seberat 2 gram saja. Jenis Cake boxes boleh mencapai 500 gram, dengan maksimum flash powder di dalam masing-masing tube-nya 15 gram. Sedangkan yang dianggap paling tidak menarik adalah jenis crackers dan firecrackers yang tidak diperbolehkan memiliki flash powder.

Lebih spesifiknya lagi, setiap kembang api jenis Rockets harus memiliki stick (tongkat) karena setelah dibakar, kembang api ini tidak dapat langsung meledak, tetapi ditunggu beberapa saat dan tidak dapat diprediksi.

Regulasi hukum di Belanda juga menyatakan bahwa warga negaranya dapat membeli kembang api untuk tradisi pesta besar tahun baru, tetapi tentu harus ada batasan-batasan seperti kembang api hanya akan diangkut dari Jerman ke Belanda tiga hari sebelum malam tahun baru. Masing-masing toko yang menjual kembang api lebih dari 200 kilogram juga harus dilengkapi dengan instalasi penyemprotan otomatis untuk menghindari terjadinya kebakaran menghebohkan seperti yang terjadi di Kota Enschede sebelumnya.

Tentu saja pemerintah Belanda telah membuat inovasi regulasi yang maksimal diperuntukkan bagi warga negaranya dalam menjual kembang api dan pergudangan yang aman. Konsumen pun diharapkan tidak ada yang terluka kembali. Sayang kan, kalau insiden yang sama akan terus berlanjut. Dan kita manusia harus belajar dari kesalahan, karena jika kejadian yang sama terulang kembali, lalu siapa lagi yang patut disalahkan?

REFERENSI

http://pixgood.com/crash-bandicoot-tnt-crate.html

http://kbbi.web.id/inovasi

http://niadilova.blogdetik.com/index.php/archives/1214

http://www.bonjourbag.com/blog/tempat-wisata-di-belanda/

https://www.rnw.org/archive/could-dutch-face-festive-fireworks-ban

http://en.wikipedia.org/wiki/Enschede_fireworks_disaster

http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/747674.stm

http://forum.vuurwerkcrew.nl/archive/index.php/t-7231.html

Dan Prof., Dr., Ir., H., Fachri Ahmad, MSc (Menjabat Rektor Universitas Andalas periode 1993-1997) sebagai narasumber wawancara mengenai Ratu Beatrix.