121. Saat Teknologi Bersahabat dengan Alam

Penulis : Rizki Amalia Dianing Ratri
Tema : Earth

=========================================================================================================================================================

Berawal dari obrolan-obrolan bersama teman-teman lab, setiap ditanya “mau ngapain setelah lulus kuliah?” and I just answer it with “aku mau lanjut kuliah di Belanda”. Bukan tanpa alasan saya memilih Belanda. Belanda atau dikenal dengan sebutan Netherland merupakan negara yang 27% wilayah daratannya berada di bawah permukaan laut namun memiliki pengelolaan sektor pertanian yang sangat mengagumkan. Belanda sebuah negara kecil dengan luas wilayah hanya 41.528 km2 (7.750 km2 termasuk perairan terbuka) dengan kepadatan penduduk rata-rata lebih dari 400 orang per km2 memiliki posisi geografis yang cukup menguntungkan. Terletak di sepanjang laut utara di sejumlah delta sungai Eropa yang penting sehingga menjadi stimulus untuk transportasi dan perdagangan ke dan dari daratan Eropa. Kondisi alam dengan distribusi curah hujan yang cukup merata (rata-rata tahunan 750 mm/tahun), tanah yang relatif subur mendukung pertanian yang variatif dan produktif.

Dimulailah penelurusan mencari-cari universitas di Belanda yang sesuai dengan minat saya. Setelah browsing sana sini, membaca kurikulum dan handbooknya, akhirnya saya menjatuhkan pilihan ke Wageningen University and Research Center (WUR) dengan jurusan Plant Biotechnology. Wageningen UR merupakan salah satu universitas terbaik dunia dalam bidang pertanian tahun 2014. Bidang pertanian dan pangan di universitas tersebut dipisah-pisah secara detail dan dipelajari dalam program serta spesialisasi yang berbeda. Hal ini cukup membuktikan bahwa sektor pertanian dan pangan di Belanda merupakan top sector yang menjadi prioritas perekonomian Belanda. Belanda merupakan eksportir terbesar produk pertanian dunia setelah Amerika Serikat dengan 65 milyar euro tiap tahunnya.

image001
Foto 1. Kampus Wageningen UR
(Sumber : dokumentasi Hari, 2015)

Selama beberapa dekade, sektor pertanian Belanda telah berhasil mempertahankan keunggulannya dibandingkan dengan negara-negara internasional lainnya. Pertanian Belanda menggunakan sistem produksi yang efisien dan berkelanjutan yang produktivitasnya lima kali lebih tinggi dari rata-rata negara Eropa lain. Lebih dari setengah dari total permukaan tanah Belanda digunakan sebagai lahan pertanian. 56% jika digunakan untuk tanaman pertanian dan hortikultura, 42% adalah padang rumput permanen, dan 2% digunakan untuk tanaman permanen. Sektor pertanian Belanda menghasilkan sebagian besar sereal (gandum khususnya), jagung, dan kentang. Sektor hortikultura berfokus pada sayuran dan bunga (tulip, mawar) yang sebagian besar diproduksi dalam rumah kaca.

image002
Foto 2. Festival Bunga Tulip di Amsterdam
(Sumber : dokumentasi Hari, 2015)

Kombinasi dari faktor alam, bersama-sama dengan kebijakan pemerintah yang sangat mendukung sektor pertanian kompetitif, keterampilan kewirausahaan yang baik, ditunjang riset dan pendidikan sektor pertanian berkelanjutan, pengolahan pasokan dan industri yang inovatif, ketersediaan gas alam murah pendukung rumah kaca hortikultura dan pemeliharaan bunga serta produksi pupuk murah, dan sejak tahun 1950-an munculnya asosiasi pemekaran pasar Uni Eropa telah menghasilkan sektor pertanian sangat kuat di Belanda.

Pertanian di Belanda didukung oleh kualitas riset ilmiahnya, Belanda menempati urutan ketiga dunia dalam riset ilmiah setelah Amerika Serikat dan Swiss. 7 dari 13 universitas di Belanda masuk di antara 20 perguruan tinggi terbaik di Uni Eropa. Selain Wageningen University and Research Center, terdapat pula intitusi-institusi TNO, NIZO Food Research, Utrecht University, dan Technische Universiteit Eindhoven yang fokus risetnya secara langsung dapat diaplikasikan di lapangan guna menunjang sektor pertanian mereka.

Salah satu yang dikembangkan Belanda dalam sektor pertaniannya adalah menggunakan rumah kaca dengan teknologi tingkat tinggi. Para petani tomat Belanda dan Greenhouse Horticulture Institute Wageningen UR merupakan perintis ‘Greenport Greenhouse’, yaitu sistem dimana persediaan panas dari rumah kaca dapat disimpan dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Solusi teknis baru yang memungkinkan pemanenan panas dalam bentuk air panas. Panas disimpan pada tangki atau saluran-saluran dalam tanah untuk periode sampai beberapa bulan. Hal ini akan mengurangi pemborosan energi dan memungkinkan petani untuk menggunakan panas-panas saat kondisi musim dingin. Dengan teknologi ini, rumah kaca tidak lagi menjadi “konsumen” energi tetapi mereka menjadi “produsen” energi. Greenport Greenhouse adalah sistem CO2-efisien yang memungkinkan produksi primer lebih tinggi daripada rumah kaca biasa. Juga, penyimpanan panas mengurangi konsumsi gas di rumah kaca sekitar 35%. Dengan inovasi penghematan energi, para petaninya punya kuasa menentukan suhu, kebutuhan air, hingga pasokan karbon dioksida yang menjamin panen hortikultura sepanjang waktu.

image003
Foto 3. Salah satu Healthy Greenhouse di Wageningen UR
(Sumber : http://www.wageningenur.nl/)

Lebih lanjut, pemerintah bekerja sama dengan Dewan Produk Hortikultura dan Konfederasi Pertanian dan Hortikultura Belanda untuk mengembangkan teknologi berkelanjutan baru melalui program “The greenhouse as a source of energy”. Tujuan pemerintah Belanda dengan sistem ini diharapkan pada tahun 2020 dapat secara drastis mengurangi konsumsi energi dan gas di sektor hortikultura rumah kaca dan semua rumah kaca baru harus menggunakan teknologi dengan iklim netral serta tidak menghasilkan karbon monoksida (CO2). Sistem ini sebagai tanggapan terhadap berbagai perkembangan yang dihadapi pertanian Belanda, seperti isu-isu lingkungan dan keamanan pangan, meningkatnya kompetisi pertanian, tekanan pada ruang dan perubahan dalam hubungan dengan masyarakat sipil (berkembangnya kekhawatiran untuk kesejahteraan hewan di sektor peternakan intensif).

Di negara kecil, padat penduduk, dan industri dengan pendapatan per kapita yang tinggi pula seperti Belanda, rantai produksi pertanian masih sangat penting dan sukses sebagai faktor ekonomi utama. Keterbatasan wilayah yang dimiliki Belanda tidak membuat mereka menyerah. Belanda mempunyai kekuatan pada sektor pertaniannya yang sangat kompetitif. Hal ini ditunjang potensi alam yang menguntungkan untuk pertanian dan dari pihak pemerintah yang sangat pro aktif merangsang dan mengembangkan potensi tersebut. Belanda selalu berpikir out of the box sehingga mampu mengoptimalkan keterbatasan yang mereka miliki menjadi kekuatan dengan inovasi dan kreatifitas tinggi.

Beberapa senior yang telah lebih dulu menjejakkan kaki di Belanda yang selalu ‘pamer’ akan pesona Belanda semakin menambah keinginan saya untuk segera menyusul menimba ilmu di sana. Kita harus bercermin pada keberhasilan Belanda di sektor pertaniannya. Menyerap ilmunya dan mengaplikasikannya untuk Indonesia. Indonesia memiliki sumber daya alam yang lebih menguntungkan untuk pertanian apalagi jika ditunjang dengan teknologi tingkat tinggi mampu menghasilkan produk yang mengagumkan. Dengan kerja sama dari pihak pemerintah, instansi swasta, dan tenaga pendidikan dalam riset ilmiah akan mampu mengembangkan potensi yang kita miliki bahkan bukan tidak mungkin nantinya pertanian Indonesia bisa melebihi Belanda.

if there is a will, there is a way, right?

Referensi
Achmad, Ridwansyah Yusuf. 2013. Pada Belanda Kita Belajar Tani dan Pangan. http://news.detik.com/read/2013/11/17/173444/2415273/103/2/pada-belanda-kita-belajar-tani-dan-pangan. Diakses tanggal 10 April 2015.
Netherlands. 2011. Agriculture and sustainable development- Agriculture and sustainable development in the Netherlands. http://www.un.org/esa/agenda21/natlinfo/countr/nether/agriculture.pdf

http://travel.kompas.com/read/2015/04/17/154500027/Wisata.Belanda.Semangat.Belajar.dari.Keterbatasan

http://www.government.nl/issues/agriculture-and-livestock/agriculture-and-horticulture

http://www.hollandtrade.com/sector-information/agriculture-and-food/?bstnum=4909

http://www.nationsencyclopedia.com/economies/Europe/The-Netherlands-AGRICULTURE.html

http://www.nationsencyclopedia.com/Europe/Netherlands-AGRICULTURE.html#ixzz3WtBiqI8X

http://www.nationsencyclopedia.com/Europe/Netherlands-TOPOGRAPHY.html

http://www.transitiepraktijk.nl/en/experiment/example/greenhouse-as-a-source-of-energy-vision-creation-and-vision

http://www.wageningenur.nl/en/Expertise-Services/Research-Institutes/lei.htm

http://www.wageningenur.nl/en/show/Ten-million-euro-for-Healthy-Greenhouse-in-GermanDutch-border-region-1.htm