123. Inovasi Belanda dalam Menyulap Air Menjadi Daratan

Penulis : Intan Widyastuti
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

image001

Apa yang kalian bayangkan ketika mendengar kata Belanda?

Bunga Tulip? Negeri kincir angin? Keju? Atau bahkan sepatu kayu?

Yaap secara umum orang-orang akan membayangkan hal – hal seperti itu.

Diluar hal – hal yang telah disebutkan diatas. Tahukah kalian, negara Belanda adalah negara berdaratan rendah.

Apa yang dimaksud daratan rendah?
Daratan rendah adalah hamparan luas tanah dengan tingkat ketinggian yang di ukur dari permukaan laut adalah relatif rendah (sampai dengan 200 m dpl). Faktanya 27% dari keseluruhan luas Belanda, letak daratannya 6,70 meter di bawah permukaan laut, dan 60% penduduk Belanda tinggal disana. Dengan demikian Belanda atau lebih dikenal dengan Nederland memiliki arti “negeri – negeri berdaratan rendah”.

Berdasarkan kondisi ini, air menjadi sahabat setia dari negara Belanda. Hampir setiap tahun negara Belanda mengalami banjir. Luas negara yang tidak begitu besar dengan jumlah penduduk yang padat, menuntut masyarakat Belanda untuk berfikir inovatif. Dari situlah inovasi – inovasi mulai bermunculan. Belanda pun mulai unjuk gigi, Belanda dianggap mampu menyulap air menjadi daratan, maksudnya Belanda mampu mengeringkan daratan yang digenangi air agar dapat menjadi permukiman yang layak dihuni oleh masyarakatnya dengan menerapkan sistem polder.

image005
Gambar 1. Sistem Polder

Penerapan sistem reklamasi lahan melalui sistem polder ini sudah diterapkan Belanda sejak abad ke 11. Dimana sistem polder ini berfungsi untuk mempertahankan wilayah Belanda dari ancaman banjir dan air pasang, selain itu dengan adanya sistem polder ini Belanda mampu memperluas daratannya. Polder merupakan sistem tata air tertutup dengan elemen meliputi tanggul, pompa, saluran air, kolam retensi, pengaturan lansekap lahan, dan instalasi air kotor terpisah. Kemudian pada abad ke-13 sistem polder ini disempurnakan dengan penggunaan kincir angin untuk memompa air keluar dari daerah yang berada di bawah permukaan air laut.

Bencana yang disebabkan oleh air ini tidak ada henti – hentinya mengepung Belanda dan sampai akhirnya pada tahun 1953 terjadi bencana banjir yang paling besar dimana bencana ini banyak memakan korban.

image006
Gambar 2. Proyek Delta Works/Deltawerken

Bencana banjir tahun 1953 ini melatarbelakangi dipercepatnya Proyek Delta (Delta Works/ Deltawerken) karna pasalnya proyek ini sebenarnya sudah direncanakan sejak 1937, namun pada waktu itu karna ada suatu hal maka proyek ini diundur tanpa batas waktu yang belum ditentukan. Proyek Delta (Delta Works/ Deltawerken) yaitu pembangunan infrastruktur polder strategis untuk menguatkan pertahanan terhadap bencana banjir. Proyek ini dibuat dalam bentuk bendungan berseri secara berturut-turut dan bertujuan untuk menjaga daratan dari ancaman Laut Utara. Proyek Delta (Delta Works/ Deltawerken) ini terdiri dari sepuluh bendungan besar dan tiga penahan gelombang yang dibangun secara bertahap selama 39 tahun. Bendungan pertama selesai dibangun pada 1958 di Sungai The Hollandse Ijssel, sebelah timur Rotterdam. Kemudian dibangun bendungan The Ooster Dam (The Oosterschelde Stormvloedkering), yang panjangnya hampir mencapai 11 kilometer. Bendungan terakhir yang selesai dibangun adalah The Maeslantkering pada 1997. Maeslantkering dibangun di muara Nieuwe Waterweg, yaitu kanal yang menjadi gerbang masuk ke Pelabuhan Rotterdam. Tanggul ini merupakan tanggul terbuka yang melalui program komputer dapat tertutup ketika terjadi badai dari Laut Utara mencapai ketinggian di atas tiga meter.

Proyek Delta (Delta Works/ Deltawerken) dibangun dengan menghadapi arus laut, gelombang dan karakter tanah yang bervariasi sehingga dianggap menjadi pencapaian tertinggi dalam konstruksi besar di lautan. Selain itu, design dan teknik yang digunakan khususnya di area persiapan fondasi dan penggunaan matras-matras fondasi perlindungan menggambarkan inovasi dan kerjasama yang kuat antara para geologist dan insinyur yang memberikan penerapan penting dalam berbagai aspek dari konstruksi yang berhubungan dengan pantai dan lepas pantai. Penggunaan komponen yang telah dibentuk sebelumnya (prefabricated) untuk kemudian ditempatkan melalui metode penempatan material-materialnya mencerminkan sebuah terobosan dalam konstruksi di laut terbuka (open water construction). Aspek lingkungan dan sosial pun sangat diperhatikan agar ekologi pantai sekitarnya tidak terganggu dan kehidupan nelayan dan kelancaran arus lalu lintas pelabuhan tidak terganggu.

image008
Gambar 3. Pulau Buatan Di Negara Abu Dhabi

Menurut informasi yang didapat, Belanda saat ini sedang gencar – gencarnya memulai inovasi baru dalam menciptakan pulau buatan di pesisir pantainya dengan menerapkan teknik serupa yang di gunakan di Abu Dhabi. Belanda juga sedang membantu membangun tanggul yang kokoh di New Orleans.
Jadi dapat disimpulkan dari penerapan sistem reklamasi lahan melalui sistem polder ini selain dijadikan tempat pemukiman masyarakat Belanda (memperluas daratan), polder juga berfungsi sebagai pencegah banjir.

Sungguh luar biasa, dari negara yang kurang beruntung, kini Belanda menjadi negara yang sangat beruntung. Berkat karakter inovatif masyarakatnya menghantarkan Belanda menjadi negara yang patut dicontoh oleh negara lain karena inovasi – inovasinya.

(Saya tandai : Artikel ini dibuat untuk mengikuti kompetisi menulis artikel yang bertemakan Inovasi Belanda yang diselenggarakan oleh Holland Writting Competition 2015 dan Summer Course di Belanda).

Referensi :

http://anggunsugiarti.blogspot.com/2012/02/belajar-dari-sistem-polder-negera.html

http://edukasi.kompas.com/read/2015/03/05/02461531/Perlu.Belajar.dari.Belanda.Negara.yang.Tak.Ada.Apa-apanya

http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda

http://id.wikipedia.org/wiki/Dataran_rendah

http://market-insight.blogspot.com/2010/04/dibalik-bendungan-belanda.html

http://nurulhedayat.blogspot.com/2013/07/mengenal-belanda-dan-karakteristiknya.html

Referensi Gambar :
http://adindaestiana.blogspot.com/2014/01/budaya-belanda.html?m=1 http://fokedki.blogspot.com

http://raisamalia.blogspot.com

http://secret-architecture.blogspot.com/2008/12/keindahan-arsitektur-di-dubai.html?m=1

http://simpanglima.wordpress.com/2010/06/14/semoga-semarang-bebas-banjir-dan-rob/