126. ‘Pengendali Air’ dan Air Tawar Ramah Lingkungan

Penulis : Zahratul Hayati
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Berbicara tentang Belanda dan air, wajar rasanya jika Belanda dijuluki ‘pengendali air’. Bagaimana tidak? Dengan luas wilayah yang tak jauh berbeda dibandingkan provinsi Jawa Timur dan dikelilingi lautan yang lebih tinggi daripada daratan, tak lantas membuat Belanda patah arang dan terpuruk menjadi negara yang lemah. Keterbatasan itulah yang mungkin menjadikan Belanda sang ‘pengendali air’ dengan segala inovasi teknologinya.

Salah satu proyek besar yang mampu mengubah ketidakberuntunga tersebut adalah Delta work. Delta Works tercatat sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia modern. Berawal dari Sakit hati Belanda akibat bencana banjir tahun 1953 menjai tolak awal megaproyek ini. DeltaWorks dibangun setelah banjir tahun 1953, dan selesai pada tahun 1997, dibutuhkan waktu selama 44 tahun dan memakan biaya 8 miliiar dolar untuk membangun bendungan yang diklaim mampu menahan badai besar yang hanya muncul sekali dalam 10.000 tahun, dengan tinggi 13 meter diatas permukaan laut. Struktur bangunannya dua kali lebih tinggi dibandingan bendungan New Orleans dan deltaworks memakan biaya perawatan 500 juta dollar tiap tahunnya.

image001
Banjir 1953 di Belanda

Teknologi yang mereka gunakan telah teruji bertahun tahun dan kini bahkan diadaptasi hampir diseantero dunia. Terbukti, hingga saat ini, proyek rumit yang diselesaikan dalam kurun waktu 44 tahun tersebut, berhasil “mengamankan” Belanda dari bahaya banjir bahkan membuat sistem pengelolaan air di Belanda menjadi yang terbaik di dunia. Dapat dikatakan bahwa Delta Works berhasil “menciptakan” Belanda itu sendiri. Delta Works secara tidak langsung memberikan arahan terhadap tata kota Belanda: kanal-kanal yang indah, jalur air yang sangat berguna bagi transportasi, dan lain sebagainya.

image002

Setelah sukses menjalin persahabatan dengan kondisi alamnya, perhatian Belanda terarah kepada isu global keterbatasan air tawar. Ya, sumber air tawar yang baik untuk tubuh kita saat ini menjadi langka karena meningkatnya permintaan dan keterbatasan sumber daya air yang baru, hal ini diperparah dengan sikap kita yang tidak mempedulikan alam (ilegal logging salah satunya). Salah satu inovasi yang ditawarkan Belanda adalah Elemental Water Makers sebuah mesin yang mampu merubah air laut menjadi air tawar.

Elemental Water Makers (EMW) didirikan pada april 2012 oleh Sid Vollebregt and Reinoud Feenstra, dua insinyur jebolan University of Technology Delft. Perusahan yang berkantor pusat di Molengraaffsingel, Belanda ini telah berhasil mengembangkan Mesin untuk melakukan proses desalinasi. Desalinasi merupakan proses yang menghilangkan kandungan garam dalam air untuk mendapatkan air yang layak dikonsumsi. Yang membuat EMW berbeda dengan mesin sejenisnya adalah mesin ini tidak memerlukan bahan bakar fosil, mesin ini dapat bekerja hanya dengan memanfaatkan matahari, bumi, dan angin saja yang membuat mesin ini ramah lingkungan dan hemat energi. Atas inovasinya tersebut EMW berhasil mendapat pengakuan dunia melalui penghargaan-penghargaan yang mereka raih, penghargaan tersebut diantaranya adalah the winner of the 7th Waternetwork thesis prize for young professionals untuk dua penemunya dan UfD-Cofely Energy Efficiency Prizes

image003
EWM hanya membutukan Matahari, Bumi dan angin untuk sumber daya

EMW, melalui kerjasamanya dengan Technical University of Delft dan Institut Teknologi bandung berhasil mengimplementasikan EMW untuk pertama kalinya saat EMW masih dalam proses pengembangan atau Versi Pilot. Dalam jangka waktu 6 bulan masa pengembangan EMW kemudian diimplementasikan dan diuji di Pecatu Indah, Bali . Hasilnya sungguh menakjubkan dimana dalam kurun waktu satu bulan EMW berhasil menghasilkan 75.000 air tawar layak minum di bawah kondisi berfluktuasi energi yang terbarukan dan hebatnya hal itu dilakukan EMW tanpa menggunakan daya tambahan atau seperti yang sudah dijelaskan hanya memanfaatkan Matahari, Bumi dan Angin saja.

Dengan berhasilnya proyek EMW, sekali lagi Belanda membuktikan jika mereka adalah negara yang terus melakukan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi manusia. Sikap cepat tanggap orang Belanda dengan menunjukkan reaksi dan aksi dalam menemukan solusi di setiap masalah sangat luar biasa. Harmonisasi dalam pengembangan proyek apapun, membuktikan kemajuan teknologi bisa selaras dengan lingkungan. Tak hanya surga ‘pengendali air’, dampak dan inovasi teknologinya pun melingkupi ke tiga elemen kehidupan kehidupan lainnya. Tanah, udara dan api.

Referensi :
• http://dikutandi.com/2015/04/elemental-water-makers-inovasi-belanda-mengatasi-terba-air-tawar/
• http://enosrudy-enru.blogspot.com/2012/05/delta-werken-inovasi-belanda-melawan.html
• https://kompetiblog2013.wordpress.com/2013/04/18/038-belanda-tanah-rendah-dengan-peradaban-tinggi/
• http://travelernekat.blogspot.com/2013/05/roads-under-water-solusi-cerdas-ramah_12.html