129. Cerdasnya Bertani di Belanda

Penulis : Steffie Valencia
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Tanah merupakan salah satu elemen penting bagi kelangsungan hidup umat manusia. Kandungan yang terdapat didalamnya juga bernilai. Tanah dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan dan usaha. Efektivitas dalam pemanfaatan pengolahan tanah akan sangat menguntungkan. Inovasi terus dilakukan oleh berbagai pihak, terutama bagi mereka yang sadar akan besarnya ketergantungan manusia akan produktivitas tanah.

Tanah dapat diolah untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Belanda sendiri memiliki hampir separuh wilayah yang berada kurang 1 meter dpl. Luas wilayah hanya 41.526 km persegi jauh lebih kecil apabila dibandingkan dengan Indonesia. Menyadari hal ini Belanda mengatasi dengan kegiatan pertanian yang efektif, inovatif dan kreatif. Hal yang terpenting dilakukan adalah riset. Menerapkan teknik rumah kaca yang mengapung diatas air dan memanipulasi iklim dalam ruangan serta teknologi robotik dan komputerisasi, sistem pencahayaan yang inovatif, sistem daur ulang air dan limbah.

image002

Ketika musim panas, Belanda menerapkan mekanisme solar cell dirumah kaca yang berfungsi memanen energi panas dan disimpan di tandon dan sungai-sungai bawah tanah sehingga dapat menaikkan suhu air. Maka ketika musim dingin tiba, mesin-mesin blower akan memanen simpanan energi bawah tanah tersebut dan mensirkulasikan udara untuk memanipulasi iklim dalam ruangan. Dampaknya hasil pertanian menjadi berlipat ganda dengan minimalisasi tenaga yang digunakan, karena sebagian besar kegiatan menggunakan mesin. Tak hanya itu higienitias dan kesegaran produk juga terjamin.
Inovasi lain adalah menanam kentang di lahan asin. Hasil riset yang diperoleh bahwa dalam 10 tahun kedepan, 1 miliar hektar lahan pertanian di seluruh dunia tidak layak untuk pertanian tradisional. Hal ini disebabkan karena mengasinnya lahan pertanian. Maka dari itu Belanda mencoba menemukan penyelesaiannya. Ternyata ada 2 jenis kentang Belanda yang dapat tumbuh dengan baik dilahan yang asin tersebut. Alasan mengapa kentang yang harus dibudidayakan terlebih dahulu? karena banyaknya orang yang mengkonsumsi kentang sebagai makanan pokok. Belanda menyadari hal ini sebagai peluang bisnis yang sangat menjanjikan, apabila hal yang diperkirakan seperti ini nyata terjadi.

image001

Mesin terkini yang dikembangkan Belanda adalah kamera melayang yang mampu mendeteksi kebutuhan pestisida pada setiap tanaman tomat. Dengan teknologi yang canggih tersebut Belanda tak hanya mampu menjual hasil produk pertaniannya saja, melainkan juga teknologi yang sudah mereka ciptakan. Belanda tetap terus berinovasi dantak puas dengan apa yang sudah mereka ciptakan. Pemerintah juga mendukung penelitian-penelitian yang mereka lakukan dengan memberikan investasi dan pendidikan yang terbaik bagi mereka.

Belanda sejak dahulu dikenal sebagai negara dengan produk andalan benih dan bunga. Bunga Tulip merupakan salah satu bunga yang paling terkenal. Popularitasnya yang begitu tinggi ini membuat banyak orang Belanda yang membudidayakan bunga ini untuk diekspor. Kreatifitas warga terlihat dari setiap kavling tanah yang kosong selalu dimanfaatkan untuk menanam, salah satunya bunga tulip. Bunga ini juga menjadi lambang bagi negara Belanda. Maka dibuatlah taman Keukenhof sebagai tempat dipamerkannya lebih dari 100 jenis Tulip.

Penanaman tulip dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan menggunakan umbi atau dengan menggunakan biji. Perbedaannya apabila menggunakan umbi hanya memerlukan waktu 1 tahun untuk bunga dapat mekar, sedangkan dengan biji butuh waktu sekitar 5 sampai 7 tahun untuk bermekaran. Maka dari itu para penanam di Belanda lebih senang menggunakan umbi daripada biji. Penelitian yang telah dilakukan oleh Belanda mengatakan apabila bunga tulip sudah kuncup sebaiknya bagian kuncup ditusuk dengan jarum sehingga mengeluarkan gas etilem yang dapat mempercepat bunga untuk mekar. Itulah inovasi yang ditemukan oleh para peneliti Belanda. Hasilnya bunga tulip pun dapat bermekaran dengan lebih cepat dan dapat dinikmati oleh para pecintanya.

Belanda sampai saat ini masih menjadi pusat acuan bagi pertanian holtikultura. Sejak berabad-abad lalu Belanda telah mengembangkan metode pertanian ini. Industri pertanian pangan memberikan kontribusi sebesar 20% dari total nilai ekspor Kerajaan Belanda, serta memberikan nilai tambahan terhadap PDB ( Pendapatan Domestik Bruto) sebesar 52,5 milyar euro. Hal ini menjadikan Belanda sebagi eksportir produk pertanian terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Melihat hal ini dapat disimpulkan bahwa Belanda konsisten dalam mengembangkan dan berinovasi dalam bidang pertaniannya. Dampaknya eksistensi Belanda di dunia sebagai negara pengekspor produk pertanian tak diragukan lagi.

Referensi:

http://pameranpertanian.blogspot.com/p/negara-dengan-pertanian-terbaik.html?m=1

orangeatmosphere.blogspot.com/2011/11/letak-geografis-belanda.html?m=1
hwc2015.nvo.or.id/035-keindahan-bunga-tulip-di-negeri-van-oranje/
ppmkp.pancatech.com/wp/artikel-umum/belajar-dari-inovasi-pertanian-negeri-kincir-angin.html