131. Delta Works Bersahabat Dengan Air

Penulis : MONA YOLANDA, S.IP
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Disaat musim penghujan seperti ini, banyak daerah di Indonesia khawatir akan dilanda banjir. Meski daerah Indonesia tidak semuanya dataran rendah, banyak faktor yang menyebabkan banjir menjadi agenda rutin dikala hujan tiba. Human error seperti sistem pengairan yang buruk dan pembangunan yang tidak memperhatikan AMDAL merupakan beberapa faktor utama penyebab banjir.

Faktor-faktor ini sebenarnya bisa segera diatasi, jika kita lebih peduli dan memperhatikan kondisi yang terjadi dilingkungan kita. Sebagai contoh kita bisa menengok Belanda. Belanda merupakan negara yang sebagian wilayahnya berada dibawah permukaan laut, namun Belanda berhasil memaksimalkan potensi wilayah mereka melalui pengelolaan air yang baik dan benar.
Sebagai sebuah negara yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan, Belanda selalu berusaha untuk menjadi sahabat air. Dari awal abad ke 18 sudah banyak proyek pengelolaan air yang dilaksanakan Belanda dan masih terus belanjut sampai sekarang. Salah satu proyek pengelolaan air yang terkenal di Belanda sampai saat ini adalah Delta Works.

image001
Gambar: : http://en.wikipedia.org/wiki/Delta_Works#/media/File:Deltawerken_na.png

Delta Works ini adalah sebuah mega proyek jangka panjang pembangunan rangkaian bendungan untuk mengatasi banjir di wilayah delta dan daerah mulut sungai di Belanda yang berhadapan dengan Laut Selatan. Proyek ini terdiri dari bendungan, tanggul, pintu air dan pemecah gelombang. Proyek ini dimulai ketika Departemen Pekerjaan Umum Belanda, pada tahun 1937 melaksanakan penelitian menemukan bahwa beberapa wilayah di Belanda terancam bahaya banjir besar ketika terjadi badai dan pasang naik . Daerah-daerah itu diantaranya adalah delta-delta mulut sungai Rhine, Meuse dan Schelde. Dikarenakan kondisi alamnya, agak sulit untuk membangun bendungan baru didaerah ini, maka solusi pertama yang dikemukakan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menutup mulut sungai. Rencana inilah yang kemudian dikukuhkan sebagai Delta Plan, yang merupakan awal dari Delta Work. Dan pada tahun 1950 penutupan mulut sungai yang pertama dilakukan terhadap sungai Brieles Gat dan Botlek.

Rencana selanjutnya sedikit terhambat oleh adanya banjir besar Laut Selatan pada tahun 1953 yang menewaskan hampir 2000 jiwa dan menenggelamkan hampir 150.000 hektar lahan. Hal ini kemudian semakin membulatkan tekad Belanda untuk segera mengerjakan proyek Delta Plan. 23 hari setelah terjadi banjir tepatnya pada 1 Februari 1953, dibentuklah Komisi Delta, diketuai oleh Dirjen Dinas Pengairan dan Pekerjaan Umum Belanda, Mr. Maris. Komisi ini memiliki 2 tujuan utama yaitu :
• Mengeringkan dan melindungi area yang biasa terkena banjir ketika pasang naik.
• Dan melindungi wilayah tersebut agar tidak menjadi payau.

Rencana tersebut disusun dengan satu syarat utama yaitu mulut Sungai Schelde Barat dan Jalur Air Rotterdam (Niuewe Waterweg) harus tetap dibuka karena kedua jalur ini penting untuk lalu lintas kapal dagang Belanda dan Belgia.

Selain itu ada beberapa aturan yang harus diikuti dalam pelaksanaan Deltaworks ini atau yang lebih dikenal sebagai “Delta Norm”.
• Sudah diindentifikasinya daerah yang akan dilindungi dari banjir, atau yang disebut, “daerah cincin tanggul”.
• Kerugian yang ditimbulkan oleh banjir dihitung dengan menggunakan model statistik yang memasukkan kerugian rusaknya bagunan, kerugian produksi dan jumlah jiwa yang hilang.
• Dihitungnya kemungkinan terjadinya banjir besar dengan menggunakan form data yang berasal dari laboratorium simulasi banjir.

Proyek Delta ini dilaksanakan secara bertahap. Dari proyek kecil ke proyek besar, dari pengerjaan yang murah sampai ke yang rumit dan didasarkan pada pertimbangan, jumlah material bangunan, sumber daya manusia yang tersedia, dan urgensi perlindungan terhadap gelombang badai.
Proses pengerjaan pertama dilaksanakan pada tahun 1954 yaitu pemecah gelombang Hollandse Ijssel yang dioperasikan pada tahun 1958. Pada1961, pengerjaan proyek ini dilanjutkan dengan dibangunnya bendungan di Verse Gat dan Zandreek. Air di kedua bendungan ini, kemudian menjadi air tawar dan lokasi ini kemudian disebut Veerse Meer ( Danau Veere).

Selanjutnya adalah pembangunan deretan pintu air di Haringvliet yang bertujuan untuk mengeringkan air luapan Sungai Rhine. Pintu air ini bisa dibuka dan ditutup pada musim dingin supaya pasang yang masuk tidak membeku dan membekukan sungai-sungai di Belanda. Pintu air ini beroperasi pada 1971 dan setahun berikutnya bendungan Brouwers juga selesai dikerjakan.

Berikutnya adalah proyek sungai Schelde sebelah timur. Rencana awalnya adalah penutupan mulut sungai permanen, tapi hal ini mendapat tentangan dari masyarakat. Karena jika dibuat bendungan seperti yang lain, air didaerah tersebut akan menjadi tawar seperti dilokasi bendungan sebelumnya. Kondisi ini akan mengancam keragaman hayati wilayah tersebut karena lingkungan air yang berubah dari asin menjadi tawar.dan ini berdampak juga pada industri perikanan. Karena itu pemerintah kemudian merevisi rencana pembangunan ini dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dengan membangun deretan pintu air yang akan ditutup setiap musim badai besar dan ketika pasang naik. Dibutuhkan 10 tahun (1976-1986) untuk mengerjakan proyek pintu air ini, dan menjadi salah satu pintu air terbesar di dunia.

Selain pembangunan utama diatas, proyek pembendungan skala kecil juga masih terus berlanjut dikarena kondisi pasang yang terus naik akibat perubahan iklim. Salah satu bendungan yang dibangun pada akhir abad 20 adalah Tanggul Maeslant. Tanggul ini bisa dipindah-pindahkan sesuai dengan kondisi air saat itu.

image003
Gambar : http://en.wikivoyage.org/wiki/Delta_Works

Selain memperpendek panjangnya jangkauan pasang daerah di Belanda menjadi 700 km banyak keuntungan yang didapat dari pembangunan proyek Deltawork ini, diantaranya adalah:
1. Jumlah pasokan air tawar untuk pertanian di Belanda menjadi meningkat dan penyeimbangan antara suplai air tawar dan air asin di daerah delta menjadi lebih mudah, karena adanya pembangunan pintu air yang bisa dibuka dan ditutup.
2. Meningkatnya arus perdagangan dan terbukanya wilayah-wilayah yang dulunya terisolasi. Seperti di Provinsi Zeeland. Pembangunan Jembatan Zeeland dan terowongannya pada 2003, telah meningkatkan arus mobilitas di wilayah tersebut.
3. Pembangunan proyek ini memang merubah kondisi alami wilayah tersebut, namun sebagai gantinya kondisi alam baru yang tidak buruk juga hadir sebagai gantinya. Sebagai contoh, sekarang ini banyak pantai yang sudah kering dijadikan sebagai tempat rekreasi.

Proyek Delta terakhir diresmikan pada 24 Agustus 2010. Tapi mengingat beberapa wilayah lain di Belanda mulai menunjukkan tanda-tanda terancam banjir karena meningkatkan level ketinggian air laut karena perubahan iklim, maka Pemerintah Belanda, sudah menyiapkan rencana selanjutnya.

Proyek Deltaworks ini menjadi contoh nyata bagi kita betapa Belanda sangat memikirkan kelangsungan hidup masyarakatnya dari segala aspek. Termasuk aspek pendukung agar masyarakatnya bisa hidup lebih layak dan aman di daerah mereka.

Diakui memang akan terus ada perdebatan mengenai apakah alam dirugikan atau diuntungkan oleh Proyek Deltaworks ini, tapi yang jelas Pemerintah Belanda meyakini managemen pengairan yang awet harus memperhatikan faktor kealamian, keselamatan, dan kemakmuran wilayah tempatnya dilaksanakan.

Sumber :
1. http://en.wikipedia.org/wiki/Delta_Works
2. http://www.deltawerken.com/English/10.html?setlanguage=en
3. http://www.water-technology.net/projects/delta-works-flood-netherlands/
4. http://en.wikivoyage.org/wiki/Delta_Works
5. http://www.holland.com/us/tourism/article/delta-works.htm