134. Hunian Baru Bersama Lumba-Lumba

Penulis : Jeannette Zes Giovani
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Banyak yang mengatakan (baik ilmuwan atau bukan), kalau lumba-lumba adalah mahluk yang cerdas. Saya pun setuju. Disamping lumba-lumba adalah mahluk yang lucu dan menggemaskan, lumba-lumba juga terkenal cerdas dengan memiliki massa otak 42,5% dari massa otak orang dewasa pada saat lumba-lumba tersebut lahir.

image001

Namun, setiap kali saya melihat kelucuan mahluk tersebut, saya teringat akan punahnya spesies Yangtze River Dolphin karena……. plastik.

Plastik adalah benda yang sangat mudah kita dapatkan di Indonesia. Pergi membeli satu permen juga pasti dapat plastik. Ya sudah jadi hal yang lumrah sih. Namun, jadi suatu bahaya besar karena plastik sudah mematikan 267 jenis binatang laut yang mengira plastik adalah makanan yang kemudian merusak sistem pencernaan binatang tersebut. Bukan hanya membunuh binatang tersebut, plastik juga merusak ekosistem laut. Diperkirakan ada lima ratus juta sampai satu milyar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Saking banyaknya, kumpulan sampah plastik membentuk semacam pulau-pulau kecil di lautan pasifik. Ukuran dari “pulau” tersebut bisa mencapai 15.000.000 kilometer persegi.

image005

image003

Tidaklah sulit dalam menjawab suatu pertanyaan etis, tapi kemampuan untuk melaksanakan jawabannyalah yang sering kali tidak ada. Mungkin, ada baiknya kita lihat cara negeri kompeni melakukannya.

Mengurangi sampah di negeri kincir angin ini memang beraneka ragam caranya, mulai dari hal yang paling sederhana yaitu menetapkan harga plastik saat berbelanja dengan harga sekitar 0.35 euro. Nah, jika cara seperti ini diterapkan di Indonesia, bikin mikir dua kali sih buat ngeluarin duit demi plastik, lebih baik menyimpan belanjaan di dalam tas atau membawa tas belanja sendiri.

image007

Mengurangi penggunaan plastik dengan adanya “pemaksaan” bayar pun masih belum cukup, ada juga cara kreatif warga Belanda yang mengolah sampah menjadi energi baru sehingga dapat dipakai kembali melalui perusahaan pengolahan sampah dan limbah yang diberi nama “City of Amsterdam Waste and Energy Company (AEB)” yang didirikan oleh pemerintah Belanda sendiri.

image009

Dari 1,4 juta sampah domestik (25% sampah yang dihasilkan warga Belanda dalam setahun), sampah tersebut ditampung, dipilah, dan kemudian dibakar dalam 1000-1200 derajat celcius. Pembakaran tersebut menghasilkan uap atau udara panas untuk dapat memutar turbin generator yang diubah menjadi sumber listrik. Listrik ini mampu menerangi lampu jalanan kota Amsterdam dan dalam setahun mampu menghasilkan 1.000.000 mwh listrik (setara kebutuhan 1% energi listrik Belanda).

image011

Coba bayangkan apabila cara seperti ini dapat diterapkan di negeri sendiri dan dialirkan ke daerah yang masih kekurangan listrik seperti di kawasan Indonesia Timur. Pastinya wow sekali! Sampah plastik digunakan kembali untuk sumber energi penunjang kehidupan dan sekaligus mengurangi penumpukan sampah yang dibuang begitu saja ke laut.

Sudah mulai terkagum dengan teknologi yang dilakukan Belanda? Eits tunggu dulu, masih ada lagi!

Kreativitas Belanda dalam mengolah sampah menjadi…. RECYCLED PARK!

image013
Gambar: First sketch Floating Park of recycled plastic in Rotterdam

Sampah yang terdiri dari sampah plastik menumpuk di lautan dan memiliki luas hampir 10.000 kilometer tersebut dikumpulkan untuk di daur ulang menjadi suatu pulau hunian dan direncanakan untuk dapat menampung penghuni hingga ratusan ribu orang.

image014
Gambar: First sketch Floating Park of recycled plastic in Rotterdam

image015
Gambar: Collage Recycled Park in Rotterdam

Tim ilmuwan Belanda berencana mengumpulkan 44 juta kilogram sampah plastik yang kini terapung di Samudera Pasifik atau dikenal sebagai “The Great Pacific Garbage Patch”, dan mengubahnya menjadi pulau daur ulang layak huni. Pulau daur ulang ini merupakan sebuah hunian yang dikelilingi air dengan kompleksitas yang modern. Terbukti dengan penghargaan “Encouragement Prize” yang diterima Recycled Park dalam Water Innovation Prize 2014.

The Dutch indeed created Holland! Verbazingwekkend!

Jika saya memiliki kesempatan mendesain Recycled Park dan tinggal di sana, mungkin saya akan merancangnya bagaikan kota modern hijau dan menempatkan habitat lumba-lumba di air sekelilingnya. Menyenangkan sekali bukan saat bangun tidur kita dapat langsung melihat banyak lumba-lumba yang berenang sehat tanpa ancaman punah?

Referensi:

http://www.dolphins-world.com/dolphin-intelligence/

http://www.kawankumagz.com/read/9-bahaya-sampah-plastik

http://dunia.news.viva.co.id/news/read/161675-pulau-sampah-raksasa-siap-jadi-saingan-hawaii

http://i2.mirror.co.uk/incoming/article4785753.ece/ALTERNATES/s615/A-sea-turtle-lies-on-a-Victorian-beach-after-swallowing-a-plastic-bag.jpg

http://www.treehugger.com/environmental-policy/downfall-plastic-bag-global-picture.html

http://amsterdamsmartcity.com/partners/detail/id/2/slug/aeb-amsterdam

http://www.amsterdamtips.com/tips/supermarkets-in-amsterdam.php

http://luar-negeri.kompasiana.com/2013/10/27/amsterdam-sampah-menjadi-sumber-energi-listrik-605401.html

http://www.recycledisland.com/index.html