137. Menilik Negeri Bunga Tulip Berinovasi

Penulis : Rr. Aditha Wulandari
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Dari segi geografis, Belanda terletak di sebelah barat Benua Eropa, berbatasan dengan Jerman di bagian timur, Belgia di bagian selatan dan Laut Utara di sebelah utara dan barat. Memiliki struktur dataran yang rata sehingga menjadikan ciri khas lanskap yang hanya dimiliki oleh negara beriklim maritim sedang ini. Dipandang dari segi astronomi, negara ini berada pada 50o45’ LU – 53o33’ LU dan 13o22’ BT – 7o13’ BT. Meskipun memiliki tata letak negara yang tak begitu menguntungkan namun bukanlah menjadi kendala bagi suatu negara untuk terus melakukan inovasi demi kemajuan bangsanya.

Gambar: Peta Negara Belanda
image001
Sumber: id.wikipedia.org

Festival Bunga Tulip: Simbol Kesuksesan Pariwisata Alam
Dunia harus mengakui bahwa kelihaian Belanda dalam hal water management memang patut diacungi jempol. Kesuksesan Pemerintah yang mampu mengelola kekayaan alam, bukan hanya sektor air namun juga sektor tanah ditengah keterbatasan lahan menjadikan Belanda merupakan salah satu destinasi pariwisata dunia.

Salah satu inovasi yang dilakukan Pemerintah Belanda guna memajukan pariwisata dipandang dari aspek darat adalah dengan mengadakan festival bunga tulip yang diadakan setiap tahun secara berkelanjutan. Festival tahunan tersebut diselenggarakan di Taman Keukenhof yang juga merupakan taman bunga terbesar di dunia yang berada di jantung kota antara Amsterdam dan Den Haag. Pada festival yang digelar untuk umum, masyarakat akan dalam merasakan varietas bunga tulip yang mulai mekar.

Inovasi Belanda akan bunga tulip juga semakin dikembangkan dengan penelitian yang yang dilakukan oleh seorang botanis bernama Carolus Clusius sebagai orang pertama yang mampu mengidentifikasi “Broken Tulip” yang merupakan infeksi virus yang menyebabkan kerusakan pada bunga tulip. Tak heran jika Belanda julukan “Negeri Bunga Tulip” memang patut disandang untuk negara pengekspor bunga tulip terbesar di dunia.

Gambar: Bunga Tulip
image003
Sumber: http://www.bonjourbag.com

Kincir Angin: Ikon Inovasi Darat

Memiliki ikon sebagai “Negeri Kincir Angin” bukan tanpa alasan.Berawal pada abad ke-13, Belanda mendayagunakan kincir angin untuk mendorong air ke lautan agar terbentuk daratan baru yang lebih luas (polder). Seiring dengan perkembangan teknologi, Belanda terus melakukan inovasi kincir angin dibidang pertanian dan industri diantaranya untuk memproduksi kertas, mengasah kayu, mengeluarkan minyak dari biji, dan menggiling jagung.

Bagai menyelam minum air, selain dijadikan sarana pembantu, alat ini juga merupakan salah satu ikon warisan budaya untuk menarik minat wisatawan manca negara. Lebih kurang 1000 kincir angin masih berfungsi secara aktif yang juga dijadikan objek wisata yang menarik.

Perencanaan tata ruang negara yang baik dan terstruktur menjadikan Zaanse Schans di Provinsi Belanda Utara dan Kinderdijk di Provinsi Belanda Selatan merupakan dua tempat yang menjadi lokasi objek wisata di Belanda. Bukan hanya semata untuk sekedar melihat bagaimana kincir angin tersebut beroperasi, namun para wisatawan juga dapat menikmati keindahan pemandangan kincir angin yang terletak berjajar di pinggiran sungai yang besar dan di tengah hamparan daerah pertanian yang hijau serta rumah-rumah tradisional Belanda.

Gambar: Kincir Angin di Zaanse Schans
image004
Sumber: http://eropa.panduanwisata.id/

Bercermin ke Negara Belanda

Jika dibandingkan dengan struktur alam yang dimiliki Indonesia, negara ini memang “bukan tandingan”. Tercatat bahwa 2/3 dari lahan Belanda berada di bawah permukaan laut, berbeda dengan kondisi alam yang dimiliki oleh Ibu Pertiwi. Namun hebatnya Belanda dapat mengubah keterbatasan menjadi keunggulan. Salah satu keunggulan yang dimiliki Belanda adalah pada pengolahan tanah yaitu dengan membangun pertanian modern yang kompetitif. Mekanisme yang diterapkan oleh pelaku pasar pada tantangan globalisasi pertanian yaitu dengan memanfaatkan sistem teknologi penuh dan SDM yang handal sehingga dapat menyiasati masalah tingginya upah untuk buruh. Para pelaku usaha di sana juga memasarkan produk-produk pertanian dengan memanfaatkan pasar modern dengan menerapkan pengemasan hasil tani yang bersih dan menarik untuk mendapatkan demand pasar agar tetap tinggi.

Sebagai salah satu negara maju di benua Eropa, Belanda juga menerapkan produktivitas yang elastis dimana hasil produksi disesuaikan dengan permintaan pasar. Dewasa ini, sektor di bidang pertanian Belanda mampu memberikan kontribusi sekitar 20 % terhadap PDB negara tersebut.

Data terakhir yang dilansir pada situs http://www.scribd.com di tahun 2010, Belanda mampu mengekspor 2,1 milyar kilo sayuran dan buah-buahan keluar negeri. Produk-produk seperti kentang, tomat, buah peer, wortel, kol dan daun bawang, jugaketimun, apel, jamur, paprika, terong, daun sla, witlof, kembang kol dan bawang merah adalah hasil panen Belanda yang membanjiri pasaran Eropa Tak heran jika Sektor pertanian mampu menciptakan 10% dari lapangan kerja nasional.

Inovasi Indonesia – Belanda di Bidang Pertanian
Pada triwulan pertama di tahun ini, hubungan kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Belanda dibidang pertanian semakin erat. Hai ini dibuktikan dengan terbangunnya komitmen asuransi pertanian melalui proyek Geo-data for Crop Insurance in Indonesia (G4INDO) yang mendapat dukungan penuh dari pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dengan pihak Belanda. Pada situs resmi dari http://www.bmkg.go.id/ menyatakan bahwa Belanda akan mendanai proyek G4INDO yang ditujukan untuk memberikan edukasi pada petani Indonesia tentang betapa pentingnya mengansuransikan tanaman ataupun hasil pertanian. Langkah ini juga merupakan salah satu inovasi yang dilakukan kedua belah pihak guna memberikan rasa aman kepada para petani agar terlindungi dari kerugian akibat gagal panen.

image006
Sumber: http://www.bmkg.go.id/

Dengan mengusung tiga komponen utama yaitu pengembangan yang dilakukan di daerah pedesaan, produk dan prosedur asuransi, dan penggunaan teknologi informasi, proyek ini ditujukan untuk mengantisipasi kekhawatiran para petani akibat perubahan iklim.

Riset memegang peranan penting yang menjadikan Belanda sukses untuk terus melakukan inovasi bagi negaranya. Hasil riset tersebut kemudian diolah, dianalisis dan pada akhirnya dijalankan untuk menjadi landasan Pemerintah Belanda dalam menjalankan roda aktivitas pemerintahan.

Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda (diakses pada 18 April 2015)
http://lifestyle.okezone.com/read/2014/03/21/407/958882/festival-tulip-di-belanda-dibuka-untuk-umum (diakses pada 18 April 2015)
http://www.scribd.com/doc/104993613/pertanian-belanda#scribd (diakses pada 18 April 2015)
http://travel.kompas.com/read/2011/10/03/16484441/twitter.com (diakses pada 18 April 2015)
http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Sestama/Humas/BMKG_BANTU_PETANI_INDONESIA_MELALUI_G4INDO_PROJECT.bmkg (diakses 18 April 2015)