150. Vertical Village: Bergaya Hidup Desa dengan Kemudahan Kota

Penulis : Luh Komang Wijayanti Kusumastuti
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Lahan yang terbatas, salah satu penyebab kota kehilangan identitas. Bangunan-bangunan kaku menjulang memenuhi kehidupan kota yang sesak. Namun, hiruk pikuk kota harus dihadapi penduduknya karena kota bisa memberikan kemudahan akses dan kelengkapan fasilitas. Tentu pernah terbesit di pikiran, tinggal di desa dengan kenyamanan dan rasa tenang. Namun, desa yang identik dengan budaya khas tersebut tidak menjanjikan kemudahan seperti kota. Lagipula, desa yang luas itu seperti tidak mungkin dipindahkan ke kota. Tinggal di desa dengan tenang dan nyaman dan dilengkapi fasilitas seperti di kota adalah sebuah impian. Tetapi, bisakah impian tersebut diwujudkan? Negara dengan peringkat kelima terinovatif di dunia ini punya jawabannya, yaitu The Vertical Village.
Negeri Kincir Angin ini memang tidak habisnya berinovasi. Konsep desa vertikal (Vertical Village) diperkenalkan oleh konsultan arsitektur dan perencanaan kota asal Belanda, bernama MVRDV yang berdiri sejak 1993. MVRDV adalah singkatan dari nama pembuatnya yaitu Winy Maas, Jacob van Rijs, dan Nathalie de Vries.

MRVD melihat permasalahan yang terjadi akibat urbanisasi yang tinggi di Asia. Semua penduduk desa berbondong-bondong ke kota dan meninggalkan rumah mereka di desa. Kota perlu menampung banyaknya penduduk tersebut dengan lahan yang terbatas. Salah satunya adalah melalui pembangunan vertikal alias membuat bangunan tinggi dengan blok-blok yang kaku.

image001
Gambar 1. Apartemen di Hongkong (Sumber: dailymail.co.uk)

Tidak terdapat identitas yang bervariasi seperti desa tempat asal penduduk-penduduk yang bermigrasi. Tentunya, kota menjadi sangat monoton. Hal tersebut membuat rumah-rumah tradisional seperti rumah kayu khas Tokyo dan rumah tradisional Beijing menjadi tergantikan. Di satu sisi, kota memerlukan lahan yang optimal dengan mengembangkan bangunan berbentuk blok vertikal. Sedangkan di sisi lain, akan dibawa kemana identitas tradisional sebuah desa?

Bergaya hidup desa dengan fasilitas kota besar. Begitulah keinginan MRVD melalui Vertical Village. Selain mempertahankan identitas dari desa, Vertical Village juga memperhitungkan kondisi sosial penghuninya. Orang kota yang tinggal di apartemen akan sulit saling berkomunikasi satu sama lain yang mengakibatkan kebutuhan sosial manusia tidak terpenuhi. Tidak di dalam vertical village, desa di tengah kota ini menyediakan ruang terbuka publik dalam satu kesatuan . Konsultan ini mendesain bentuk-bentuk desa yang bisa dipasang secara vertikal untuk membentuk satu kesatuan desa. Seperti apartemen yang dibuat agar memanfaatkan lahan dengan optimal, desa pun dibuat bertingkat untuk mengoptimalkan lahan dan ruang namun tetap membawa ciri khas dan identitas sebuah desa.

image003
Gambar 2. Winy Maas di Depan Tiruan Vertical Village (Sumber: thewhyfactory.com)

The Vertical Village adalah sebuah visi pengembangan dengan melibatkan keinginan masyarakat. Konsep ini mengkombinasikan arsitektur tradisional dengan kelengkapan dan kemudahan dari kota. Lahan kota yang terbatas dimanfaatkan dengan baik dengan inovasi Vertical Village. Proyek ini dikembangkan dalam rangkaian proyek riset, studio desain, dan workshop di Delft, Rotterdam, Taipei, dan Taichung. Kini, Inovasi pemikiran tersebut sudah menghasilkan sebuah buku dan software untuk mendesain Vertical Village yang bernama Village Maker 2.0. MVRDV memang sudah memikirkan bagaimana memanfaatkan lahan kota di masa depan dengan optimal dan sesuai dengan kebutuhan penduduknya.

image005

image007
Gambar 3. Salah Satu Konsep Futuristik dari Vertical Village
(Sumber: http://gbssmag.com/2014/11/mvrdv-the-vertical-villag/)

Inovasi adalah melakukan sesuatu dengan cara yang baru untuk menjawab masalah, manusia terus bereksperimen dan menciptakan cara-cara yang baru yang menawarkan jawaban yang diterima oleh berbagai pihak. Belanda sudah menumbuhkan sangat banyak inovasi untuk memecahkan permasalahan negerinya, bahkan negeri orang. Salah satunya adalah melalui The Vertical Village terhadap elemen tanah, khususnya tanah di perkotaan. Siapkah kita untuk berinovasi untuk memecahkan permasalahan negeri ini?

Referensi:
Laman Resmi MVRDV (http://www.mvrdv.nl/en)
Laman Resmi Vertical Village (http://www.vertical-village.com/)
Laman Resmi The Way Factory (http://thewhyfactory.com/project/vertical-village/)
2009-2011 The Vertical Village Documentary (Taipe Version) (https://www.youtube.com/watch?v=bb3EYq-NTmo)
Dutch Innovation (http://www.dailydutchinnovation.com/category/browse/)
Tech-Novation, Pemikiran Tentang Perluasan Peran ITB Dalam Sistem Inovasi Bangsa. Institut Teknologi Bandung. 2009.