151. WATERSQUARE BENTHEMPLEIN, ROTTERDAM “Let it rain, then we play”

Penulis : Faiq Rahman
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

image001
(Sumber: http://www.urbanisten.nl/wp/?portfolio=waterplein-benthemplein)

Perubahan iklim
Pemanasan global menjadi fenomena nyata yang dampaknya makin terasa saat ini. Perubahan iklim merupakan dampak pemanasan global yang paling mengkhawatirkan. Salah satu fenomena perubahan iklim yang dapat diamati adalah terjadinya peningkatan curah hujan di bumi[1], tak terkecuali di negara kincir angin, Belanda. Data dari KNMI (Institut Meteorologi Belanda) dalam bukunya “KNMI’14 Climate Scenario for the Netherlands” menyebutkan bahwa di masa depan akan terjadi peningkatan curah hujan di Belanda akibat kenaikan suhu bumi seperti yang diilustrasikan pada gambar 1 di samping[2]. Akibatnya, terjadi peningkatan kebutuhan ruang penampung air hujan (buffer space) untuk mencegah resiko terjadinya genangan air ataupun banjir. Namun, dengan tingginya populasi dan ketersediaan lahan terbuka yang rendah di kota-kota besar di Belanda, seperti Rotterdam, menyebabkan kota tersebut tidak dapat menyediakan lahan untuk menampung air terutama di tengah-tengah kota. Pada konferensi arsitektur tahunan di Rotterdam tahun 2005, situasi ini membawa sebuah ide untuk membuat water square, yaitu sebuah alun-alun yang dapat menampung air ketika hujan namun dapat dijadikan tempat bermain atau aktivitas lainnya saat kering[3].

image002

Strategi
Water square dibangun untuk memenuhi dua tujuan, yaitu membuat dana yang diinvestasikan untuk fasilitas pengelolaan air lebih terasa atau terlihat oleh masyarakat serta menciptakan kesempatan untuk membuat sarana publik yang ramah lingkungan[4]. Benthemplein dipilih sebagai lokasi proyek percobaan water square karena kota ini merupakan salah satu kota di Rotterdam yang sering mengalami dampak parah akibat hujan berkepanjangan[5].

image004

Desain dan Operasi
Water square Benthemplein didesain oleh DE URBANISTEN yang dalam prosesnya melibatkan partisipan dari berbagai kalangan seperti akdemisi, kalangan gereja, anak muda serta masyarakat sekitar[4]. Proyeknya sendiri dikerjakan oleh kontraktor Wallaard dari kota Rotterdam[3], dimulai dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2013[4]. Pembangunanya dibiayai oleh Pemerintah Kota Rotterdam, Dewan Air distrik Schieland dan Krimpenerwaard, Kementerian Infrastruktur dan Lingkungan Belanda serta the European Commission’s European Regional Development Fund[3].

image006

Water square Benthemplein dibangun di atas lahan seluas 9500 m2 dan terbagi menjadi 3 kolam. Kolam 1 dan 2 berfungsi untuk menampung air hujan langsung ketika terjadi hujan. Sedangkan kolam 3 yaitu kolam yang lebih dalam, akan menampung air hujan ketika kolam 1 dan 2 sudah terisi penuh, biasanya kolam ini terisi ketika terjadi hujan deras secara terus menerus. Water square Benthemplein ini dapat menampung hingga 1800 m3 air (1.800.000 liter) atau setara dengan 8500 bak mandi[4].

image009

Saat hujan, air yang jatuh ke atap akan masuk ke water well dan kemudian dialirkan bersama air limpasan yang berasal dari daerah sekitar ke kolam 1 dan 2 melalui saluran terbuka yang terbuat dari bahan stainless steel. Apabila air yang tertampung melebihi kapasitas kolam 1 dan 2, maka air akan mengalir ke kolam yang lebih besar (kolam 3), melalui water wall[4][6].

Setelah hujan berhenti, air dari masing-masing kolam akan diserapkan ke dalam tanah atau dialirkan ke badan air (sungai atau kanal). Pengalirannya pun sudah terpisah dengan air buangan sehingga lebih efisien dan dapat mengurangi beban dari sistem penyaluran air buangan [4].

image011

Ketika sudah kering, water square Benthemplein dapat digunakan sebagai tempat beraktivitas. Masyarakat dapat memanfaatkan water square ini sebagai sarana untuk berolah raga maupun aktivitas lainnya. Kolam 1 dapat dimanfaatkan sebagai sarana skating, Kolam 2 sebagai sarana dancing, dan kolam 3 dapat dimanfaatkan untuk bermain voli, sepak bola, maupun basket[4].

Masing-masing kolam didesain sedemikian rupa agar lebih menarik masyarakat terutama kaum muda. Warna hijau-biru pada dasar kolam selain berfungsi untuk mempercantik kolam juga berfungsi untuk menunjukkan bagian dari kolam yang akan terendam air saat terjadi hujan. Terdapat tempat duduk disekitar kolam yang dapat digunakan untuk melihat pertandingan ataupun sekedar untuk beristirahat. Area di sekitar kolam pun ditanami dengan pepohonan agar lebih asri dan ramah lingkungan[4].

Penghargaan
Water square Benthemplein mendapatkan nominasi the Dutch national Waterschapsprijs pada tahun 2013 dan the international Green Tec Special Award pada tahun 2014[3].

Peluang Penerapan di Indonesia
Banjir merupakan bencana yang sering terjadi di Indonesia. Tercatat sampai bulan Maret telah terjadi 191 kejadian banjir di Indonesia pada tahun 2015. Kejadian tersebut merupakan bencana terbesar kedua di Indonesia setelah tanah longsor[7]. Tingginya angka bencana banjir ini membuat water square menjadi salah satu alternatif pengendalian banjir yang dapat diterapkan di Indonesia. Kota Jakarta sebagai salah satu kota besar langganan banjir di Indonesia dapat menerapkan water square sebagai salah satu metode pengendalian banjir mengingat minimnya ketersediaan lahan yang ada. Namun program ini tidak akan berhasil tanpa adanya dukungan dari semua pihak. Semua kalangan, baik pemerintah, akademisi, maupun masyarakat harus turut berpartisipasi baik dalam proses perencanaan, pembangunan maupun operasi dan pemeliharaan agar fasilitas yang sudah dibangun nantinya dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya.

Referensi
[1]Ministry of Infrastructure and the Environment. 2014. Water Innovations in the Netherlands: A Brief Review. The Netherlands.
[2]KMNI. 2014. KNMI’14 Climate Scenario for the Netherlands, A guide for professionals in climate adaptation. KNMI, De Bilt, The Netherlands, 34 pp.
[3]http://www.rotterdamclimateinitiative.nl/en/100procent-climate-proof/projecten/benthemplein-the-first-full-scale-water-square?portfolio_id=194 diakses pada tanggal 19 April 2015
[4]Boer, Florian. 2014. Urban Blueprint: Water Square, Dancing in the Rain. My Livable city. Oct-Dec 2014.
[5]Boer, Florian. 2013. Designing Water Resilient Cities. Presentasi disampaikan di Water & the City, T.U. Delft , 14 Juni.
[6] https://www.youtube.com/watch?v=kujf4BTL3pE diakses pada tanggal 19 April 2015
[7] http://dibi.bnpb.go.id/ diakses pada tanggal 20 April 2015
http://www.urbanisten.nl/wp/?portfolio=waterplein-benthemplein diakses pada tanggal 19 April 2015
Peijpe, Dirk van. 2013. WATERSQUARE ROTTERDAM an attractive and water resilient public space at the same time. Presentasi disampaikan di Copenhagen Taastrup, 10 April.