152. Go Green, Holland! Menyulap Sampah Menjadi Energi Tepat Guna

Penulis : LINDA NURUL OKTAVIANTY
Tema : Earth
=========================================================================================================================================================

Jika berbicara mengenai Belanda, mengapa negeri kincir angin tersebut begitu dihormati di seluruh dunia? Inovasi apa saja yang sudah dilakukan oleh Belanda yang menjadi inspirasi bagi negara-negara di sekitarnya?

Belanda. Satu negeri yang pernah menorehkan sejarah kelam di bumi ibu pertiwi—atau mungkin tinta emas?—Karena tak sedikit pembangunan-pembangunan di negeri ini yang merupakan hasil peninggalan negeri jingga tersebut. Bahkan beberapa tokoh pejuang yang sukses menggerakkan masyarakat indonesia untuk bangkit melalui pemikiran-pemikirannya kala itu, merupakan hasil didikan wong londo.
Sebut saja, Bung Hatta, bapak koperasi Indonesia sekaligus wakil presiden Indonesia pertama yang turut andil dalam menggaungkan nama Indonesia ke penjuru negara-negara eropa, kemudian Prof. Sumitro Djojohadikusumo, begawan pejuang ekonomi Indonesia yang pada tahun 1937 berhasil menamatkan gelar sarjananya dengan rekor tercepat yaitu hanya dalam tempo dua tahun tiga bulan di Netherlands School of Economics, yang kelak hingga dewasa ini belum pernah terpatahkan oleh siapa pun di universitas tersebut.

Belanda memang bukanlah suatu negara yang besar berdasarkan luas datarannya, namun pengaruh dan kontribusinya kepada dunia sangat kuat sejak ratusan tahun yang lalu. Bagaimana bisa sebuah negara kecil yang hanya berpenduduk tak lebih dari 17 juta manusia mampu menduduki bangsa kita yang memiliki lebih banyak massa dalam kurun waktu tiga puluh lima dekade?
Di sinilah tangan Tuhan bekerja.

Dengan jumlah populasi sekecil itu dan keadaan dataran yang hampir benar-benar rata, tentunya Belanda juga memiliki masalah lingkungan yang serius.
Sampah.

Sebagai negara industrial, Belanda harus menghadapi masalah besar mengenai sampah yang semakin hari semakin menumpuk. Tanah, salah satu elemen penting dalam kehidupan manusia khususnya di Belanda, kian terancam oleh polusi yang ditimbulkan.

Belanda terkenal sebagai negara yang kaya inovasi. Salah satu penemuan mereka yang menginspirasi adalah pemanfaatan sampah perkotaan menjadi sumber energi listrik yang dapat digunakan kembali oleh masyarakat Belanda. Seirama dengan kampanye ramah lingkungan, Belanda lah juaranya. Mereka benar-benar mengetahui akar permasalahannya dan mampu merubah penghalang menjadi peluang yang bisa menghasilkan uang.

Di tahun 2012, Komisi Eropa menetapkan Belanda dan Austria sebagai pemilik program manajemen sampah terbaik di Eropa dengan skor tertinggi dari keseluruhan kriteria penilaian. Ada 18 kriteria yang dijadikan faktor penilaian, beberapa diantaranya seperti total sampah yang didaur ulang, jumlah sampah yang dibuang dengan cara ditimbun atau dibakar tanpa adanya energi baru yang dihasilkan, dan jumlah pelanggaran terhadap perundang-undangan Uni Eropa mengenai sampah—Uni Eropa memang telah menetapkan aturan yang ketat tentang manajemen pengolahan sampah.

Gambar 1. Hasil Laporan Komisi Eropa pada 27 negara anggota Uni Eropa pada Juli 2012 mengenai program manajemen sampah.
Sumber: Screening of Waste Management Performance of EU Member States

Kepedulian pemerintah Belanda terhadap manajemen penanggulangan sampah telah dimulai sejak tahun 1980an. Kala itu, kebutuhan akan tempat pembuangan akhir (TPA) meningkat sangat pesat dibandingkan negara-negara lain, padahal lahan yang tersedia sangat terbatas. Berbagai dampak buruk yang ditimbulkan jika menimbun sampah pada TPA—seperti bau yang menyengat, polusi tanah, dan air tanah yang terkontaminasi—membuat mereka berpikir untuk melakukan pendekatan yang lebih baik dan efektif dalam mengelola sampah. Melalui sebuah pendekatan yang mereka sebut sebagai “Lansink’s Ladder”—diperkenalkan pertama kali oleh seorang mantan politisi Belanda, Ad Lansink, yang kemudian menjadikannya sebagai bapak hirarki sampah (the father of waste hierarchy)—yaitu pendekatan yang mengoptimalkan pemanfaatan seluruh sampah yang masih mengandung elemen-elemen penting untuk diambil kembali hingga hanya menyisakan sedikit sampah yang berakhir di pembuangan, mereka membuat berbagai inovasi yang bisa mengubah sampah-sampah penduduk menjadi material-material baru yang bisa digunakan kembali. Bahkan kini beberapa perusahaan Belanda menawarkan jasa instalasi mesin-mesin pengolah sampah berteknologi tinggi untuk membantu negara-negara lain yang memiliki masalah dalam pengelolaan sampah.

image001
Gambar 2. Pendekatan Lansink’s Ladder
Sumber: www.trotec.be

image006
Gambar 3. Ad Lansink
Sumber: www.adlansink.nl

Bammens, merupakan sebuah perusahaan Belanda yang sejak tahun 1995 telah menciptakan bak sampah canggih yang mampu menampung hingga 5m3 sampah sehingga tidak perlu dilakukan pengosongan bak yang terlalu sering. Sekilas bak sampah tersebut serupa dengan bak sampah biasa yang sering kita temui, namun penampungan yang sebenarnya berada di bawah tanah. Bak sampah tersebut terbuat dari baja dan dilengkapi alat pemindai elektronik yang hanya dapat diakses menggunakan kartu yang disediakan. Hal tersebut memudahkan pengguna yang ingin membuang sampahnya untuk mengetahui seberapa banyak sampah yang telah mereka buang dan perhitungan pajak sampah akan dikenakan sesuai dengan berat sampah secara otomatis—sejak tahun 1995, Belanda telah menetapkan pajak bagi setiap ton sampah yang dibuang. Selain itu, dengan sistem keamanan yang demikian, membuatnya lebih higienis, terhindar dari bau menyengat dan kemungkinan dimasuki oleh binatang seperti tikus. Perusahaan dapat dengan mudah mengetahui kapan bak tersebut telah penuh dengan sistem yang terhubung secara online. Jika telah penuh, truk sampah akan datang untuk mengangkut isi muatan dan mengosongkannya kembali.

image007
Gambar 4. Bak Sampah Elektronik Bammens
Sumber: www.waste-management-world.com

Kemudian ada VAR, perusahaan Belanda yang memiliki teknik penyortiran sampah untuk dipisahkan berdasarkan jenisnya. Sampah-sampah yang telah dipisahkan tersebut kemudian diolah menjadi material-material bahan mentah bagi industri lain sesuai kebutuhan masing-masing industri yang disuplai. Perusahaan ini juga memproduksi gas metana dari hasil ekstraksi sampah tersebut yang dapat digunakan sebagai bahan penghasil tenaga listrik. Afval Energie Bedrijf merupakan perusahaan penyuplai listrik terbesar di Belanda—kini berbasis di kota Amsterdam—yang menggunakan sampah sebagai bahan utamanya dan telah beroperasi selama lebih dari 120 tahun dalam bidang pemrosesan sampah. Energi listrik yang diproduksi per tahunnya bisa mencapai satu juta mWh (Megawatthours) yang mampu memenuhi kebutuhan listrik bagi 320.000 rumah tangga dan di seluruh Amsterdam.

Satu lagi perusahaan Belanda yang memperkenalkan inovasi baru dalam pengelolaan sampah. Sita, perusahaan yang bergerak di bidang penyuplai material mentah untuk pembuatan pondasi jalan raya dengan menggunakan styrofoam bekas sebagai bahan utamanya. Hal ini membuat Belanda dikenal sebagai satu-satunya negara yang menggunakan styrofoam bekas menjadi bahan mentah yang berguna, terutama bagi pembuatan jalan.

Nama-nama tersebut hanyalah segelintir perusahaan yang memiliki inovasi dalam hal pengelolaan sampah. Masih banyak perusahaan-perusahaan di Belanda—baik perusahaan skala besar maupun kecil—yang bergerak di bidang tersebut. Saat ini, sekitar 64% sampah perkotaan diolah untuk didaur ulang kembali menjadi material mentah, kemudian 34% nya diproses melalui pembakaran untuk menghasilkan energi pembangkit listrik, sehingga hanya menyisakan 2% sampah yang benar-benar tidak berguna lagi untuk ditimbun di TPA. Kerjasama yang kompak antara pemerintah dan perusahaan sangat diperlukan. Pemerintah Belanda berusaha menciptakan kebijakan yang memudahkan mereka untuk terus berkembang. Begitu pula dari sisi perusahaan, mereka melihat prospek yang cerah dari bisnis tersebut. Bahkan mereka bersedia “mengimpor” sampah dari negara-negara lain untuk mereka olah. Benar-benar sebuah prestasi yang sangat membanggakan dunia dan patut untuk diacungi banyak jempol.
Go Green, Holland!

Referensi:
Blair, Carly. 2012. The Netherlands Has The Best Waste Management in Europe. http://www.iamexpat.nl/read-and-discuss/expat-page/news/netherlands-has-the-best-waste-management-in-europe
Djojohadikusumo, Sumitro. 2000. Jejak Perlawanan Begawan Pejuang. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
European Commission. 2012. Screening of Waste Management Performance of EU Member States. http://ec.europa.eu/environment/waste/studies/pdf/Screening_report.pdf
Feller, Gordon. Dutch Successes. (n.d). http://www.waste-management-world.com/articles/print/ volume-11/issue-1/features/dutch-successes.html
Fleming Europe. (n.d). Amsterdam’s WTE Plant. http://energy.flemingeurope.com/solid-waste-management/amsterdams-wte-plant
Listrik Indonesia. (n.d). Pemanfaatan Energi Angin di Belanda Belum Optimal. http:// www.listrikindonesia.com/pemanfaatan_energi_angin_di_belanda_belum_optimal_123.htm
Millios, Leonidas. 2012. European Environtment Agency: Publications. Municipal Waste Management in The Netherlands. www.eea.europa.eu
Nvo.or.id. 2014. Jejak Perjuangan Kemerdekaan Indonesia di Belanda. http://nvo.or.id/jejak-perjuangan-kemerdekaan-indonesia-di-belanda/
Thefreedictionary.com. (n.d). Netherlands. http://encyclopedia.thefreedictionary.com/Netherlands
Tuliptv.com. 2012. It’s a waste to waste waste – Seminar by Dutch CG in Anticipation of Globe 2012 Conference. http://tuliptv.com/its-a-waste-to-waste-waste-seminar-by-dutch-cg-in-anticipation -of-globe-2012-conference/
Veldman, Harmen. 2010. Afval Energie Bedrijf : High Efficiency Energy from Waste. https://www.sintef.no/project/NGBW_conf/Presentations/18_Harmen_Veldman_AEB.pdf
Watson, Steve. (n.d). The Father of Waste Hierarchy Talks About The Current Status of Waste Management Worldwide. http://wastewise.be/2014/11/the-father-of-waste-hierarchy-talks-about-the-current-status-of-waste-management-worldwide/

Gambar:
Gambar 1. Table 1: Overview of Scoring of Each Criterion and Overall Score for Each Member State (Order According to Achieved Overall Score). http://ec.europa.eu/environment /waste/studies/ pdf/ Screening_report.pdf
Gambar 2. Lansink’s Ladder. http://www.trotec.be/en/durability/ladder-of-lansink/
Gambar 3. Ad Lansink. http://www.adlansink.nl/?page_id=153
Gambar 4. A Bammens Underground Container. http://www.waste-management-world.com/articles /print/ volume-11/issue-1/features/dutch-successes.html