155. Negeri Para Pembelajar Sejati

Penulis : EVA MAULIDIYAH BICHRISYEA LIBERTY
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Belanda merupakan Negara maju dengan kepadatan penduduk mencapai lebih dari 16 juta jiwa dengan luas 41,000 km². Secara geografis Belanda terletak di wilayah Eropa Barat, sebelah Timur berbatasan dengan Jerman, Selatan berbatasan dengan Belgia dan untuk bagian utara dan barat dibatasi oleh Laut Utara. Bentang alam Belanda dapat dibagi menjadi tiga wilayah, yaitu daerah bukit pasir sempit yang membentang di sepanjang pantai Laut Utara; dataran rendah barat; dan dataran tinggi timur yang sedikit lebih tinggi. Dataran rendah barat yang terletak di bawah permukaan laut adalah tempat di mana sebagian besar orang hidup di kota-kota yang sangat dekat satu sama lain. Wilayah ini dilindungi dari laut oleh bukit-bukit pasir serta tanggul-tanggul dan bendungan. Dataran tinggi timur memiliki lanskap yang bergulir perlahan.

Negara Belanda adalah pertemuan antara budaya Jerman, Inggris dan Prancis. Orang Belanda menyebut diri mereka Netherlander atau Hollander. Netherlands berasal dari kata Belanda “neder” yang berarti rendah dan “land” yang berarti tanah. Nama ini cocok karena Belanda merupakan Negara yang daratannya begitu datar dengan air dimana-mana, danau, sungai dan kanal. Hampir seperempat dari wilayah Negara ini terletak di bawah permukaan laut dan hampir setengah dari penduduk Belanda hidup di daratan yang direklamasi dari laut. Sistem reklamasi yang dilakukan bertujuan untuk mempertahankan wilayah Belanda dari ancaman banjir (waterschappen) dan air pasang.

Rene Descartes, seorang Filsuf Prancis, mengatakan “God created the world, but the Dutch created Holland”. Ia mencoba menggambarkan bagaimana orang Belanda mengeringkan daratan yang digenangi air agar layak untuk dihuni sejak 1000 tahun yang lalu. Wilayah barat Belanda dulunya adalah rawa besar yang dipisahkan dari Laut Utara hanya oleh bukit pasir sempit, daerah ini diperluas melalui proses pengeringan. Tanggul di bangun di sekitar daerah banjir, dan air dipompa dengan kincir angin. Daerah yang dikeringkan ini -disebut polder- kini mencapai sekitar sepertiga dari total luas lahan Belanda. Bandara Schiphol di Amsterdam adalah salah satu wilayah yang dibangun di atas polder yang dulunya merupakan Danau Haarlem.

Menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Belanda, air kerap kali juga menjadi problem seluruh orang Belanda. Karena di saat yang sama mereka berjuang menaklukkan air layaknya menghalau musuh. Sudah sejak lama mereka berjuang melawan laut yang terus merangsek ke daratan. Tiga belas bendungan raksasa dibangun secara bertahap selama 39 tahun. Pembangunan bendungan-bendungan raksasa ini bukan hal yang mudah, tetapi karena kegigihan orang Belanda yang menganggap air adalah bagian dari budaya mereka sehingga harus bisa ditaklukkan maka berbagai inovasi pun bermunculan. Kunci penanganan bencana bagi mereka adalah konsistensi perencanaan dan keinginan untuk terus mencari solusi terbaik dengan melibatkan semua pihak. Mengaplikasikan masterplan. Mengundang para ahli dan praktisi untuk mengikuti sayembara guna mencari solusi konstruksi terbaik.

image001

http://hwc2015.nvo.or.id/041-inovasi-negeri-van-oranje-solusi-banjir-jakarta/

Hampir satu millenium Belanda melakukan perjuangan melawan banjir dengan sistem Poldernya. Polder dibangun dengan elemen meliputi tanggul, pompa, saluran air, kolam retensi, pengaturan lanskap lahan dan instalasi air kotor terpisah. Cara kerja polder sendiri adalah air buangan seperti air kotor dan air hujan dikumpulkan di suatu badan air (sungai, kanal) lalu dipompakan ke badan air yang lebih tinggi posisinya, terakhir air dipompakan ke sungai atau kanal yang bermuara ke laut. Polder pertama kali dikembangkan pada abad ke-11 kemudian disempurnakan pada abad ke-13.

Mula-mula sistem ini dikembangkan untuk menjaga level ketinggian air dan untuk melindungi daerah dari banjir, dalam perkembangannya digunakan untuk memompa air keluar dari daerah yang berada di bawah permukaan laut. Selain dapat mengendalikan air, sistem polder juga dapat digunakan sebagai obyek wisata, lahan pertanian, perikanan, dan lingkungan industri serta perkantoran.

Berbagai cara dilakukan orang Belanda untuk menangani bencana yang diakibatkan air. Mulanya warga Belanda melakukan reklamasi pantai dan membangun Terpen, bendungan pertama yang dibangun untuk menghalau air Laut Utara. Namun pada tahun 1287, terjadi banjir besar yang mengakibatkan Terpen mengalami kebobolan. Zuiderzee adalah pantai berikutnya yang dibangun setelah kerusakan yang pertama sekaligus pembangunan bendungannya. Tapi badai dan banjir kembali terjadi di tahun 1912, Zuiderzee mengalami kerusakan. Bendungan baru dibangun sepanjang 30.5 km, lebar sekitar 90 meter dengan ketinggian mencapai 7,25 meter di atas permukaan laut yang dinamakan Afsluitdjik. Dari sisi konstruksi, Afsluitdjik merupakan bendungan luar biasa yang mampu membelah Laut Selatan, dan menghubungkan dua provinsi yaitu Noord Holland dan Friesland.

Laut Utara mengirim badai dengan gelombang setinggi 30 meter menghempas pantai pada 1 Februari 1953 di Zeeland, provinsi ujung selatan Belanda. Badai ini menghancurkan tanggul-tanggul. Menewaskan 1.835 orang dan memaksa 110.000 warga mengungsi. Kondisi seperti ini tidak hanya terjadi sekali, karena Laut Utara masih terus sesekali mengirim badai yang membuat daratan di Belanda bagian selatan masih tetap lebih rendah daripada laut. Usai bencana banjir besar tahun 1953, Belanda berjuang semakin keras bertarung melawan alam. Beberapa bendungan raksasa dibangun untuk menghalau air yang sewaktu-waktu mengamuk kembali.

Beberapa diantaranya adalah bendungan yang terletak di Sungai The Hollandse Ijssel, sebelah timur Rotterdam yang selesai dibangun pada tahun 1958. Kemudian dibangun bendungan The Ooster Dam (The Oosterschelde Stormvloedkering), panjangnya hampir mencapai 11 kilometer. Bendungan ini membentengi seluruh daratan Zeeland yang langsung berhadapan dengan bagian Laut Utara. Bendungan terakhir yang selesai dibangun adalah The Maeslantkering pada tahun 1997 yang dibangun di muara Nieuwe Waterweg, yaitu kanal yang menjadi gerbang masuk pelabuhan Rotterdam. Panjang tanggul ini mencapai 300 meter. Kedua lengan raksasa Maeslantkering bisa dibuka-tutup. Secara otomatis komputer akan menutup gerbang jika terjadi badai dari Laut Utara mencapai ketinggian di atas tiga meter.

image002

http://hafidafhmsr.blogspot.com/2013/02/belanda-si-negara-air.htm

Kemampuan bangsa Belanda dalam membangun negeri dengan daratan lebih rendah dari permukaan laut melalui berbagai proses pembelajaran dan interaksi gelombang laut, pada akhirnya menghasilkan salah satu konstruksi terbaik di dunia yang kini banyak dipelajari warga dunia. Melalui berbagai bencana air yang terjadi, warga Belanda membuat public-private partnership yang dimulai sejak abad ke 11. Water board (dewan lokal) di setiap desa melakukan pengawasan terhadap pengelolahan air di wilayah mereka melalui suatu forum dengan mengumpulkan masyarakat setempat untuk membahas pengelolahan air secara demokratis.

Kebebasan bicara, kebiasaan masyarakat Belanda untuk terus bernegoisasi tanpa akhir berasal dari pertarungan mereka dengan air. Kebebasan ini menjadi fondasi yang kuat dalam karakter inovatif masyarakat Belanda sehingga mampu melahirkan kreasi-kreasi besar yang diakui oleh dunia. Bunga tulip yang menjadi icon Belanda merupakan hasil botani para peneliti Belanda yang membawanya dari kawasan Asia Tengah yang kondisi cuaca dan tanahnya jauh berbeda dengan Belanda.

Melalui kondisi bentang alam yang begitu terbatas, orang Belanda mampu menunjukkan bagaimana proses pembelajaran dan interaksi dengan air yang mereka lakukan selama bertahun-tahun telah membentuk budaya mereka yang terus gelisah namun berupaya untuk memperbaiki keadaan melalui teknologi konstruksi bangunan yang bisa mengamankan mereka dari terjangan badai dan banjir. Dari bangunan-bangunan canggih inilah kita bisa belajar. Dibalik konstruksi raksasa ada karakter kuat yang melekat pada manusianya.

*Referensi

http://nasional.kompas.com/read/2008/11/29/10323720/belanda.pun.membendung.laut

*sumber gambar

http://hwc2015.nvo.or.id/041-inovasi-negeri-van-oranje-solusi-banjir-jakarta/

http://hafidafhmsr.blogspot.com/2013/02/belanda-si-negara-air.htm