157. Transfer Teknologi Pengelolaan Air Minum melalui Twinning Program kerjasama Pemerintah Provinsi Banten dengan Walikota Amsterdam

Penulis : Mohammad Sofyan Budiarto
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Inisiasi kerjasama pengelolaan air bersih telah dilaksanakan sejak tahun 1990 an antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Amsterdam Water Supply (AWS), Belanda. Seiring terbitnya Undang Undang No 23 Tahun 2000 tentang pembentukan Provinsi Banten maka kerjasama pengelolan air minum tidak berjalan dengan baik. Seiring dengan status Provinsi Banten sebagai daerah otonom baru ketika itu dirasa perlu untuk memperbarui kerjasama dengan berbagai istitusi dari dalam dan luar negeri dalam rangka meningkatkan pelayanan publik. Salah satunya adalah memperbarui kerjasama pengelolaan air minum dengan Belanda.

Data tahun 2006 menunjukkan tingkat pelayanan air minum di Provinsi Banten masih relatif sangat kecil yaitu sekitar 20% yang dilayani oleh Peerusahaan daerah air minum (PDAM) serta Pihak Swasta ( 6 PDAM & 14 Pihak Swasta), dengan fokus lokasi pelayanan masih di wilayah perkotaan. Hal ini diakibatkan PDAM-PDAM yang berada di Provinsi Banten merupakan PDAM yang tergolong kecil. Minimnya layanan air minum diakibatkan kesulitan pendanaan serta daya beli masyarakat yang rendah. Tarif dasar air minum di Provinsi Banten masih sangat rendah, tidak sebanding dengan besarnya biaya produksi yang harus dikeluarkan. Sedangkan tingkat kebocoran air yang tinggi, menjadi penyebab meruginya sebagian PDAM yang ada. Target pencapaian tingkat pelayanan air minum sesuai dengan target MDGs 2015 adalah 60% di daerah Pedesaan dan 80% di daerah Perkotaan. (Perpamsi, 2015)

Pada tahun 2006 dilaksanakan program revitalisasi program kerjasama pengelolaan air bersih antara Waternet (dulu AWS) dengan Provinsi Banten melalui Twinning Programme sebagai kelanjutan dari program kerjasama pengelolaan air bersih terdahulu. Twinning Program adalah kegiatan kerjasama yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Banten dengan Walikota Amsterdam mengenai pengelolaan air bersih di Provinsi Banten melalui penandatanganan MOU di Amsterdam pada tahun 2007 (Gambar 2). Penandatangan kerjasama dilakukan oleh Gubernur Banten pada saat itu, Ratu Atut Choysiah dan Walikota Amsterdam. Bidang yang dikerjasamakan meliputi peningkatan kapasitas dibidang Geography Information System (GIS), Perencanaan, UFW, Sumberdaya, dan Proses. (Perpamsi, 2015).

Tindak lanjut dari MOU tersebut adalah kerjasama pengeolaan air bersih antara Perpamsi dan Waternet Belanda. Waternet merupakan merger antar perusahaan air minum, pengolah limbah, manajemen air permukaan atau surface water dan air dalam (deep water). (Perpamsi, 2015). Sedaangkan Perpamsi adalah Assosiasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang berada di wilayah Banten, bertujuan sebagai wadah bagi Perusahaan Daerah Air Minum dan Mitra Kerja Swasta yang bergerak dalam pelayanan air minum di Propinsi Banten untuk mengakomodir setiap kegiatan dan program kerja anggota secara bersama-sama dalam untuk mewujudkan pelayanan air minum bagi masyarakat di wilayah Banten.(Perpamsi, 2015)

Tujuan dari kerjasama teknis tersebut adalah untuk transfer teknologi dan inovasi manajemen dalam memperbaiki kinerja operasional oparator air minum di Provinsi Banten . Sedangkan target capaian adalah penurunan kebocoran, berapa besar digitasi pelanggan atau pipa, perbaikan proses produksi. Sedangkan terget non teknis seperti manajemen sumber daya manusia, budaya kerja, komitmen terhadap pekerjaan, bagaimana etika rapat dan lainnya.(Perpamsi, 2015)

Bidang yang dikerjasamakan dalam MOU tahap pertama (2006-2010) adalah bidang pengelolaan air bersih, bidang pengelolaan air baku, bidang pemetaan jaringan pipa digital, bidang perencanaan dan pengembangan, bidang penanganan kahilangan air. Transver teknologi dilakukan dengan mekanisme tenaga ahli Waternet memberikan pelatihan dan supervisi, pengelolaan air bersih berupa teknologi-teknologi terbaru Waternet, serta training dan praktek peningkatan kapasitas manajemen ke Amsterdam Belanda. (Perpamsi, 2015)

Pada tahun 2010 dalam kesempatan Konferensi WOP, dilakukan penandatangan MOU antara Perpamsi Banten dengan World Waternet untuk periode kerjasama antara 2011 – 2016. Objek WOP yang dilakukan MOU adalah terkait dengan Water Cycle Management, yang didasari bahwa pendekatan pengelolaan air yang terintegrasi, sehingga kebijakan dari hulu dan hilir harus terintegrasi. (Perpamsi 2015). Bidang kerjasama sama dengan MOU pertama dengan perluasan prioritas kerjasama bidang sanitasi dan bidang human resources development.(Perpamsi,2015)

Dicontohkan untuk bidang Pengelolaan air baku adalah seluruh anggota Tim akan mengevaluasi dan memonitor kondisi kualitas dan kuantitas air baku yang berasal dari sungai-sungai yang ada di Propinsi Banten dan apabila ada permasalahan akan didiskusikan dan dicarikan solusinya bersama-sama. Begitu pula dengan jaringan perpipaan yang semula masih dalam kondisi manual akan diterapkan menjadi data digital dimana seluruh PDAM memiliki software dan aplikasi yang sama.

Beberapa hasil kerjasama Twinning Program adalah sebagai berikut :
1. Penyusunan Masterplan Penyediaan Air Minum di Propinsi Banten tahun 2008-2023 dengan tehnical support dari Tim Waternet. Masterplan ini salah satunya dipersiapkan sebagai road map PDAM dan Mitra Swasta se-Banten dalam mendukung pembangunan waduk Karian di Kabupaten Lebak yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Propinsi Banten sebagai sarana penyedia air baku di Propinsi Banten.
2. Penurunan tingkat kehilangan air pada kegiatan Zoning di wilayah pilot project baik dengan metode manual maupun dengan menggunakan Data Logger yang dihibahkan oleh Waternet kepada Perpamsi Banten pada tiap-tiap PDAM se-Banten. Dari beberapa contoh hasil zoning didapatkan penurunan tingkat kehilangan air yang cukup signifikan.
3. Penusunan aplikasi BantenBase adalah aplikasi yang di program khusus untuk monitoring dan evaluasi data-data air baku. Aplikasi yang dikembangkan oleh Tim ahli dari RIWA dan Tim Resources Perpamsi Banten ini dapat mengevaluasi seluruh data-data kondisi kualitas dan kuantitas air baku yang dipergunakan oleh PDAM se-Banten.
4. Penyediaan peta digital dengan skala 1 : 1000, jaringan pipa dan aksesoris, jaringan pipa dengan notasi ukuran acuan (Field sketches) untuk penanggulangan kebocoran, jaringan pipa dengan notasi pelanggan untuk rute baca meter, jaringan pipa untuk zoning system, dan database pipa, accessories dan pelanggan untuk asset management.
Terkait akan berakhirnya program kerjasama tahap 2, (2010-2016), perlu adanya evaluasi program kerjasama transver teknologi dan kelanjutan kerjasama antara Pemerintah Provinsi Banten dan Belanda seiring dengan dengan perubahan permasalahan permasalahan yang ada seperti masalah sosial dan urbanisasi, kesehatan dan pemukiman, kesejahteraan, kualitas lingkungan, perluasan daerah industri dan lainnya di Provinsi Banten. Rencana pembangunan Waduk Karian serta Waduk Sindang Heula adalah bagian penting yang dapat dikerjasamakan ke depan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan air bersih di Provinsi Banten.

Referensi

http://www.vng-international.nl/fileadmin/user_upload/Documenten/Pdf

http://www.vng-international.nl/fileadmin/user_upload/Documenten/PDF/Final_report

http://www.ina.or.id/interest/water

http://www.perpamsibanten.org

http://www. humasprotokol.bantenprov.go.id/

image001
Gamber 1. Gubernur Banten, Perpamsi Banten bersama Waternet Belanda
Sumber : Biro Humas Provinsi Banten

image002
Gambar 2. Penandatanganan Twinning Programme periode 2006-2010 di Amsterdam oleh Ibu Gubernur Banten dan Walikota Amsterdam disaksikan Ketua DPD Perpamsi Banten dan Direktur Waternet.
Sumber : Perpamsi

image003
Gambar 3. Penandatanganan Twinning Programme periode 2010-2016 di Amsterdam oleh Ketua Perpamsi Banten, Direktur Waternet dan Ketua World Waternet
Sumber: Perpamsi.

image004
Gamber 4. Logo Twinning Program
Sumber : Perpamsi