158. BELANDA, SANG “AVATAR” DI DUNIA NYATA

Penulis : REHIA INDRAYANTI BERU SEBAYANG
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Pernah menonton serial Avatar atau yang juga dikenal sebagai pengendali dari empat elemen, yaitu air, api, tanah, dan udara? Bayangkan seorang anak kecil mengendalikan keempat elemen tersebut dalam genggaman tangannya. Hebat bukan? Bagaimana kalau kisah fiksi tersebut terjadi di dunia nyata? Mau menyaksikan langsung kehebatan Sang Avatar? Hmmm… kalau begitu mari berkenalan dengan Belanda, Sang “Avatar” di dunia nyata.

Belanda adalah sebuah negara yang memiliki luas wilayah kurang lebih 41.785 km2. Sebagian besar wilayahnya merupakan laut yang dikeringkan. Seperlima dari wilayah Belanda terdiri atas air dan dua per lima daratannya merupakan daratan yang lebih rendah dari permukaan laut. Hal inilah yang membuat belanda sering disebut sebagai Netherland, yang berarti negara dengan tanah rendah.

image002
(sumber: Rijkswaterstaat Ministry of Infrastructure and Environment, 2011)

Memiliki julukan negeri kincir angin dan negeri bunga tulip, membuktikan bahwa Belanda adalah sebuah negara yang hebat. Belanda mampu berinovasi secara maksimal dengan memanfaatkan energi angin dan menggunakan keterbatasan wilayah daratannya sehingga dapat menjadi negara dengan sistem pertanian terbaik didunia. Belanda juga terkenal karena inovasinya dalam pemanfaatan energi panas matahari, proyek terbarunya yang sangat luar biasa adalah solaroad, yakni pemanfaatan jalan raya untuk menyimpan energi matahari yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik warga belanda.

Julukan lain yang dimiliki negara beribukota Amsterdam ini, yaitu negeri Dam, yang berarti bendungan. Tidak heran jika belanda mendapat julukan ini, karena seperti yang kita tahu bahwa Belanda melakukan perluasan daratannya dengan mengeringkan laut dan membuat banyak bendungan demi menghindari banjir akibat luapan air laut.

Wilayah barat Belanda dulunya rawa besar yang dipisahkan dari Laut Utara hanya oleh bukit pasir sempit. Belanda telah meningkatkan luas wilayah mereka melalui pengeringan daerah ini. Tanggul dibangun di sekitar daerah banjir, dan air dipompa dengan kincir angin. Daerah yang dikeringkan ini, disebut polder, kini mencapai sekitar sepertiga dari total luas wilayah Belanda.

Selain akrab dengan air, negeri yang terkenal dengan warna orange ini juga tidak pernah berhenti bertarung dengan sumber daya air yang dimilikinya. Lebih dari seratus bencana banjir pernah menyerang Belanda. Salah satu bencana banjir yang paling memakan banyak korban adalah yang terjadi pada tahun 1953. Banjir besar tersebut menewaskan ribuan warga Belanda. Sebagai reaksi preventif, Pemerintah Belanda membuat Proyek Delta (Delta Works/ Deltawerken), yaitu pembangunan infrastruktur polder strategis untuk menguatkan pertahanan terhadap bencana banjir.

Menyadari potensi air yang dimilikinya, Sang Avatar juga melakukan berbagai macam inovasi pada elemen air ini. Dimana negara yang juga berpondasikan air tersebut melakukan inovasi yaitu dengan merubah air laut menjadi air tawar. Proyek ini dikenal dengan nama Elemental Water Makers, yaitu sebuah mesin yang mampu merubah air laut menjadi air tawar.

Elemental Water Makers (EMW) didirikan pada april 2012 oleh Sid Vollebregt and Reinoud Feenstra, dua insinyur jebolan University of Technology Delft. Perusahan yang berkantor pusat di Molengraaffsingel, Belanda ini telah berhasil mengembangkan Mesin untuk melakukan proses desalinasi. Desalinasi merupakan proses yang menghilangkan kandungan garam dalam air untuk mendapatkan air yang layak dikonsumsi dan yang lebih hebatnya lagi pengoperasian mesin ini tidak memerlukan bahan bakar fosil. Mesin ini dapat bekerja hanya dengan memanfaatkan matahari, bumi, dan angin saja yang membuat mesin ini ramah lingkungan dan hemat energi.

Selain mengubah air laut menjadi air tawar, negeri Kincir Angin itu juga tengah bersiap menggantikan bahan bakar minyak bumi (BBM) dengan air seni (urin) atau air kencing manusia. Para ilmuwan Belanda telah berhasil memanfaatkan komposisi urin yang diolah menjadi bahan bakar. Kabarnya pula, hasil penelitian yang dibiayai pemerintah Belanda itu amat sangat menjanjikan efisiensi masa depan.

Penelitian bahan bakar alternatif oleh Universitas Teknologi Delft dan lembaga penelitian DHV Belanda ini telah berhasil mengembangkan teknologi pemrosesan urin dan mendaftarkan hak paten temuan tersebut di Cina, Afrika Selatan, Amerika Serikat, dan Eropa.

Tidak hanya itu, di Belanda minum air langsung dari keran sangat dianjurkan daripada membeli air minum kemasan. Hal ini karena air keran di Belanda yang diproses dengan teknologi membran tercanggih di dunia, berkualitas lebih baik daripada air minum kemasan. Selain itu, minum air keran juga berarti mengurangi sampah botol plastik yang dihasilkan oleh air minum kemasan. Betapa hebatnya Negara kecil ini dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Rene Descartes pernah mencetuskan pepatah “God schiep de Aarde, maar de Nederlanders schiepen Nederland” yang berarti “Tuhan menciptakan Bumi, tetapi orang Belanda lah yang menciptakan Belanda”, pepatah ini memang menggambarkan kebenaran. Filsuf Perancis tersebut mencoba menggambarkan bagaimana orang Belanda mengeringkan daratan yang digenangi air agar dapat menjadi permukiman yang layak didiami.

Dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya, Belanda mampu berinovasi dan memanfaatkan sumber daya alamnya untuk memakmurkan kehidupan warganya. Bahkan belanda dijadikan panutan dalam inovasi dibidang pengairan oleh negara-negara lain di dunia. Hebat bukan usaha Sang Avatar mengendalikan elemen-elemen tersebut?

Referensi:

http://www.elementalwatermakers.com

http://www.kabarkami.com/air-kencing-manusia-menjadi-bahan-bakar-alternatif.html

http://www.id.wikipedia.org/wiki/Belanda