159. Rumah Terapung, Inovasi Belanda untuk Tantangan Global

Penulis : Fajri Satria Hidayat
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

“If you can not fight the water, you have to learn and deal how to live with it”. Mungkin itulah yang ada dipikiran warga belanda. Ya, Kita bisa lihat bagaimana Belanda, Negara yang memiliki geomorfologis dibawah permukaan laut ini berjuang untuk hidup berdampingan dengan air, berinovasi dengan menciptakan delta works untuk mengatasi banjir hingga sistem polder untuk proses reklamasi daratan. Perjuangan berlanjut untuk membuat tanah berair menjadi lahan pertanian untuk ekonomi masyarakat. Sungguh luar biasa perjuangan belanda. Sekarang negara ini sudah tampan rupawan. Negara juga memiliki lahan pertanian yang produktif dengan sistem perairan yang baik.

Namun Hidup berdampingan dengan air memang sedikit membuat “rempong” tentunya. Walau rumitnya hidup dengan air sudah teredakan saat ini, tetapi tetap saja selalu bersiap untuk segala perubahan alam yang ada kedepannya. Warga belanda harus kembali menghadapi tantangan pada akhir-akhir ini dimana terjadinya pemanasan global pada dunia. Pemanasan global merupakan kenaikan temperatur global yang disebabkan rusaknya lapisan ozon pada atmosfer atas bumi. Rusaknya lapisan ozon disebabkan oleh polusi udara, CFC dari pendingin ruangan dan kekurangan lahan hijau tentunya. Kerusakan lapisan ozon mengakibatkan sinar matahari “dengan lincah”nya menuju ke bumi tanpa filtrasi tertentu. Fenomena ini menyebabkan kenaikan suhu bumi hingga mengakibatkan kutub-kutub es dunia mencair dan ini akan menyebabkan permukaan air laut naik. Akhir-akhir inipun sudah banyak pulau kecil yang hilang tenggelam satu persatu. Kedengarannya mengerikan ya, bagaimana dengan belanda yang notabenenya negara dengan dataran rendah dibawah permukaan laut? Jeng jeet.

Belanda terus berinovasi untuk mengatasi hal ini. “Diam-diam tampan” saja tentunya tidak cukup. Keadaan yang sudah tenang harus siap dihentak kembali. Selain isu pemanasan global, belum lagi curah hujan yang tak tentu hingga keterbatasan lahan yang ada untuk membangun pemukiman. Sistem polder tak sepenuhnya menjanjikan. Komisi perairan negara mengatakan banjir harus terus diatasi dan penanganan disesuaikan dengan perubahan alam. Yah, begitulah belanda. Beradaptasi atau kembali menghilang.

Salah satu bentuk adaptasinya yang dicetuskan yaitu dengan pembangunan floating house atau rumah terapung. Rumah terapung menjawab tantangan hidup belanda. Kita mungkin terpikirkan rumah apung yang ada di danau ataupun di tepi pesisir laut indonesia. Tapi tunggu dulu, rumahnya cukup berbeda apung yang kita kenal. Selain lebih unggul dari sisi arsitektur, yaitu juga berpadu teknologi terbaru. Rumah Apung menjadi solusi atas beberapa permasalahan Belanda tentang banjir hingga kebutuhan pemukiman. Para ahli juga mengatakan bahwa tahun 2025, Belanda membutuhkan 500.000 rumah tambahan, dan kamu tahu kan, lahan negara sudah sempit karna hanya berupa hasil reklamasi. Pemerintah juga melarang untuk membangun perumahan didaerah yang serba rentan banjir. Floating house menjadi solusi yang sesuai sekaligus menjawab kekawatiran pemerintah terhadap pembangunan rumah di Belanda.

image001
Sistematika rumah terapung Maasbomme Belanda (sumber : www.metrohippie.com)

Rumah apung mulai dikembangkan di daratan belanda. Bangunan rumah apung dibangun dilahan kering, tetapi jika banjir dia akan mengikuti dan mengapung ketika air naik Ataupun dibangun dilahan berair tetapi bergerak vertikal mengikuti kenaikan garis air. Hal ini yang merupakan salah satu perbedaaan yang mendasar dari rumah apung Belanda dari rumah-rumah apung lainnya. Rumah apung biasa bukan tergolong tradisional statis atau tidak bergerak, sedangkan rumah apung maasbommerl dirancang mengikuti ketinggian permukaan air, sehingga rumah tidak tergenang air.

image002
Rumah Terapung Maasbommel (sumber : www.rohmer.nl)

Rumah apung salah satunya dipelopori oleh perusahaan arsitektur belanda dura vermeer. Rumah apung warna-warni didirikan di daerah tepian sungai Maasbommel. Dari sisi konstruksi, rumah apung memakai beton berongga berisi busa pantik dengan jangkar yang terbuat dari kabel baja di bagian bawah rumah yang dapat memberikan daya apung padaa saat banjir datang. Dari segi arsitekturnya, terdapat 4 buah vertikal pilar yang dipasang di dekat sudut bangunan dan menghubungkan bangunan dengan tanah. Dengan adanya bangunan rumah tidak bergerak kekanan atau kekiri ketika banjir datang. Kemudian dilengkapi dengan pipa fleksibel untuk pengaliran air bersih dan kelistrikan rumah. Dinding dan lantai terbuat kayu yang tidak mudah lapuk walaupun bersentuhan dengan air terus-menerus. Ketika banjir terjadi, blok flotasi mengangkat rumah dan tonggak penunjuk vertikal menahan setiap gaya lateral dari angin dan atau air mengalir. Rumah dapat mengatasi hingga kenaikan 4 meter dan “melantai” kembali ke air sudah reda. luar biasa!

image003
Cantiknya Rumah Terapung Maasbommel (sumber : worldoceanreview.com)

Sebagai negara yang terus maju, pembangunan menjadi salah satu fokus negara. Pembangunan menjadi sulit di Belanda, sehingga harus hidup dan menciptakan ruang hidup itu sendiri. Dan yang paling penting, harus berorientasikan jauh dari bencana. Rumah apung telah menjawab satu solusi untuk semua tantangan yang ada. Rumah apung mulai dikembangkan di berbagai wilayah di belanda. Salah satunya di Amsterdam yang dibuat lebih futuristik dan menarik. Rumah apung amsterdam ditujukan pada saat banjir rumahnya ikut mengapung untuk tetap di atas air. Rumah dilindungi bahkan dalam banjir ekstrim. Pembiayaan yang digunakan juga memiliki instalasi biasanya jauh lebih murah daripada elevasi statis permanen. Rumah akan terlihat cantik berada di tepi sungai ataupun pesisir laut tanpa harus takut rumahnya jalan-jalan terbawa oleh air.

image004
Rumah futuristic Amsterdam (sumber : www.inspirationgreen.com)

image005
Rumah apung amsterdam mengatasi permasalahan lahan (sumber : www.jlgrealestate.com)

Sebagai negara sudah bermental pioner, Belanda hadir tidak hanya untuk negaranya tetapi juga memberikan sumbangsih kepada negara lain. Belanda juga menularkan semagatnya kenegara lain. Beberapa ide-ide ini telah berkembang ke negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat dan Thailand. Badai-badai cantik semacam katrina dan teman-temannya yang menghantam AS membuat masyarakat berpikir juga untuk harus membangun rumah apung. Ada lebih sekitar 5.000 rumah terapung dapat ditemukan di seluruh benua Amerika, dengan konsentrasi di sungai Portland dan desa terapung di Vancouver. Lebih aman dan efisien terhadap banjir yang datang bertandang.

image006
Rumah futuristic Amsterdam (sumber : www.inspirationgreen.com)

Teknologi yang dihasilkan semakin mengukuhkan belanda sebagai pioner teknologi dalam perairan. Belanda tak cuma menjawab tantangan untuk kerentanan terhadap banjir, tetapi juga masalah terhadap lahan pertumbuhan penduduk. Yah, Memang The dutch bukanlah the duck, bukan bebek pengikut. Belanda terus berinovasi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan bangsanya dalam membangun peradaban. Pencapaian yang dilakukan belanda tak luput dari hasil kreatifitas yang bertemu dengan kerja keras. Belanda tak cuma menjawab masalah negaranya tetapi juga membantu untuk menjawab tantangan global.

Sumber referensi :
Internet :

http://www.buoyantfoundation.org/

http://www.theguardian.com/environment/2014/feb/16/flooding-netherlands

http://floodproofholland.nl/

http://www.inspirationgreen.com/floating-homes.html

http://terristorias.com/2012/08/floating-homes-housing-asia-united-states-usa/

http://www.dw.de/floating-houses-to-fight-climate-change-in-holland/a-17532376

http://www.architectural-review.com/buildings/floating-houses-the-netherlands-by-marlies-rohmer-architects-and-planners/8649745.article