165. Sustainable Tomato Ala Belanda

Penulis : Hendy Dwi Warmiko
Tema : Fire
=========================================================================================================================================================

Apakah yang ada di benak pikiran anda jika mendengar kata sustainable? Kebanyakan anda dapat membayangkan tentang pembangunan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengabaikan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Beberapa aspek terutama tentang lindungan lingkungan menjadi fokusnya.

Lalu apa hubungannya sustainable dengan tomato? Yah, tomato alias tomat yang biasa kita kenal. Tomat merupakan salah satu jenis sayuran yang paling banyak dibudidayakan di dunia. Sebagai sayuran buah, tomat merupakan sumber vitamin A dan C.

Emmm, bagaimana ya hubungannya?
Oke, langsung saja, ternyata di Belanda terdapat petani tomat yang menggunakan energi panas bumi (geothermal) untuk menaikkan suhu di dalam rumah kaca tempat tomat tersebut ditumbuhkan. Mereka adalah petani tomat dari Duijvestijn Tomatoes, sejak tahun 2011 mereka telah menggunakan energi alternatif yaitu panas bumi. Rumah kaca milik Duijvestijn Tomatoes yang bernama ID-green house hanya menggunakan separuh energi yang dibutuhkan oleh rumah kaca standar lainnya. Meskipun demikian, tingkat produksi tomat 10 persen lebih tinggi daripada sebelumnya. Mengapa bisa?

image001
Rumah kaca di Duijvestjin Tomatoes, Belanda
Sumber: duijvestijntomaten.nl

Well, kemampuan tanaman tomat untuk menghasilkan buah yang berkualitas sangat tergantung pada faktor genetik dan lingkungan. Faktor genetik dapat diatasi dengan pemilihan varietas tomat yang unggul. Nah, tantangan selanjutnya adalah faktor lingkungan. Faktor lingkungan inilah yang menginspirasi petani tomat Belanda dari Duijvestijn Tomatoes untuk berpikir keras bagaimana cara memodifikasi lingkungan dengan menggunakan energi secara efisien namun dapat menghasilkan produk tomat yang berkualitas.

image003
Sustainable Tomato di Duijvestijn Tomatoes, Belanda
Sumber: duijvestijntomaten.nl

Ide awal untuk menggunakan energi panas bumi adalah energi ini masih ada dalam waktu yang sangat lama. Oleh karena itu, dilakukan pengeboran tahun 2010. Panas bumi ini dihasilkan pada kedalaman yang dalam di bawah tanah. Di dalam lapisan batuan berpori, panas ini disimpan di pasir dan air. Pengeboran dilakukan dengan cara mengebor tempat dimana air berada. Dari lapisan ini, air panas dapat diangkut ke permukaan tanah dan selanjutnya air di pompa melalui heat exchanger, aliran dari heat exchanger tersebut digunakan untuk memanaskan rumah kaca. Kemudian air dipompa kembali ke dalam stratum untuk dipanaskan dan dapat digunakan kembali.

image004
Energi panas bumi yang digunakan di Duijvestijn Tomatoes
Sumber: duijvestijntomaten.nl

Sangat menarik bukan? Panas bumi memungkinkan pemanasan rumah kaca secara berkelanjutan (sustainable) sehingga Duijvestijn Tomaten tidak menggunakan bahan bakar fosil lagi yang sewaktu-waktu bisa habis. Hal ini juga dapat meminimalisir pencemaran lingkungan karena menyebabkan emisi CO2 yang sangat berkurang. Selain itu, dengan memperhatikan konservasi air, pengendalian hama dan perkembangan yang sangat inovatif, Duijvestijn Tomaten mampu menangani lingkungan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab secara sosial sehingga mampu melakukan yang terbaik untuk memastikan kualitas dan keamanan tomat yang diproduksinya.

Tak hanya itu, untuk memenuhi kebutuhan CO2 pada tanaman tomat andalannya, Duijvestijn Tomaten-pun harus memutar otak. Sebagaimana kita ketahui, tanaman menyerap CO2 dan mengubahnya di bawah pengaruh cahaya, air dan gula menjadi O2. Duijvestijn Tomaten memanfaatkan limbah CO2 berasal dari kilang Shell yang dialirkan melalui pipa. Sejauh ini CO2 yang berasal dari kilang masih belum dimanfaatkan bahkan hanya dilepaskan melalui cerobong asap. Untuk kedepannya, CO2 ini tidak lagi dilepaskan ke lingkungan namun akan disalurkan untuk dimanfaatkan ke rumah kaca. Dengan adanya hal ini juga, Duijvestijn Tomaten tumbuh dengan lebih berkelanjutan.

Dengan inovasi dan prestasinya ini, Duijvestijn Tomaten dinobatkan sebagai “Best Tomato Grower of The World 2015” pada acara Tomato Inspiration Event, penghargaan bergengsi antar petani tomat profesional sedunia tahun 2015 yang diadakan di Berlin, Jerman pada 05 Februari 2015 lalu. Peter Duijvestijn, pemilik Duijvestijn Tomaten pada acara tersebut mengungkapkan bahwa kita dituntut untuk berinovasi dan berpikir ke depan untuk menjaga lingkungan. Acara bergengsi yang dihadiri oleh petani tomat rumah kaca terkemuka sedunia ini sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Duijvestijn Tomaten dengan inovasinya, terutama dengan menggunakan energi alternatif panas bumi yang mungkin tak terpikirkan oleh yang lain.

image006
Duijvestijn Tomaten saat dinobatkan menjadi Best Tomato Grower of The World 2015.
Sumber: tomatoinspirationevent.com

Semoga, apa yang dikerjakan oleh Duijvestijn Tomaten dapat menginspirasi kita sebagai bangsa Indonesia, apalagi Indonesia adalah negara yang terletak pada cincin api dunia yang kaya akan aktivitas vulkanik. Sebanyak 40 persen energi panas bumi dunia berada di Indonesia. Bahkan dalam sejarah energi panas bumi di Indonesia, Belanda yang pertama kali menggagasnya. Sangat disayangkan, sampai sekarang ini energi alternatif seperti panas bumi di Indonesia belum dimanfaatkan secara maksimal. Belajarlah dari Belanda!

Referensi:

http://duijvestijntomaten.nl/

www.hortidaily.com/article/14978/Duijvestijn-Tomatoes-awarded-worlds-best-tomato-grower

http://www.pijnacker-nootdorp.nl/artikel/duijvestijn-tomaten-winnaar-tomato-inspiration-award-2015.htm

https://www.youtube.com/watch?v=76UximAkBAg

http://www.tomatoinspirationevent.com/