166. LIVE WITH THE WATER, DONT FIGHT IT

Penulis : Kartika Purwaningtyas
Tema : Water
=========================================================================================================================================================

Belanda berbatasan langsung dengan laut utara dibagian barat dan utara. Selain berbatasan langsung dengan Laut Utara, sebagian wilayah di Belanda berada di bawah permukaan air laut, daerah terendah di belanda mencapai 6,1 meter dibawah permukaan laut. Wilayah yang berada di bawah permukaan laut merupakan kota – kota besar di belanda yang menopang berbagai sektor penting, hal tersebut tentunya memberiikan dampak dan menganggu produktivitas masyarakat. Hampir sekitar 25% wilayah yang berada dibawah permukaan laut tersebut memegang sektor – sekot penting di Belanda seperti Kota Rotterdam dan Amsterdam.

image001

Pada tahun 1953, terjadi banjir bandang yang menelan ribuan korban jiwa dan kerusakan besar di Belanda. Semenjak kejadian tersebut Pemerintah Belanda sangat serius untuk menangani permasalahan perairan di Belanda. Dan sejak saat itu Belanda dikenal sebagai penakluk air. Salah satu hal besar yaitu Pemerintah Belanda mampu mengeringkan perairan untuk dijadikan daratan, bahkan ada pepatah yang mengatakan bahwa God Schiep De Aarde , Maar Nederland Schipen Nederland (Tuhan memang menciptakan bumi, namun Belanda sanggup menciptakan daratan).

image002

Sejak abad ke-16, Pemerintah Belanda sudah mengeringkan perairan untuk menciptakan noordeieland. Pemerintah Belanda tidak puas sampai pada pembuatan noordeieland saja, dengan kerjasama dan pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada secara maksimal Pemerintah Belanda mulai menerapkan Sistem manajemen terpadu dengan berbagai metode seperti menggunakan kincir angin, pembangunan tanggul dan bendungan besar.

Di Kinderdijk terdapat 19 Kincir Angin yang berfungsi untuk mencegah terjadinya banjir dengan memompa air dari polder ke sungai Lek untuk kemudian mengalir ke Laut Utara. Selain menggunakan kincir angin, upaya yang dilakukan Pemerintah Belanda adalah dengan membangun bendungan – bendungan dengan skala besar untuk mengatur aliran air apabila permukaan air laut naik.

Seiring berkembangnya waktu, Pemerintah Belanda terus melakukan inovasi terhadap sistem manajemen air terpadu yang sudah dicanangkan sejak berabad – abad. Konsistensi, kreatif dan inovatif serta merupakan kunci Pemerintah Belanda mempertahankan beberapa sistem yang sudah sangat lama digunakan namun tetap mengembangan sistem tersebut dan mengatur berbagai strategi untuk peningkatan sistem manajemen air terpadu. Seperti contohnya perubahan iklim yang sedang terjadi yang berdampak terhadap naiknya permukaan laut tentunya secara langsung akan menjadi ancaman bagi wilayah – wilayah di Belanda yang berada dibawah permukaan air laut. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat Pemerintah dan Masyarakat Belanda untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Belanda telah bersiap membangun rumah apung. Pembangunan rumah apung di wilayah bagian timur Amsterdam yang disebut Steigereiland tentunya masih jauh dari kata sempurna. Karena Masih dalam pengembangan Pemerintah Belanda terus memperbaiki hal tersebut. Selain pembangunan rumah apung, strategi dan innovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Belanda dengan penggalian lebih dalam sungai – sungai yang mengalir di penjuru wilayah Belanda selain itu rawa yang dudah diber tanggul dibanjiri kembali selain itu tanggul yang sudah dibangun dipindahkan di pinggiran sungai.

Bagi Pemerintah Belanda, perubahan strategi dalam mengatasi permasalahan naiknya permukaan laut tidak hanya dapat ditangani dengan dengan strategi lama dengan pembuatan tanggul atau mengandalankan kincir angin untuk mencegah masuknya air ke wilayah mereka. Untuk itu diperlukan keselarasan bahwa sesungguhnya kondisi tersebut seharusnya disyukuri dan tidak dijadikan beban dan anggapan bahwa akan menjadi bencana, hal tersebut justru menjadi tantangan dan peluang untuk selalu berinovasi dan mengembangkan diri agar senantiasa lebih baik.

Pilihan Pemerintah Belanda untuk menjadikan permasalahan di sektor perairan untuk tidak dijadikan ancaman patut dicontoh, prinsip Live With The Water And Dont Fight It bahwa apa yang dianggap ancaman oleh kita dapat ditangani dengan mengelola ancaman menjadi sesuatu yang bermanfaat. Apa yang dilakukan oleh Bangsa Belanda seharunya menjadi pelajaran bagi kita , bahwa sesungguhnya apa yang menurut kita menjadi ancaman dapat ditangani dengan menjadikan ancaman tersebut tantangan dan peluang untuk selalu berinovasi dan meningkatkan kemampuan diri kita.

Referensi :
1. http://www.dw.de/rumah-apung-cara-belanda-atasi-perubahan-iklim/a-17533962
2. Suksaman, Feba . 2013. Holland: One Fine Day in Leiden. Bukune : Jakarta
3. http://www.theguardian.com/environment/2014/feb/16/flooding-netherlands
4. Gambar di ambil darihttp://sutciandriani.blogspot.com/